Selama dua hari, Kamis dan Jumat, 08–09 Mei 2025, Gedung Al-Karim di sisi selatan Gedung Percetakan Darul Mubtadiin dipenuhi oleh peserta ujian masuk Marhalah Tsani (M2) Ma’had Aly Lirboyo. Sebanyak 235 calon mahasantri datang dengan semangat tinggi untuk mengikuti rangkaian seleksi.
Proses awal: registrasi dan penempatan
Setibanya di lokasi, peserta langsung mengisi absensi sebagai bukti kehadiran. Setelah itu, panitia mengarahkan mereka menuju ruang ujian masing-masing. Petugas mengawasi jalannya proses ini secara langsung dan memastikan suasana tetap tertib.
Baca juga: 1.304 Santri Mengikuti Ujian Tes Masuk MHM dan Ma’had Aly
Hari pertama: ujian tulis fikih kebangsaan
Pada Kamis (08/05), peserta mengikuti ujian tulis sebagai tahap pertama. Panitia mengambil materi dari Buku Fikih Kebangsaan Jilid I–III, yang menjadi rujukan utama dalam memahami persoalan kebangsaan secara islami.
Mereka harus menjawab dua soal uraian yang menuntut pemikiran mendalam, argumentasi logis, dan analisis sistematis terhadap isu-isu aktual. Soal-soal ini menguji kemampuan peserta dalam merespons realitas sosial yang bersifat kebangsaan dengan pendekatan fiqih yang solutif dan moderat.
Hari kedua: ujian lisan dalam dua sesi
Pada Jumat (09/05), peserta mengikuti ujian lisan. Karena jumlah peserta cukup banyak dan jumlah penguji terbatas, panitia membagi ujian menjadi dua gelombang: sebelum dan sesudah shalat Jumat.
Tiga peserta duduk sesuai urutan yang telah panitia tetapkan sedangkan peserta lainnya menunggu di ruang tunggu. Di setiap ruangan, empat penguji duduk berhadapan dengan tiga peserta. Setelah menyelesaikan ujiannya, peserta langsung melapor ke panitia agar peserta berikutnya bisa menempati kursi kosong.

Baca juga: Sekilas Haul Ummul Ma’had Lirboyo; Ibu Nyai Dlomroh yang Ke-67
Materi Ujian Lisan
Panitia menyusun ujian lisan secara menyeluruh, meliputi aspek akademik, kepribadian, dan spiritualitas. Berikut beberapa materinya:
- Membaca Kitab Turats
Peserta membaca dan menjelaskan isi kitab Kanzurroghibin serta Syarh Jam’ul Jawami’ menggunakan metode makna gandul, lalu menjelaskannya dalam bahasa Indonesia. Setelah itu penguji menilai pemahaman dan ketepatan interpretasi dari penjelasan tersebut. - Munaqosyah Fikih Kebangsaan
Peserta mempresentasikan jawaban dari ujian tulis dan menjelaskannya secara lisan. Sesi ini menguji pemahaman dan kemampuan menyampaikan argumen terhadap isu-isu kebangsaan. - Psikotes
Penguji menyampaikan pertanyaan untuk menggali karakter, kesiapan mental, dan potensi peserta dalam mengikuti perkuliahan di tingkat Marhalah Tsani. - Hafalan Al-Qur’an
Peserta non-alumni Marhalah Ula wajib menunjukkan hafalan minimal tiga juz sebagai bagian dari penilaian spiritual. - Hafalan Hadis
Peserta non-alumni juga menyetorkan hafalan 150 hadis dari kitab Jami’ul Ulum wal Hikam untuk menunjukkan dasar keilmuan yang kuat.
Baca juga: Sekilas Haul ke-51 KH. Marzuqi Dahlan
Penutup
Ma’had Aly Lirboyo terus berkomitmen untuk mencetak kader ulama yang unggul, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi spiritual dan karakter. Rangkaian ujian ini menjadi pintu awal bagi para calon mahasantri untuk menapaki jenjang keilmuan yang lebih tinggi dan bertanggung jawab terhadap masa depan umat.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
