Jamiyyah Nahdliyah: Membedah Peta Dakwah Santri di Masa Kini

dakwah islam bil hal

Seminar Jamiyyah Nahdliyah, yang berlangsung dengan meriah. Pada acara kali Ini Jamiyyah Nahdliyah menampilkan pembacaan pemenang lomba syair dan juga puisi. Selain itu Jamiyyah Nahdliyah menghadirkan gagasan inspiratif terkait peran santri dalam berdakwah. Seperti pameran Mading Hidayah dari awal beridri hingga sendiri. Hal ini menandakan tentang eksistensi Mading Hidayah dan M3HM dalam mewadahi para siswa Madrasah Hidayatul Mubtadiin tentang dakwah dalam agama islam bisa melalui kepenulisan.

Baca Juga: Kuliah Umum; Syarat-Syarat menjadi Mufasir

Sambutan KH. Athoillah S. Anwar

KH. Athoillah S. Anwar yang dalam sambutannya membagikan refleksi historis terkait perjalanan dakwah dan kreativitas santri, melalui media Mading Hidayah dan M3HM.

KH. Athoillah mengungkapkan bahwa M3HM di masa lalu menjadi wadah penting dalam menyalurkan kreativitas siswa Madrasah Hidayatul Mubtadiin. Dalam perkembangannya, sempat terjadi penyimpangan arah ketika kegiatan M3HM (Majelis Musyawarah Madrasah Hidayatul Mubtadiin) teralihkan untuk urusan administratif seperti KTK (Kartu Tanda Keluarga), yang seharusnya menjadi tanggung jawab pondok. Namun, melalui evaluasi, M3HM kembali kepada misi awalnya, yaitu mengelola kegiatan ekstrakurikuler siswa.

Di masa lalu, Jam’iyyah Nahdliyah menjadi kegiatan unggulan yang dinanti-nantikan karena kala itu belum banyak program serupa di daerah-daerah. Bahkan, tim M3HM dan Mading Hidayah pernah berkolaborasi dengan pondok dalam menerbitkan majalah Misykat. Sayangnya, majalah tersebut tidak mampu bertahan karena kendala perubahan era dan peralihan masyarakat ke media digital.

KH. Athoillah memandang era digital sebagai tantangan sekaligus peluang besar untuk pengembangan berdakwah santri. Dengan tenaga ahli yang memadai, beliau optimistis kolaborasi di dunia digital dapat menjadi strategi baru untuk melanjutkan misi dakwah.

Baca Juga: Grand Final Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Se-Asean Putra

Seminar Nahdliyah: Memahami Dakwah dan Esensi Keikhlasan oleh KH. Muhammad Mustofa Aqil Siradj

Seminar Nahdliyah yang diisi oleh KH. Muhammad Mustofa Aqil Siradj memberikan wawasan mendalam mengenai dakwah sebagai tugas mulia santri di masa kini. Beliau mengurai pentingnya keikhlasan, tirakat, serta strategi dalam berdakwah yang harus relevan dengan perkembangan zaman, sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip Al-Qur’an.

Melaksanakan Perintah Allah Tanpa Memikirkan Hasil

Kyai Mustofa membuka seminar dengan menegaskan bahwa menjalankan perintah Allah harus kita dasari dengan keikhlasan, tanpa memikirkan hasil akhirnya. Kisah Nabi Musa AS. menjadi contoh nyata, di mana beliau dengan patuh mengikuti perintah Allah untuk pergi ke tepi laut, meskipun tidak mengetahui bagaimana Allah akan memberikan pertolongan. Hal ini, menurut Kyai Mustofa, adalah refleksi dari iman yang totalitas, yang harus menjadi teladan bagi santri.

Dakwah Bil Hal: Strategi Dakwah Efektif

Dalam pemaparannya, Kyai Mustofa menyoroti pentingnya dakwah bil hal, yaitu berdakwah melalui tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Menurut beliau, berdakwah tidak hanya kita sampaikan lewat ceramah atau lisan. Tetapi juga, harus kita wujudkan dalam perilaku sehari-hari yang memberikan manfaat bagi orang lain (dakwah bil hal).

Beliau menekankan bahwa dakwah bil hal sangat relevan dalam kehidupan modern. Karena tindakan nyata sering kali lebih efektif dalam menyentuh hati masyarakat daripada dengan sekadar kata-kata.

Baca Juga: Seminar Wanita Sehat; Edukasi dalam Penanganan Penyakit

Tirakat: Bekal Menjadi Ulama

Santri, menurut Kyai Mustofa, perlu meneladani para ulama terdahulu yang menjadikan tirakat sebagai bagian penting dalam perjalanan spiritual mereka. Beliau mengangkat kisah KH. Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, yang menjalani tirakat dengan hanya memakan intip (nasi yang menempel di dandang) dari teman-temannya. Tirakat ini diyakini menjadi jalan bagi seorang santri untuk meraih keberkahan dan kemuliaan ilmu.

Membedah Peta Dakwah Santri di Masa Kini

Membedah peta dakwah di masa kini, Kyai Mustofa menjelaskan bahwa meskipun esensi dakwah tetap sama, metode dan pendekatannya saja yang harus kita sesuaikan dengan perkembangan zaman. Al-Qur’an telah memberikan panduan untuk berdakwah, namun tantangan zaman modern, seperti digitalisasi, menuntut pendekatan yang lebih kreatif dan relevan.

Beliau juga menjelaskan alasan mengapa dakwah ini perlu untuk kita lalukan. Karena pada dasarnya, agama adalah satu dan lurus, namun penyimpangan terjadi akibat dualitas kebutuhan manusia—ruh dan jasad.

Dalam tafsir Al-Quran ada sebuah penjelasan bahwasanya saat setalah Allah membuat Nabi Adam. Allah kemudian memerintah malaikat untuk mengusap punggunya Nabi Adam. Kemudian keluarlah ruh anak keturunan Nabi Adam. Kemudian Allah bertanya “Apakah Aku tuhanmu?” para ruh menjawab iya engkau adalah tuhanku. Itulah jawaban dari ruh, tetapi bukan jasad. Hal ini menandakan bahwasanya yang memliki kedekatan dengan Allah adalah ruh bukan jasad.

Jika ruh cenderung kepada hal yang tak terlihat, seperti rohmat Allah maka jasad cenderung pada hal-hal duniawi seperti makan, tidur, dan lainnya. Ketidakseimbangan inilah yang sering kali menjadi akar penyimpangan. Sehingga dakwah diperlukan untuk membimbing manusia kembali kepada fitrah ruhaniyahnya.

Baca Juga: Liputan dan Hasil Rumusan FMP3 XXVII

Untuk lebih lengkapnya lihat juga Live Streamingnya:

Kesimpulan

Seminar ini menegaskan bahwa dakwah adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, tirakat, dan strategi yang tepat. Melalui dakwah bil hal, santri diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Dengan adaptasi terhadap perubahan zaman, seperti memanfaatkan teknologi digital, dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang luhur.

Seminar ini menjadi pengingat bahwa peran santri tidak hanya sebatas belajar, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa misi dakwah untuk membangun masyarakat yang lebih baik.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses