Lirboyo, Kediri — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menggandeng Pondok Pesantren Lirboyo dalam program pelatihan dan uji kompetensi/sertifikasi tenaga kerja kontruksi (TKK) terampil. Sejak Selasa (21/10/2025), sebanyak 117 peserta terdiri dari tukang pesantren, santri dan pengurus bangunan pesantren mengikuti pelatihan dan uji kompetensi ini.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, H. A. Muhaimin Iskandar, melalui sambungan Zoom Meeting. Program ini menjadi tindak lanjut dari kunjungan Kementerian PU ke Lirboyo beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kementerian PU Janjikan Bantuan Sanitasi hingga Sertifikasi Pelatihan Bangunan untuk Pesantren
117 Peserta Terbagi Dua Kelas
Panitia pelaksana dari pesantren, Bapak M. Subhan Syarif, S.Ag., menjelaskan bahwa sebanyak 117 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari tukang pesantren, pengurus pondok, dan mahasantri semester 4 dan 6. Mereka terbagi menjadi dua kelompok: kegiatan pelatihan dan uji kompetensi tukang bangunan gedung dan petugas K3 kontruksi.
“Ada 82 peserta di kelas pertukangan dan 35 di K3,” terang Bapak Subhan.
“Peserta K3 wajib lulusan S1, sedangkan kelas pertukangan minimal SMA. Tidak semua yang minat bisa ikut karena tertuntut syarat administrasi.”
Pelatihan berlangsung aktif di area pesantren dengan metode praktik langsung di lapangan.
Baca juga: Seminar Pesantren Ramah Anak dalam Rangka Hari Santri Nasional 2025
Santri Dapat Sertifikasi dan Perlengkapan Kerja
Setiap peserta menerima perlengkapan APD seperti sepatu keselamatan, rompi lapangan, dan helm. Selain itu, masing-masing mereka dari tukang bangunan gedung dan K3 berkesempatan meraih dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi.
“Sertifikat kompetensi hanya bisa didapat lewat jalur lulus ujian. Artinya, santri Lirboyo punya kompetensi yang diakui dan bisa mereka gunakan dengan baik,” tegas Bapak Subhan.
Baca juga: 163 Santri Lirboyo Rampungkan Takhtiman Al-Qur’an ke-45
Santri Kembangkan Skill dan Mandiri
Bapak Subhan menilai, pelatihan ini membuka jalan kemandirian bagi santri.
“Santri sekarang tidak hanya bisa membangun pondok dengan otodidak, tapi juga memahami teori dan praktik konstruksi yang benar,” jelas beliau.
“Kalau pondok nanti punya proyek baru, kami sudah punya tukang dari kalangan santri sendiri yang sudah bersertifikat dan diakui.”
Menurutnya, program ini membantu santri mengubah kemampuan otodidak menjadi keterampilan terukur dan bersertifikat.
Harapan untuk Kolaborasi Jangka Panjang
Pondok berharap kerja sama dengan Kementerian PU dan Kementerian Agama (Kemenag) terus berkembang.
“Dengan adanya kerja sama ini harapannya pondok bisa terus didampingi oleh pihak PU untuk sesuatu yang bersifat pembangunan atau sesuatu yang bersifat keilmuan pembelajaran kontruksi dan keselamatan kerja.,”
“Kemenag pun kami harapkan tetap mendampingi penguatan infrastruktur pesantren dan pengembangannya.” ujar Bapak Subhan.
Baca juga: Kunjungan Kementerian Pekerjaan Umum
Penutup
Langkah ini menjadi tonggak baru bagi pesantren. Lirboyo tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tapi juga keterampilan kerja yang nyata.
Dari ruang ngaji hingga lapangan proyek, santri kini siap membangun dengan ilmu, iman, dan sertifikasi resmi.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





