Dauroh Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo Bahas Urgensi Ilmu Mantik dalam Kajian Syariat

Acara Dauroh Ilmiah Mantiq di Lirboyo Acara Dauroh Ilmiah di Lirboyo yang mengusung kajian ilmu Mantiq

Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo kembali menggelar Dauroh Ilmiah bertema

“أهمية علم المنطق في دراسة علوم الشريعة”

 atau “Urgensi Ilmu Mantiq dalam Studi Ilmu Syari’” pada Senin (18/05/2026) bertepatan dengan 01 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula gedung An-Nawawi Pondok Pesantren Lirboyo. Tampak pula segenap civitas academica Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo mengikutinya dengan penuh antusias.

Dauroh ilmiah ini menghadirkan Dr. Zaenal Abidin Mohammad Baqir al-Saqqaf, M.A. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Masalikul Huda sekaligus Penasehat Aslein Malaya, sebagai pembicara. Sementara itu, KH. Athoillah S. Anwar selaku Mudir ‘Am Ma’had Aly Lirboyo memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.

Baca Juga: Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Mandi Wajib

Hadir pula dalam acara ini, segenap pimpinan Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo, para staf ahli, dosen, serta seluruh mahasantri Marhalah Ula dan Tsaniyyah. Adapun jalannya diskusi dipandu oleh Bapak M. Jihad al-Khoiri selaku moderator.

Dauroh Ilmiah sebagai Forum Pengembangan Wawasan

Kegiatan dauroh ilmiah Ma’had Aly sendiri rencananya akan rutin terlaksana sekitar tiga hingga empat kali dalam satu tahun. Forum tersebut menjadi salah satu ruang akademik untuk memperluas wawasan para mahasantri, khususnya dalam pendalaman keilmuan Islam dan penguatan tradisi intelektual pesantren.

Dalam sambutannya, KH. Athoillah S. Anwar berharap kegiatan ini mampu mendorong mahasantri Ma’had Aly Lirboyo agar ikut berperan aktif dalam mengembangkan tradisi keilmuan di pesantren. Beliau menambahkan bahwa forum ilmiah seperti dauroh berguna membentuk pola pikir akademik yang kuat sekaligus memperluas kajian keislaman para mahasantri.

Pentingnya Ilmu Mantik dalam Kajian Syariat

Tema “Urgensi Ilmu Mantik dalam Mempelajari Ilmu-Ilmu Syariat” menjadi pilihan karena ilmu mantik memiliki peranan penting dalam memahami dan mengkaji ilmu-ilmu syariat secara runtut, sistematis, dan tepat. Dengan mempelajari ilmu mantik, seseorang dapat membedakan antara argumen yang benar dan yang keliru sehingga lebih mudah memahami kitab-kitab ulama, ushul fikih, akidah, maupun cabang ilmu syariat lainnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Zaenal Abidin Mohammad Baqir al-Saqqaf mengungkapkan rasa bahagianya dapat bertemu dengan para mahasantri Ma’had Aly Lirboyo. Menurut beliau, pertemuan sesama para pencari ilmu merupakan bentuk persaudaraan yang terjalin karena ilmu.

Baca Juga: Tata Cara Bersuci di Kamar Mandi Terminal atau SPBU Menurut Fiqih

Ilmu Mantik sebagai Mizan Keilmuan

Lebih lanjut, beliau menyoroti anggapan sebagian orang yang menganggap ilmu mantik sebagai ilmu yang berbahaya atau menyesatkan. Padahal, menurut beliau, ilmu mantik sangat dekat dengan kehidupan manusia. Bahkan para ulama menyebut bahwa ilmu mantik lahir bersamaan dengan lahirnya manusia karena melalui ilmu tersebut seseorang dapat menggunakan akalnya secara optimal.

“Ilmu mantik dipelajari untuk memahami ilmu-ilmu yang lain,” terang beliau di hadapan para peserta dauroh.

Beliau juga menjelaskan bahwa ilmu mantik memiliki nama lain, yaitu ilmu mizan. Penyebutan tersebut muncul karena ilmu mantik berfungsi sebagai alat ukur untuk menentukan validitas suatu pengetahuan sehingga sebuah ilmu dapat ternilai secara benar dan tepat.

Mahasantri Antusias Mengikuti Dauroh Ilmiah

Antusiasme peserta tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, M. Robi Kurniawan asal Teluk Nilau, Jambi, mahasantri semester 1 Ma’had Aly Marhalah Tsaniyyah, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti dauroh ilmiah bersama Dr. Zaenal Abidin Mohammad Baqir al-Saqqaf.

Menurutnya, forum ilmiah semacam ini menjadi kesempatan berharga yang belum tentu dapat ia temukan di waktu maupun tempat lain. Bahkan, ia menilai kesempatan serupa mungkin baru bisa ia temui kembali pada kesempatan berikutnya.

Baca Juga: 170 Calon Mahasantri Ma’had Aly Marhalah Tsani Mengikuti Ujian Seleksi

Robi juga mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai ilmu mantik dan urgensinya dalam memahami ilmu syariat, baik fikih, ushul fikih, maupun ilmu kalam dan tauhid. Ia menilai pemahaman terhadap ilmu mantik sangat penting, terutama di tengah maraknya perdebatan dan cara berpikir yang tidak tepat di era saat ini.

Harapan untuk Tradisi Ilmiah Ma’had Aly

Melalui kegiatan dauroh ilmiah ini, para peserta dapat menambah wawasan keilmuan, meningkatkan semangat belajar, serta memahami pentingnya ilmu mantik dalam kajian syariat. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat ukhuwah dan memperkuat tradisi ilmiah di lingkungan Ma’had Aly Lirboyo.

Dengan terselenggaranya dauroh ilmiah secara rutin, Ma’had Aly Lirboyo terus berupaya menjaga tradisi akademik pesantren agar tetap berkembang sekaligus mampu menjawab kebutuhan keilmuan Islam di era modern.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses