Kediri, 21 Oktober 2025 — Ribuan jamaah memadati area Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Senin (21/10/2025) malam, dalam acara “Lirboyo Bersholawat Bersama Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf” yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka mensyukuri peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Hujan di sore hari
Meski sejak sore hujan mengguyur kawasan Lirboyo, semangat para santri dan masyarakat tidak surut. Mereka tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir acara. Suasana khusyuk terasa sejak azan magrib berkumandang, ketika jamaah menunaikan salat berjemaah di lapangan terbuka di tengah rintik hujan.
Acara dimulai dengan penampilan Grup Sholawat Lirboyo Selection, disusul kehadiran Grup Ahbabul Musthofa dari Solo pimpinan Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf. Grup hadrah yang berdiri sejak tahun 1998 itu membuka penampilannya dengan lagu Tawassul Lirboyo yang disambut meriah oleh ribuan jamaah.
Baca juga: Lirboyo Resmikan Rumah Pengelolaan Sampah
Hadirin
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri, dan pejabat lainnya serta dzuriyah Pondok Pesantren Lirboyo.
Rangkaian acara
Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Hilmi Musyaffa’, dilanjutkan tahlil yang dipimpin KH. Nurul Huda Ahmad. Sebelum acara inti dimulai, panitia menayangkan video pembuka yang menarik dan memukau ribuan penonton.
Sambutan Buya Kafa
Dalam sambutannya, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus selaku pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. “Semoga Allah memberi pahala kepada orang-orang yang hadir di sini dan mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh di surga kelak,” tuturnya. Selengkapnya klik di sini.
Sambutan ketua PWNU
Sementara itu, KH. Abdul Hakim dari PWNU Jawa Timur mengingatkan pentingnya persatuan umat Islam. “Kita merayakan Hari Santri Nasional yang ke-10. Semoga perkumpulan ini tidak hanya menyatukan kita di dunia, tetapi juga di akhirat kelak,” ujarnya.
Baca juga: Pesantren Lirboyo Gelar Maulid Nabi Selama Tiga Hari
Sambutan Gubernur
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, dengan penuh semangat menyapa para santri dan masyarakat.
“Kita memohon kepada Allah Swt. agar para ulama kita senantiasa mendapatkan kemuliaan dari Allah. Semoga santri-santri putra dan putri menjadi ulama Indonesia masa depan,” tutur beliau. Selengkapnya klik di sini.
Baca juga: Santri Lirboyo Gelar Praktik Falak: Amati Gerhana Bulan dengan Teleskop
Puncak acara
Puncak acara ditandai dengan lantunan sholawat yang dipimpin langsung oleh Habib Syekh. Sebelumnya, KH. Abdullah Kafabihi memimpin bacaan tawasul dan hadrah untuk para masyayikh Lirboyo, yang kemudian dilanjutkan oleh Grup Ahbabul Musthofa.
Namun sebelum salawat resmi dimulai, Habib Syekh meminta Gus Yahya untuk memberikan sambutan terlebih dahulu. “Biar nanti tidak menyela-nyelai salawatan,” ujar Habib Syekh disambut tawa dan tepuk tangan jamaah. Dalam sambutannya, Gus Yahya berpesan kepada para santri agar selalu siap untuk membela Lirboyo, Pesantren, Nahdlatul Ulama dan Indonesia.
Baca Juga: Lirboyo Gelar Salat Gerhana Bulan
Pengalaman Habib Syekh
Di sela lantunan sholawat, Habib Syekh menceritakan kisah beliau pada zaman Guru Zaini Abdul Ghoni Martapura, beliau menyaksikan Guru Zaini meminum air dari tempat cuci tangan Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf dari Yaman. “(Red: orang lain beranggapan) jijik, (beliau menjawab) nggo awakmu memang kowe wi jijiki (jika punyamu, karena memang kamu menjijikkan).”
“La bekas tangane wali, yo wajar nek santri nyucup tangane kiai-ne. Lak tanganmu yo wegah aku kon nyucup.”
(la itu bekas tangannya wali, jadi wajar jika santri mencium tangannya kiai-nya. Jika tanganmu ya tidak mau aku menciumnya.) ” ujar beliau. Selengkapnya klik di sini.
Baca juga: Dubes Malaysia Sambangi Santri Lirboyo: Perkuat Malaysia Madani & Fikih Kebangsaan
Penutup
Setelah itu, salawat kembali dikumandangkan dan langit malam Lirboyo semakin semarak dengan pertunjukan kembang api yang menghiasi suasana penuh haru dan kebersamaan.
Menjelang penutupan, Gus Yahya menyampaikan pesan kepada para santri agar senantiasa meneladani perjuangan para ulama dan menjaga warisan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Baca juga: Wawancara Eksklusif Bersama Dubes Malaysia
Menjelang akhir acara, Habib Syekh kembali memimpin sholawat dan menutupnya dengan Mahalul Qiyam, di mana seluruh jamaah berdiri bersama, melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad saw. dengan penuh cinta dan kekhusyukan.
Kemudian acara ditutup dengan doa penyejuk hati yang dipimpin oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, menandai berakhirnya malam penuh barokah di bumi Lirboyo.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





