Lirboyo, Kediri – Memasuki tahun ajaran baru 1447-1448 H, gema sholawat kembali membubung tinggi di langit Lirboyo. Kisaran ribuan jamaah dari berbagai penjuru Pondok Pesantren Lirboyo hadir dengan penuh khidmat mengikuti agenda Pembukaan Majelis Sholawat Kubro perdana di tahun ini.
Suasana tenang menyelimuti lokasi acara saat Saudara Ali Zaidan, santri asal Bondowoso, membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan nada yang sangat merdu.
Baca juga: Halal Bihalal LIM Perkuat Sinergi Dakwah dan Koordinasi Antar Pengurus
Majelis Sholawat Kubro Adalah Charger
Rangkaian acara berlanjut dengan pembacaan tawasul yang dipimpin langsung oleh Agus HM. Nururrohman Ya’lu. Sebelum memulai tawasul, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi majelis ini sebagai titik awal perbaikan diri para santri Lirboyo.
“Ini adalah Majelis Sholawat Kubro yang pertama di tahun 1447-1448 H. Kita awali dengan baik, dengan khidmat. Harapannya, majelis ini menjadi charger bagi kita semua, menjadi media yang menghantarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik daripada tahun sebelumnya,” tutur beliau di hadapan audiens.
Mauidzotul Hasanah Oleh KH. An’im Falahuddin Mahrus
Memasuki acara inti, suasana semakin khidmat saat sesi Mauidzatul Hasanah. Intisari dari pesan yang KH. An’im Falahuddin Mahrus sampaikan menekankan pada pentingnya cinta kepada Rasulullah. Beliau menuturkan sebuah hadis nabi:
أدِّبُوا أوْلادَكُمْ على ثلاثِ خِصالٍ: حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ أهْلَ بَيْتِهِ وقِراءَةِ القُرآنِ
“Ajarlah anak-anakmu atas tiga perkara: mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya, dan membaca Al-Qur’an.”
Beliau menjelaskan bahwa tidak ada ibadah yang lebih mulia daripada mencintai Nabi Muhammad SAW. Dengan mencintai beliau, seorang hamba akan mendapatkan jaminan syafaat. Beliau mengisahkan pula betapa banyak pecinta nabi yang memiliki hati begitu bersih hingga pingsan saat menghayati makna bacaan maulid karena saking dalamnya rasa rindu dan saking dalamnya menghayati arti maulid.
Baca juga: Pembukaan Rutinan Pengajian Kemis Legi 2026 M.
Tanda Cinta dan Pesan Perdamaian
Lebih lanjut, KH. An’im Falahuddin Mahrus mengingatkan jamaah bahwa cinta kepada Kanjeng Nabi harus kita buktikan dengan tindakan nyata. Salah satu tanda cinta yang paling autentik menurut beliau adalah dengan terus tekun mempelajari ilmu syariat yang beliau bawa. Selain itu, memperbanyak shalawat beliau jelaskan akan menjadi wasilah bagi kita semua untuk mencukupi segala hajat dunia maupun akhirat.
Di majelis ini beliau juga menyisipkan pesan sosial tentang pentingnya perdamaian. KH. An’im Falahuddin Mahrus mengenang sosok keteladanan almaghfurlah KH. Mahrus Aly. KH. Mahrus Aly dikenal sebagai pribadi yang sangat gemar mendamaikan pihak-pihak yang sedang berkonflik. Hal ini merupakan bentuk meneladani (ittiba’) Rasulullah SAW yang dahulu berhasil mendamaikan dua kabilah agung, yakni kabilah Aus dan Khazraj.
KH. An’im Falahuddin Mahrus menutup majelis ini dengan doa bersama, memohon agar umat Islam senantiasa dianugerahi kedamaian, kerukunan, dan selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





