Sejak ratusan tahun yang lalu masyarakat kita sudah akrab dengan bacaan yang ada dalam acara tahlilan, boleh jadi terdapat banyak perbedaan kalimat yang dibaca dan jumlah pembacaannya. Tapi yang jelas semua memiliki tujuan yang sama, yakni mengirim pahala dari kalimat yang kita baca untuk arwah orang-orang yang terdahulu. Berikut kami cantumkan runtutan dari bacaan tahlil yang digunakan di Pondok Lirboyo yang mungkin lebih panjang dari tahlil kebanyakan.
Baca juga: Manfaat Shalawat Nariyah dan Cara Mengamalkannya
Hadiah Al-Fatihah untuk Nabi dan Sahabat
إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ أبآئهِ وَاُمَّهَاتِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ وَإِخْوَانِهِ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَآلِ كُلٍّ وَأَصْحَابِ كُلٍّ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، الْفَاتِحَة
“(Dihadiahi bacaan) kepada hadirat Nabi yang terpilih, junjungan dan pemimpin kita, Nabi Muhammad ﷺ. Kemudian kepada hadirat ayah-ayah dan ibu-ibu beliau, keturunan beliau, dan saudara-saudara beliau dari kalangan para nabi dan rasul, beserta keluarga mereka dan para sahabat mereka seluruhnya. Juga kepada para tabi‘in dan tabi‘ut-tabi‘in yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga hari kiamat. Al-Fātiḥah.”
Hadiah Al-Fatihah untuk imam 4 mazhab
ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ أَئِمَّةِ الْاَرْبَعَةِ الْمُجْتَهِدِيْنَ وَمُقَلِّدِيْهِمْ فِى الدِّيْنِ وَإِلَى حَضْرَةِ الْعُلَمَآءِ الْعَامِلِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ أَيْنَمَا كَانُوْا مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ اِلَي مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا وَبِلَادِهَا وَجِبَالِهَا وَأَوْدِيَاتِهَا خُصُوْصًا اِلَي حَضْرَةِ السَّيِدِ الْقُطْبِ الرَّبَّانِيْ وَ الْعَارِفِ الصَّمَدَنِي الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِالجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُم اَجْمَعِيْنَ أَعَادَ اللهُ عَلَيْنَا بِبَرَكَاتِهِمْ وَكَرَمَاتِهِمْ وَشَفَاعَتِهِمْ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اَلْفَاتِحَة
“(Dihadiahi bacaan) kemudian kepada arwah para imam empat mazhab yang mujtahid beserta para pengikut mereka dalam urusan agama. Dan (juga) kepada hadirat para ulama yang mengamalkan ilmunya, para syuhada, orang-orang saleh, dan para wali di mana pun mereka berada, dari timur hingga barat bumi, di darat maupun di laut, di negeri-negeri, pegunungan, dan lembah-lembahnya.
Khususnya kepada hadirat Sayyid al-Quthb ar-Rabbani, al-‘Arif ash-Shamadani, asy-Syaikh Abdul Qadir al-Jailani raḍiyallāhu ‘anhum ajma‘īn. Semoga Allah mengembalikan kepada kita keberkahan, karamah, dan syafaat mereka di dunia maupun di akhirat. Al-Fātiḥah.”
Baca juga: Sayyidah Khadijah: Dua Sosok Paling Berpengaruh dalam Hidupnya
Hadiah Al-Fatihah untuk kedua orang tua dan leluhur
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ آبَائِنَا وَآبَاءِ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأًمَّهَاتِ أًمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا وَاَجْدَادِ اَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَ جَدَّاتِ جَدَّاتِنَا وَأَخْوَالِنَا وَخَالَتِنَا وَاَعْمَامِنَا وَعَمَّاتِنَا وَ مَشَايِخِنَا وَ مَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ خُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ مَنْ كَانَتِ الْقِرَاءَةُ وَالتِّلَاوَةٌ لهم {فلان بن فلان} الفاتحة
“(Dihadiahi bacaan) kemudian kepada hadirat bapak-bapak kami, dan bapak dari bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, dan ibu dari ibu-ibu kami, kakek-kakek kami, dan kakek dari kakek-kakek kami, nenek-nenek kami, dan nenek dari nenek-nenek kami, paman dari pihak ibu (khāl), bibi dari pihak ibu (khālah), paman dari pihak ayah (‘amm), bibi dari pihak ayah (‘ammah), guru-guru kami, dan guru dari para guru kami, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, dari umat junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, khususnya kepada hadirat orang yang menjadi tujuan bacaan dan tilawah ini {fulān bin fulān}. Al-Fātiḥah.”
Baca juga: Belajar dari Sahabat Anas ra.: Menjaga Diri dari Prasangka Buruk
di lanjut Dzikir tahlil, tahmid dan surat-surat pendek
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بـــِــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ * اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَد * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَد
“Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah (wahai Muhammad): Dialah Allah Yang Maha Esa.
Allah tempat bergantung segala sesuatu.
Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Dan tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengan-Nya.”(QS. Al-Ikhlas)
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بــــــِـسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ * وَمِن شَرِّ النَّفَّـثاتِ فِى الْعُقَدِ * وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dan dari kejahatan para penyihir perempuan yang meniup pada buhul-buhul,
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”(QS. Al-Falaq)
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بــِـــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاسِ * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”(QS. An-Nas)
Baca juga: Khutbah Jumat: Mari Tebarkan Kebaikan
Lanjut dengan Tahmid dan membaca Al-Fatihah
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين. أمِينْ
“Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat. Amin.”(QS. Al-Fatihah)
Kemudian awal Surat Al-Baqarah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الم. ذَلِكَ اْلكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ. اَلَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْاخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. اُولئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ.
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Alif Lām Mīm. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; (ia menjadi) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad), serta kitab-kitab yang diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. Al-Baqarah: 1-5)
Baca juga: Khutbah Jumat: Menempuh Jalan Lurus
Dilanjut Ayat Kursi
وَإِلهُكُمْ إِلهُ وَاحِدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ اللهُ لاَ إِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَافِى اْلأَرْضِ مَنْ ذَالَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.
لِلّهِ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَا في اْلأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوْا مَافِى أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهِ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ. وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Allah, tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.”(QS. Al-Baqarah: 255)
Kemudian membaca akhir surat Al-Baqarah
آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبَّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ. كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَنُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاَيُكَلِّفُ الله نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَااكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَتُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَطَاقَةَ لَنَا بِهِ.
“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata): ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara rasul-rasul-Nya.’ Dan mereka berkata: ‘Kami mendengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu-lah tempat kembali.’ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Baginya (pahala) dari apa yang diusahakannya dan atasnya (dosa) dari apa yang dikerjakannya. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.”(QS. Al-Baqarah: 285-286)
Baca juga: Khutbah Jumat: Menjadi Hamba Selamat di Dunia dan Akhirat
Dilanjut membaca Doa
وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا (21 مرة)
أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْن بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
إِرْحَمْنَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (21 مرة)
“Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami” (baca 21 kali).
“Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.”
“Rahmatilah kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi” (baca 21 kali).
Doa keselamatan Ahlul Bait
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا
“Dan semoga rahmat Allah dan keberkahan-Nya tetap atas kalian, wahai Ahlul Bait (keluarga Nabi). Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Mulia, Sesungguhnya Allah bermaksud untuk menghilangkan segala dosa dari kalian, wahai Ahlul Bait, dan membersihkan kalian dengan sebersih-bersihnya. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian atasnya dan ucapkanlah salam dengan sebenar-benarnya salam.”
Baca juga: Hukum Berdiri Saat Maulid Nabi
Shalawat kepada Nabi
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ نُوْرِ الْهُدَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang paling utama kepada makhluk-Mu yang paling mulia, cahaya petunjuk, junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya. Limpahkan pula keberkahan dan keselamatan. (Shalawat itu) sebanyak ilmu-Mu dan seluas tinta kalimat-kalimat-Mu, setiap kali orang-orang yang berdzikir mengingat-Mu, dan sebanyak orang-orang yang lalai dari mengingat-Mu.”
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ، عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang paling utama kepada makhluk-Mu yang paling bahagia, matahari di waktu dhuha, junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya. Limpahkan pula keberkahan dan keselamatan. (Shalawat itu) sebanyak ilmu-Mu dan seluas tinta kalimat-kalimat-Mu, setiap kali orang-orang yang berdzikir mengingat-Mu, dan sebanyak orang-orang yang lalai dari mengingat-Mu.”
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ بَدْرِ الدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ، عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang paling utama kepada makhluk-Mu yang paling bahagia, bulan purnama di kegelapan malam, junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya. Limpahkan pula keberkahan dan keselamatan. (Shalawat itu) sebanyak ilmu-Mu dan seluas tinta kalimat-kalimat-Mu, setiap kali orang-orang yang berdzikir mengingat-Mu, dan sebanyak orang-orang yang lalai dari mengingat-Mu.”
وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. وَحَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
“Dan limpahkanlah kesejahteraan. Semoga Allah Tabaraka wa Ta‘ala meridhai para pemimpin kami, yaitu seluruh sahabat Rasulullah ﷺ. Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung serta sebaik-baik Penolong. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.”
Bacaan Tasbih setelah membaca Shalawat
حَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ (33 مرة)
“Cukuplah Allah bagi kami, Dia adalah sebaik-baik Pemelihara, sebaik-baik Pelindung, dan sebaik-baik Penolong.” (baca 33 kali)
لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ (33 مرة)
“Cukuplah Allah bagi kami, Dia adalah sebaik-baik Pemelihara, sebaik-baik Pelindung, dan sebaik-baik Penolong.” (baca 33 kali)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم (33 مرة)
“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung.” (baca 33 kali)
Baca juga: Menikah di Bulan Rabiul Awwal, Benarkah Membawa Sial?
Membaca Niat Dzikir
نَوَيْتُ الذِّكْرِ تَقَرُّبًا إِلَى اللهِ وَخُرُوْجًا مِنْ جَمِيْعِ الْمَعَاصِي أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَوْجُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَعْبُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ بَاقٍ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسلم
“Aku berniat berdzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk keluar dari semua perbuatan maksiat. Sebaik-baik dzikir adalah: Ketahuilah bahwa tiada Tuhan selain Allah. Yang Hidup dan Ada. Tiada Tuhan selain Allah, Yang Hidup dan Disembah. Tiada Tuhan selain Allah, Yang Hidup dan Kekal. (Dan junjungan kami) Nabi Muhammad ﷺ.”
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ (7/11/33 مرة)
“Tiada tuhan selain Allah” (baca 7 kali / 11 kali / 33 kali).
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله
“Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ حَبِيْبُ الله
“Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah kekasih Allah.”
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ نَبِيُّ الله
“Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah nabi Allah.”
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ خَلِيْلُ الله
“Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah sahabat dekat (kekasih istimewa) Allah.”
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ صَفِيُّ الله
“Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah pilihan Allah.”
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ نُوْرُ الله
“Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah cahaya Allah.”
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ حُجَّةُ الله
“Tiada tuhan selain Allah, Muhammad adalah hujjah (bukti/argumen) Allah.”
Baca juga: Back To Pancasila: Sejenak Kita Kembali Mengingat Pancasila
Membaca Wirid Shalawat
أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (45 مرة)
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad” (baca 45 kali).
صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ (45 مرة)
“Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad” (baca 45 kali).
Doa Sholawat Tahlil
أَللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ نِالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبً وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjungan kami, Nabi Muhammad ﷺ, yang dengan beliau terurai segala ikatan, dengan beliau hilang segala kesusahan, dengan beliau terpenuhi segala hajat, dengan beliau tercapai segala keinginan dan husnul khātimah, serta dengan sebab wajah mulia beliau turunnya hujan. Dan limpahkanlah juga (shalawat dan salam) kepada keluarga dan para sahabatnya, pada setiap kerlipan mata dan tarikan napas, sebanyak bilangan segala sesuatu yang Engkau ketahui.”
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : كَلِيْمَتَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِى الْمِيْزَانِ :
Rasulullah ﷺ bersabda: “Dua kalimat yang Allah cintai, Dzat Yang Maha Pengasih, ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amal).”
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ (21 مرة)
“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” (baca 21 kali)
يَا حَفِيْظُ يَا لَطِيْفُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ يَا اَللهُ (21 مرة)
“Wahai Dzat Yang Maha Memelihara, Wahai Dzat Yang Maha Lembut, Wahai Dzat Yang Maha Penolong, Wahai Dzat Yang Maha Mewakili, Wahai Allah.” (baca 21 kali)
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ (2 مرة)
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada kekasih-Mu, junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya, serta limpahkanlah salam sejahtera.” (baca 2 kali)
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ. (اَلْفَاتِحَة….)
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada kekasih-Mu, junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya seluruhnya. Limpahkanlah pula keberkahan dan kesejahteraan kepada mereka semuanya. (Al-Fātiḥah…)”
Doa Setelah Tahlil
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْد الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِك اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد صَلَاة ً تٌنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِى لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرٌنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّأَتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ.
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Pujian orang-orang yang bersyukur, pujian orang-orang yang mendapat nikmat, pujian yang sepadan dengan nikmat-Nya dan seimbang dengan karunia-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sebagaimana layak bagi keagungan wajah-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah rahmat, kesejahteraan, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, suatu shalawat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan bencana, dengannya Engkau menunaikan segala kebutuhan kami, dengannya Engkau menyucikan kami dari segala kesalahan, dengannya Engkau mengangkat kami pada derajat yang tinggi di sisi-Mu, dan dengannya Engkau sampaikan kami pada tujuan akhir dari segala kebaikan, baik di dunia maupun setelah kematian.”
Baca juga: Legalitas Umroh Sebelum Haji
Doa Sholawat
اللهم َصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلاَوَّلِيْنَ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْملاَءِ اْلاَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَللهُمَّ اجْعَلْ وَاَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْفَاتِحَةِ وَسُوْرَةِ الْإِخْلَاصِ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ وَغَيْرِ ذَلِكَ وَمَا هَلَّلْنَاهُ وَمَا سَبَّحْنَاهُ وَحَمِدْنَاهُ وَمِنْ قَوْلِنَا حَسْبُنَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
وَمَا قُلْنَاهُ مِنْ قَوْلِنَا لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad di awal dan akhir zaman, setiap waktu, dan di alam tinggi hingga hari kiamat. Ya Allah, terimalah pahala dari bacaan Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Mu‘awwidzatain, serta dzikir tahlil, tasbih, tahmid, dan doa kami: Hasbunallahu wa ni‘mal wakil, laa hawla wa laa quwwata illa billahil-‘aliyyil-‘azhiim.”
Dan juga dari apa yang telah kami ucapkan berupa kalimat: ‘Laa ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah, shallallahu ‘alaihi wa sallam.’”
وَمَا صَلَّيْنَاهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اجْعَلْ ثَوَابَ ذَلِكَ كُلَّهُ هَدِيَّةً وَّاصِلَةً وَّرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَربكَةً شَامِلَةً وَصَدَقَةً مُتَقَبَّلَةً اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أعْيُنِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِلَى حَضْرَةِ أَبَائِهِ وَإِخْوَانِهِ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَآلِ كُلِّ وَأَصْحَابِ كُلِّ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
“Dan segala shalawat yang telah kami panjatkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ, ya Allah, jadikanlah seluruh pahalanya sebagai hadiah yang sampai, rahmat yang turun, berkah yang meliputi, dan sedekah yang diterima.
Sampaikanlah itu ke hadirat junjungan kami, kekasih kami, pemberi syafaat kami, penyejuk hati kami, dan pemimpin kami Nabi Muhammad ﷺ, juga ke hadirat ayah-ayah beliau, saudara-saudara beliau dari para nabi dan rasul, keluarga mereka, seluruh sahabat mereka, para tabi‘in, dan tabi‘ut tabi‘in yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.”
Tawassul kepada para ulama
وَإِلَى حَضْرَةِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ وَالْعُلَمَاِءِ الْعَامِلِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا. خُصُوْصًا إِلَى حَضْرَةِ أَوْلِيَاءِ اللهِ تَعَالَى أَيْنَمَا كَانُوْا مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا وَبِلَادِهَا وَجِبَالِهَا وَأَوْدِيَاتِهَا خُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِ الْقُطْبِ الرَّبَّانِيِّ وَ الْعَارِفِ الصَّمَدَنِيِّ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي رَضِيَ الله عَنهُ أَعَادَ اللهُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَكَرَمَاتِهِمْ وَشَفَاعَتِهِمْ فِى الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ آمِيْن.
“Dan (sampaikan pula pahala ini) kepada hadirat para imam yang empat, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para syuhada, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah sebaik-baik teman. Khususnya kepada hadirat para wali Allah Ta‘ala di mana pun mereka berada, dari timur hingga barat bumi, di daratan maupun lautan, di negeri-negeri, gunung-gunung, dan lembah-lembahnya. Terutama kepada hadirat Sayyid al-Quthb ar-Rabbani, al-‘Arif ash-Shamadani, Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani raḍiyallāhu ‘anhu. Semoga Allah mengembalikan kepada kami keberkahan-keberkahan, karamah-karamah, dan syafa‘at mereka, di dunia maupun di akhirat. Āmīn.”
Baca juga: Setelah Shalat Jumat, Sebaiknya Baca Wirid atau Shalat Ghaib?
Tawassul kepada orang tua dan leluhur
خُصُوْصًا خَاصَّةً إِلَى حَضْرَةِ آبَائِنَا وَآبَاءِ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأُمَّهَاتِ أُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا وَاَجْدَادِ اَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَ جَدَّاتِ جَدَّاتِنَا وَأَخْوَالِنَا وَخَالَتِنَا وَاَعْمَامِنَا وَعَمَّاتِنَا وَ مَشَايِخِنَا وَ مَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ مِنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ. وَنَخُصُّ خُصُوْصًا خَاصَّةً إِلَى حَضْرَةِ مَنْ كَانَتِ الْقِرَاءَةُ وَالتِّلَاوَةُ بِسَبَبِهِ أَنْتَ تَعْلَمُ بِهِ وَبِاسْمِهِ (فلان بن فلان)
“Khususnya, lebih khusus lagi, kepada hadirat bapak-bapak kami, kakek-kakek kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami, datuk-datuk kami, nenek moyang kami, paman dari pihak ibu dan bibi dari pihak ibu kami, paman dari pihak ayah dan bibi dari pihak ayah kami, para guru kami, guru-guru dari para guru kami, serta seluruh kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, dari umat junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ. Dan kami khususkan, lebih khusus lagi, kepada hadirat orang yang karena sebabnya bacaan dan tilawah ini dipanjatkan—Engkau-lah (ya Allah) yang lebih mengetahui dirinya dan namanya (fulan bin fulan).”
Doa permohonan rahmat di akhirat
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ ذَلِكَ فِدَاءً لَنَا وَلَهُ مِنَ النَّارِ وَحِجَابًا لَنَا وَلَهُ مِنَ النَّارِ وَسِتْرًا لَنَا وَلَه مِنَ النَّارِ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهَ وَاسْتُرْ عُيُوْبَهُ وَتُبْ تَوْبَتَهُ وَتَقَبَّلْ اَعْمَالَهُ وَنَوِّرْ قَبْرَهُ وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ مَأْوَاهُ وَمَدْخَلَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
“Ya Allah, jadikanlah (bacaan dan amal ini) sebagai tebusan bagi kami dan baginya dari api neraka, sebagai penghalang bagi kami dan baginya dari api neraka, serta sebagai penutup bagi kami dan baginya dari api neraka.
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, maafkanlah dia, tutupilah segala aibnya, terimalah taubatnya, terimalah amal-amalnya, terangilah kuburnya, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan tempat masuknya dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.”
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ قَبْرَهُ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجِنَانِ وَلاَ تَجْعَلْ قَبْرَهُ حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النِّيْرَانِ (3 مرة)
“Ya Allah, jadikanlah kuburnya sebagai taman dari taman-taman surga, dan janganlah Engkau jadikan kuburnya sebagai lubang dari lubang-lubang neraka.” (baca 3 kali)
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَة
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan yang memiliki kemuliaan, dari apa yang mereka sifatkan. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Al-Fatihah.”
Contoh-contoh pembacaan Tahlil:
– Tahlil dan Doa
– HAUL
– Tahlil dan Doa | Memperingati 100 hari
Artikel lainnya:
HUKUM MELANTUNKAN DZIKIR SAAT MENGIRINGI JENAZAH
# BACAAN TAWASSUL DAN TAHLIL LIRBOYO
# BACAAN TAWASSUL DAN TAHLIL LIRBOYO
Baca juga:
275 CHANNEL YOUTUBE MENAYANGKAN HAUL KH. ABD. WAHAB HASBULLAH SECARA VIRTUAL
# BACAAN TAWASSUL DAN TAHLIL LIRBOYO
# BACAAN TAWASSUL DAN TAHLIL LIRBOYO
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo






Ijin mengamalkan yai،?
Izin copas
Qobiltu li ijazah kyai
Qobiltu ijin mengamalkan pak kyai… 🙏
Qobiltu guru 🙏
izin mengamalkan nggeh
nderek izin ngamalken yai
iizin untuk di pakai buat ziarah makam
ijin untuk mengamalkan
Qobiltu ijazah,Ijin untuk mengamalkan ustadz
Qobiltu ijazah,ijin mengalamlkan ustad,
Qobiltu ijazah
Izin ustadz untuk mengamalkannya
Izin mengamalkan ya Ustad
Qobiltu
Izin mengamalkan
Qobiltu ijazah izin mengamalkan yai
Assalamualaikum… izin mempelajari dan mengamalkanya yayi… salam silaturhim…
Qobiltu li ijazah kyai….. mohon izin…
Mohon izin mengamalkannya pak ustadz
Ijin copas..
Qobiltu ijin save
Mohon izin amalkan
assalammualaikum
mohon izin untuk mengamalkan
Qobiltu ijazah, izin mengamalkan
Qobiltu ijazah, izin mengamalkann
Qobiltu,izin mengamalkan
Ngapunten nggeh kulo amso said salah setunggalipun santrine mbh yai abdul karim lirboyo izin ngamalaken tahlilipun damel sehari hari teng pondok:)
Monggo Mas Said.
Izin copy dan mengaMalkan ya Mbah kyai
Mohon izin untuk mengamalkannya ustadz🙏🙏🙏
Monggo
Izin mengamalkan kopi paste dan mengamalkan
Qobiltu Mbah Yai lan Pakde Gus Ijin mengamalkan dalam Rachmat Priyanto Magelang 🙏🙏🙏
Kok gak ada terjemahannya
Izin Ngamalaken Yai
Izin Mengamalkan Yai
qobiltu
Assalamu`alaikum wr wb,
Qobiltu yai, saya izin mengamalkan dan mengajarkan lagi semoga tambah manfaat dan pahala mengalir ke para masyaikh lirboyo dan semua yang terlibat dilirboyo net
terimakasih, jazakumullohu khoyron katsiro
Qobiltu Yai…ngalap barokah Panjenengan…nuwun sanget..
*Qobiltu ijasahnya pak ustadz,moga berkah🙏
Ijin mengamalkan pa ustadz 🙏
Qobiltu guru 🙏
Qobiltu guru 🙏