Khataman Kitab Ihya Ulumuddin

ihya ulumuddin

Pondok Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur – Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu tempat pendidikan Islam yang masih terjaga kesalafiyannya di Indonesia. Kemarin Jum’at, 11 Desember 2024 M. mengadakan khataman Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus.

Kesakralan Khataman Kitab Ihya Ulumuddin

Kitab Ihya Ulumudin ini adalah salah satu karya dari Imam Al-Ghazali yang merupakan sebuah karya monumental dalam literatur Islam. Kitab ini membahas akhlak, tasawuf, dan ibadah secara mendalam. Selain itu Khataman Kitab Ihya Ulumuddin ini sangat terasa sakral bagi para santri karena beberapa hal berikut:

Waktu Pengajian yang Lama

Khataman kitab Ihya Ulumuddin merupakan sesuatu yang sangat spesial bagi para santri Pondok Lirboyo. Karena untuk mengkhatamkan kitab ini membutuhkan waktu kurang lebih 9 tahun. Pengajian kitab ini telah KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus mulai pada tanggal 23 Agustus 2015 dan baru khatam pada tahun ini, yakni tanggal 27 Desember 2024.

Pengajian bagi Para Santri Senior

Ribuan santri dan juga pengurus turut mengikuti khataman kitab Ihya Ulumudin ini. Karena memang momen khataman ini sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh santri. Selain lamanya waktu ngaji, pengajian Kitab Ihya Ulumudin ini memiliki sebuah perasaan tersendiri bagi para santri. Karena pengajian ini diperuntukkan bagi santri yang kelasnya telah tinggi.

Dan bagi para santri junior (santri yang tingkatan kelasnya masih rendah) tidak diperkenankan mengikuti pengajian ini. Karena ada peraturan tertulis dari dawuh KH. Abdul Karim Pendiri Pondok Lirboyo yang berbunyi: “Poro Santri dipun larang ngahos kitab ingkang dereng pangkatipun”

Mendapatkan Ijazah-Ijazah

Pada momen khataman Ihya Ulumuddin beliau KH. Abdulloh Kafabihi memberikan beberapa ijazah bagi para santri. Guna menjadi bekal pegangan para santri entah sekarang ataupun nanti ketika sudah hidup bermasyarakat.

Yang pertama dari hadis:

من صافح عليا فكأنما صافحني، ومن صافحني فكأنما صافح أركان العرش، ومن عانقه فكأنما عانقني ومن عانقني فكأنما عانق الأنبياء كلهم، ومن صافح محبا لعلي غفر الله له الذنوب وادخل الجنة بغير حساب 

Beliau memberikan ijazah dengan praktek: yakni beliau bersalaman secara langsung dengan seluruh santri yang hadir dalam acara ijazahan.

Kemudian Ijazah yang kedua beliau terkait dengan “Hari kiamat tidak akan terjadi jika masih ada yang mengucapkan lafadz Allah” maka beliau memberikan ijazah sebuah kalimat tauhid kepada para santri.

Dan yang terakhir adalah ijazah yang paling para santri tunggu-tunggu. Yakni Ijazah sanad dari Kitab Ihya Ulumuddin. Yang beliau ijazahkan dengan sanad yang turun temurun dari guru-guru beliau hingga sampai Imam Al-Ghazali.

Pelestarian Tradisi Islam Nusantara

Kegiatan khataman merupakan salah satu wujud nyata pelestarian tradisi Islam Nusantara. Pondok Pesantren Lirboyo, yang lebih kita kenal dengan metode salafiyah, terus menjaga warisan keilmuan Islam klasik agar tetap hidup di tengah modernitas.

Semoga tradisi mulia ini terus berlanjut, menjadi lentera ilmu bagi para santri khususnya, dan juga bagi umat Islam di Indonesia dan dunia. Semoga dengan khataman kitab Ihya Ulumuddin ini Pondok Pesantren Lirboyo, Allah anggap bukti sebagai telah menjaga warisan para nabi untuk generasi mendatang.

  • Ihya ulumudin
  • Ihya ulumudin
  • Ihya ulumudin

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses