Santri Lirboyo Gelar Praktik Falak: Amati Gerhana Bulan dengan Teleskop

Lirboyo, Kediri — Suasana langit malam di Pondok Pesantren Lirboyo tampak berbeda pada Ahad malam Senin (8/9/2025) pukul 23.00 WIB. Para santri berkumpul di halaman selatan Aula Al-Muktamar untuk melaksanakan praktik falak berupa pengamatan gerhana bulan total menggunakan teleskop dan perangkat pendukung lainnya. Kegiatan ini dipandu oleh para tutor falak Lirboyo bersama 7 peserta kursus falak serta didukung oleh sekitar 45 mahasantri kelas V–VI Ma’had Aly.

Tujuan Kegiatan

Para Praktikur falak ini menggelar kegiatan semacam ini sebagai wujud implementasi ilmu hisab dan rukyat yang selama ini mereka pelajari di kelas. Melalui pengamatan langsung, para peserta santri bisa semakin paham tentang fenomena astronomi, sekaligus menyadari kaitannya dengan syariat Islam, seperti tata cara pelaksanaan salat gerhana.

Baca Juga: Lirboyo Gelar Salat Gerhana Bulan

Proses Pelaksanaan

Para praktikur memulai kegiatan observasi gerhana sejak pukul 23:00 WIB. Tutor kemudian mengarahkan santri untuk bergantian melakukan observasi gerhana bulan melalui teleskop yang para panitia siapkan. Beberapa perangkat tambahan seperti laptop untuk pencatatan hasil rukyat juga digunakan. Saat bayangan bumi mulai menutupi purnama, suasana terasa khidmat sekaligus penuh antusiasme.

Pandangan Tutor

Salah satu tutor falak, Bapak Ustadz Reza Zakaria. Beliau adalah seorang anggota Lajnah Falak PBNU, menjadi tutor pada malam itu menjelaskan pentingnya praktik ini. “mengamati fase-fase gerhana bulan.” ungkapnya. beliau melanjutkan “kita pakai teleskop dan mata telanjang untuk pengamatan malam ini, dan untuk gerhana bulan sendiri, sebenarnya terjadi setiap tahun.”

Baca juga: Lebih Jauh Tentang Salat Gerhana

Harapan Tutor Falakiyah malam ini

Menurut beliau, praktik observasi ini penting bagi para santri,“agar menjadi bekal ketika di masyarakat, tahu caranya mengamati gerhana, mencari hilal, dan lain-lain. untuk lebih luasnya, bisa mengoperasikan teleskop, alat-alat falaqi dan lainnya.”

Kesan Peserta

Para peserta kursus falak maupun mahasantri tampak antusias. Salah seorang mahasantri, Nur Kholis, santri dari Banten. menyampaikan kesannya, “Rasanya sangat bahagia, karena bisa merasakan praktik secara langsung di lapangan.”. kang Kholis menambahkan “akhirnya bisa mengoreksi hitungan dari teori di kelas. ternyata ada agak melenceng beberapa menit“.

Baca juga: Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Suasana Kegiatan

Antusiasme terlihat jelas dari raut wajah para santri yang sabar mengantre untuk melihat bulan secara langsung. Saat puncak gerhana, sorak takjub terdengar serentak, menandai momen kebersamaan yang hangat sekaligus edukatif.

Penutup

Kegiatan pengamatan gerhana bulan ini berjalan lancar hingga berakhir sekitar pukul 02.30 WIB. Para tutor berharap praktik semacam ini bisa rutin para santri lakukan agar semakin menguasai ilmu falak dan mampu menerapkannya dalam kehidupan ibadah maupun akademik.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses