Wawancara Eksklusif Bersama Dubes Malaysia

Wawancara-Ekslusif-bersama-Dubes-Malaysia

Lirboyo (28/09/2025) – Kunjungan Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin, ke Pondok Pesantren Lirboyo menjadi ajang silaturahmi sekaligus pertukaran gagasan penting.

Pesantren besar di Kediri yang menaungi kurang lebih 50 ribu santri. Ini menjadi titik temu antara Fikih Kebangsaan (salah satu buku karangan Lirboyo) di Indonesia dan gagasan Malaysia Madani yang tengah digagas di negeri jiran.

Dalam lawatan tersebut, Dubes Malaysia menyampaikan kekaguman sekaligus membuka peluang kerjasama pendidikan lintas negara. Terutama bagi santri Malaysia yang sedang menimba ilmu di Indonesia.

Baca juga: Dubes Malaysia Sambangi Santri Lirboyo: Perkuat Malaysia Madani & Fikih Kebangsaan

Wawancara Eksklusif bersama Dubes Malaysia

Setelah acara forum itu, Redaktur Tim Lirboyo.net berkesempatan untuk wawancara eksklusif bersama Dubes Malaysia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin di Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo. Berikut adalah hasil wawancaranya:

Redaktur (RED): Apa perasaan Dato’ ketika berkunjung ke Pondok Lirboyo ini?

Dato’ Syed Mohamad Hasrin (DSMH): Ini pertama kali saya berkunjung ke Kediri dan juga ke Pesantren Lirboyo. Suatu pengalaman yang saya kira sangat menarik, (sebelumnya) belum pernah berkunjung ke Pesantren yang sebegini besar dengan jumlah pelajarnya yang sangat ramai, 50 ribu. Seperti mengingatkan saya ketika belajar di sekolah saya dahulu, dan itu pun 30 ribu-an. (Tetapi) di sini 50 ribu dan itu lebih besar. Selain itu, dapat juga kami berpeluang untuk bertemu dan berjumpa dengan santri-santri dari Malaysia untuk kita beramah mesra dan juga mendengar apa yang perlu kami bantu dan sebagainya.

Baca Juga: Lirboyo Gelar Salat Gerhana Bulan

RED: Apa pesan khusus Dato’ untuk santri asal Malaysia yang sedang menimba ilmu di Lirboyo?

DSMH: Mereka diantar ke sini dengan ibu bapak, pastinya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk belajar dan nanti tentunya pulang dari tanah rantau atau bisa berkarir di mana saja dan agar harapan ibu bapak (mereka bisa) tercapai.

Dari segi kedutaan (pesan kami) adalah menjaga kebajikan anak-anak Malaysia di luar negara, termasuk yang belajar di Lirboyo ini. Kita juga memberi pesan kepada santri-santri dari Malaysia untuk belajar dengan baik dan pastikan keselamatan dokumen diri dan keselamatan dokumen seperti pasport, visa dan lainnya. Agar tidak ada masalah-masalah klausula nanti yang perlu kami selesaikan, karena mencegah itu lebih baik. Dan juga dari segi pelajaran dan pembentukan karakter mereka sudah berada di tempat yang baik dan harapan kita juga (agar mereka bisa) menjaga nama baik negara. Dan juga saya tekankan untuk mereka adalah agar bisa belajar mengenai budaya dan lainnya. Jadi ada nilai tambah untuk mereka yang sedang belajar di luar negara berbanding dengan pelajar yang belajar di dalam negara.

Baca juga: Santri Lirboyo Gelar Praktik Falak: Amati Gerhana Bulan dengan Teleskop

RED: Apa harapan Dato’ setelah mengikuti Forum Malaysia Madani dan Fikih Kebangsaan ?

DSMH: Tadi juga kita selesai acara Forum Malaysia Madani dan Fikih Kebangsaan. Forum tersebut juga menghadirkan satu panel dari Malaysia dan satu panel dari Indonesia. (Dan) kita bisa (dapat saling) belajar (mengenai) pembangunan negara di Indonesia dan Malaysia untuk kita dapat belajar bersama dan bagaimana bisa diaplikasikan yang sesuai (dengan konteks) di Malaysia. Dan kami berharap dengan forum tadi, akan juga meningkatkan kerjasama antara Lirboyo dan intitusi-institusi pendidikan yang di Malaysia. Seperti yang saya dengar tadi ada 10 santri dari Lirboyo yang sedang kuliah di University Pendidikan Sultan Idris (UPSI) di Perak, Malaysia. Dan insya Allah kalau ada apa-apa yang bisa kami bantu dari segi urusan pembelajaran maupun dokumen. Kita bisa bantu agar hubungan silaturrahmi ini tetap berjalan.

Baca juga: Pesantren Lirboyo Gelar Maulid Nabi Selama Tiga Hari

RED: Setelah mengikuti forum tadi, apa pelajaran yang bisa Dato’ petik untuk diaplikasikan di Malaysia?

DSMH: Saya kira banyak kesamaan antara konsep Malaysia Madani dan Fikih Kebangsaan. Terutamanya dalam segi tanggung jawab kepada negara dan bagaimana mau hidup dalam satu negara agar negara itu aman, sejahtera dan makmur. Termasuk juga, dalam penjagaan alam sekitar dan lingkungan hidup. Saya kira banyak yang boleh di dalami lagi dan dirungkai daripada buku Fikih Kebangsaan tadi untuk kita padankan dengan konsep Malaysia Madani untuk kebaikan kita bersama.

Baca juga: Lirboyo Resmikan Rumah Pengelolaan Sampah

RED: Apakah kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Kedubes Malaysia untuk Indonesia di bidang pendidikan?

DSMH: Iya, memang kita sudah merancang untuk melakukan program ini sudah agak lama. Cuman karena kesibukan jadwal dan sebagainya, baru sekarang kita dapat laksanakan, dan juga kebetulan ada program di Surabaya, jadi kita bisa padankan waktunya. Jadi program-program kerjasama pendidikan, pertukaran pandangan ini memang salah satu elemen penting dari tugas kedutaan untuk mempereratkan lagi dengan Indonesia. Khususnya dalam segi pendidikan dengan objektif dan untuk meningkatkan lagi hubungan antar kedua masyarakat Malaysia dan Indonesia.

Baca juga: Lirboyo Siapkan 3.500 Nampan untuk Puncak Ta’dhim Maulid 1447 H

RED: Apa alasan Dato’ memilih Lirboyo sebagai pertukaran pandangan terkait konsep Malaysia Madani?

DSMH: Karena pesantren Lirboyo banyak kesamaan dari segi konsep Malaysia Madani dengan Fikih Kebangsaannya, maka kami pilih Lirboyo.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

One thought on “Wawancara Eksklusif Bersama Dubes Malaysia

  1. Dari dulu memang Malaysia sudah pernah ada yang nyantri di Lirboyo, pada waktu kami mondok tahun 1990 – 1996 ,fakim santri dari Malaysia. Terbukti dulu ada asrama Malaya di sebelah Utara masjid , merupakan asrama santri dari Malaysia.
    Semoga hubungan kedua negara ini tetap terjalin dg baik ilaa Yaumil qiyamah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses