Liputan Lomba MQK ASEAN di Ponpes Lirboyo

babak penyisihan Mqk asean di pondok lirboyo

Kediri, Indonesia – Pada tanggal 8 November 2024 M. Pondok Pesantren Lirboyo menyelenggarakan Perlombaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat ASEAN untuk babak penyisihan.

MQK merupakan perlombaan membaca dan memahami kitab kuning, yang diikuti oleh ratusan santri dari berbagai daerah di Indonesia serta negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Acara ini bertujuan untuk membangkitkan kecintaan santri terhadap kitab kuning dan memperkuat kajian keilmuan Islam dari sumber-sumber klasik yang ulama susun pada masa pertengahan.

Baca juga: Praktik Rukyatul Hilal di Pantai Molang, Tulungagung, Jawa Timur

Tujuan Perlombaan MQK Asean

Perlombaan MQK ASEAN ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi. Namun, juga sebagai bentuk upaya pembinaan bagi santri untuk terus mempelajari kitab-kitab berbahasa Arab sebagai sumber utama ilmu-ilmu agama Islam. Perlombaan ini bertujuan untuk:

  1. Untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri terhadap “Kitab Kuning”. Serta, meningkatkan kemampuan santri dalam mengkaji, memahami dan mendalami ilmu-ilmu agama Islam dari sumber kitab-kitab berbahasa Arab.
  2. Untuk menjalin silaturahim antar santri. Baik yang berasal dari luar negeri ataupun yang berasal dari pondok pesantren yang berada di sekitar Lirboyo.
  3. Untuk meningkatkan peran Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan.

Baca Juga: Istighosah dan Doa Bersama Hari Santri 2024 Pondok Lirboyo

Peserta dan Kategori Perlombaan MQK Asean

Dalam perlombaan ini, sudah tercatat sebanyak 635 santri yang ikut berpartisipasi. Dan juga para pesertanya berasal dari berbagai pesantren di Jawa Timur, serta dari negara Malaysia dan Thailand. Agar tidak tercampur, maka dalam perlombaan ini ada ketentuan perihal pembagian usia. Yang terbagi menjadi empat kategori usia dan kitab yang berbeda, di antaranya adalah:

  • Marhalah Ula untuk santri dengan maksimal kelahiran 2009 (maka maksimal umur 15 tahun), dengan kitab Mukhtashar Jiddan dan Sullam at-Taufiq.
  • Marhalah Wustho untuk santri dengan maksimal kelahiran 2006 (maka maksimal umur18 tahun), dengan kitab Fathu Rabbi al-Bariyyah dan Fath al-Qarib.
  • Marhalah Ulya untuk santri dengan maksimal kelahiran 2002 (maka maksimal umur22 tahun), dengan kitab Ibn ‘Aqil Ala al-Alfiyah dan Fath al-Mu’in.
  • Marhalah Ma’had Aly untuk santri dengan maksimal kelahiran 1997 (maka maksimal umur27 tahun), dengan kitab Ihya’ Ulumuddin dan Syarh Jam’u al-Jawami’.

Baca Juga: MQK ASEAN Putra Pondok Pesantren Lirboyo

Seleksi dan Penjurian

Panitia menetapkan satu utusan dari setiap pesantren atau himpunan pelajar daerah dalam setiap kategori untuk membatasi jumlah peserta.

Untuk penjurian dalam Perlombaan MQK Asean kali ini membaginya dengan dua bagiana. Yang pertama Dewan juri untuk babak penyisihan berasal dari para perumus LBM Lirboyo dan dosen Ma’had Aly Lirboyo. Sedangkan yang keduan yakni babak final, juri akan diambil dari para perumus FMPP se-Jawa Madura.

Daya Tarik dan Hadiah

Selain sebagai ajang prestasi, Perlombaan MQK ASEAN ini juga menawarkan hadiah-hadiah bernilai jutaan rupiah yang menarik banyak minat peserta dari berbagai daerah. Bagi para santri, ajang ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga sarana untuk mengasah kemampuan dalam memahami dan menerjemahkan kitab kuning yang menjadi identitas pendidikan pesantren.

Baca Juga: 1.170 Mahasantri Marhalah Ula Mengikuti Ujian Risalah Tahun Ini

Kriteria Penilaian

Penilaian dalam lomba ini difokuskan pada beberapa aspek, yaitu:

  1. Bacaan: Ketepatan intonasi dan kejelasan harakat sesuai kaidah nahwu dan sharaf.
  2. Murad (Terjemahan): Kemampuan menerjemahkan ke bahasa Indonesia dengan makna yang tepat.
  3. Wawasan: Kedalaman analisis serta pemahaman konteks maqra dalam isu-isu kontemporer.

Rencana Ke Depan

Perlombaan ini juga menjadi bagian dari peringatan 1 Abad MHM Lirboyo dan rangkaian Munas V Himasal serta Reuni Akbar VI. Mengingat pentingnya acara ini, Lirboyo membuka kemungkinan untuk menyelenggarakan Perlombaan MQK setingkat Asean kembali di masa mendatang, walaupun tidak setiap tahun.

Perlombaan MQK ASEAN di Pondok Pesantren Lirboyo ini menunjukkan komitmen pesantren untuk tetap menjaga tradisi keilmuan Islam melalui kitab kuning di tengah gempuran zaman yang serba modern.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses