BSSN Dorong Santri Lirboyo Ciptakan Jejak Digital Positif Dan Jaga Keamanan Media Sosial

BSSN Dorong Santri Lirboyo Ciptakan Jejak Digital Positif

Lirboyo, Sabtu (25/04/2026) — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar Gerakan Literasi Keamanan Siber (GELITIKS) di Pondok Pesantren Lirboyo, Sabtu pagi. Acara yang mulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk membekali para santri agar lebih bijak dalam mengelola informasi dan menjaga keamanan ruang digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Hadir dalam agenda tersebut pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Bapak Rafli Chairil Putra, serta Ketua Literasi BSSN, Bapak Rikson Gultom. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mensinergikan nilai-nilai pesantren dengan literasi digital nasional.

Baca juga: Mengenang Nyai Dlomroh: Hikayah dari Para Masyayikh Lirboyo

Santri sebagai Konten Kreator yang Santun

Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Bapak Rafli Chairil Putra, menyambut hangat inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa peran santri saat ini tidak hanya terbatas di dalam pondok pesantren, tetapi juga merambah ke dunia digital sebagai konten kreator.

“Penting bagi kita sebagai santri untuk mengetahui cara menjaga informasi di media sosial. Harapannya, ketika santri menjadi konten kreator, mereka tetap mengedepankan dakwah yang santun dan menjaga marwah pesantren,” pesan beliau dalam sesi sambutan.

Baca juga: Haul ke-68 Ibu Nyai Dlomroh: Teladan Kesabaran dan Pengabdian di Pondok Pesantren Lirboyo

Misi Nasional dan Instruksi Pimpinan BSSN

Dalam sambutannya, Bapak Rikson Gultom mengungkapkan bahwa kehadiran GELITIKS di Lirboyo merupakan instruksi langsung dari pimpinan BSSN. Ia menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan misi nasional yang sejalan dengan program Presiden RI untuk memperkuat ketahanan siber bangsa.

“GELITIKS sudah berjalan sejak 2018 dan telah menjangkau 34 provinsi. Kami hadir di sini karena media online saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kami berharap santri Lirboyo mampu mengisi ruang digital dengan konten-konten yang positif.” ujar Bapak Rikson di hadapan para peserta.

Baca juga: Ujian Masuk MHM Lirboyo Cabang Zonasi 2026/2027: Pembagian Zonasi dan Jadwal Lengkap

Memahami Jejak Digital dan Keamanan Siber Sosial

Bapak Asyraffi Adnil Ma’ali selaku narasumber dari BSSN menyampaikan materi inti. Beliau membedah keamanan siber menjadi dua ranah utama: Keamanan Siber Teknis dan Keamanan Siber Sosial. Fokus utama dalam materi ini adalah mengenai jejak digital yang seringkali diabaikan oleh pengguna internet.

“Jejak digital itu ada yang aktif dan pasif. Dampaknya sangat nyata; bisa merusak reputasi diri, berdampak pada sekolah, hingga memengaruhi masa depan. Ingat, media sosial itu bukan ruang pribadi, maka berhati-hatilah dalam memposting apapun,” kata Bapak Asyraffi.

Beliau juga mendorong santri untuk aktif menciptakan jejak digital positif. Caranya adalah dengan memproduksi konten-konten yang mengangkat tema akhlak, adab sehari-hari, serta aktivitas sosial yang inspiratif.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang antusias dan doa bersama. Melalui Gerakan GELITIKS ini, Pimpinan Pondok dan Ketua Literasi BSSN mengharapkan santri Lirboyo supaya tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kesantunan di jagat siber Indonesia.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses