Pondok Lirboyo, Kediri – Sebanyak 500 santri putri mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dalam program layanan pemeriksaaan kesehatan gratis santri yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo. Sejumlah pejabat tinggi negara hadir langsung, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, da Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.
Mereka meninjau langsung jalannya pemeriksaan kesehatan di ruang pelaksanaan, berbincang dengan tim medis serta turut serta ikut mencoba pemeriksaan kesehatan bersama para santri putri.
Baca juga: Seminar Jam’iyyah Nahdliyah Bertema Filologi Pesantren
Pesantren Sebagai Pelindung dari Dampak Negatif Dunia Luar
Dalam sambutannya, KH. Anim Falahuddin menyampaikan kilas balik sejarah Pondok Pesantren Lirboyo dan menegaskan kembali peran penting pesantren dalam membentuk karakter santri. Beliau menyampaikan bahwa pesantren berfungsi sebagai pelindung spiritual yang menjaga para santri—terutama perempuan—dari pengaruh buruk, seperti kecanduan gadget dan tekanan dunia luar. Menurut beliau, pesantren juga menjadi tempat penyembuhan rohani, bukan sekadar lembaga pendidikan agama.
Santri Sehat, Santri Kuat
Wakil Gubernur Emil Dardak menekankan pentingnya kesehatan fisik di samping kecakapan spiritual dan intelektual. Ia menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah penerima manfaat cek kesehatan gratis terbanyak kedua di Indonesia. Beliau juga memaparkan bahwa santri saat ini bisa mengakses bantuan pendidikan melalui berbagai jalur seperti LPPD, dan BPOPP. Pemerintah provinsi, lanjut Emil, juga telah memberikan pengakuan pada Ma’had Aly lewat beasiswa serta pemerintah tidak hanya memberi bantuan kepada sekolah-sekola negri melainkan juga mendukung sekolah-sekolah swasta dan pesantren melalui bantuan operasional.
Baca juga: Peresmian dan Penyerahan Kamar Daerah di Gedung Al-Ittihad
Cek Kesehatan Bukan Sekadar Deteksi Penyakit
Menko PMK Bapak Pratikno menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai langkah preventif, bukan hanya sebagai alat deteksi penyakit. Bapak Pratikno mengungkapkan bahwa secara nasional sudah lebih dari 12 juta orang menerima layanan serupa.
Beliau juga memberitahu progam ini akan berlanjut ke sekolah-sekolah dan madrasah non-pesantren pada bulan Agustus. Beliau juga menjelaskan pentingnya bagi para santri untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari kesiapan mereka dalam belajar dan berkembang.
Santri Harus Tangguh Hadapi Tantangan Zaman
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas anak-anak Indonesia melalui berbagai program perlindungan dan penguatan karakter. Beliau mendorong para santri untuk menumbuhkan semangat dan kesiapan mental agar mampu membentengi diri dari berbagai tantangan zaman, beliau menggambarkan bahwasannya orang tua tidak bisa selalu melindungi kita, tetapi kitalah yang sudah seharusnya membentengi diri kita sendiri.
Baca juga: Praktik Rukyatul Hilal di Pondok Pesantren Lirboyo
Kuis Interaktif dan Foto Bersama
Sebagai penutup, Pratikno dan Arifatul mengadakan kuis interaktif yang disambut antusias oleh para santri putri. Mereka yang berani maju ke depan diberi souvenir sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara para pejabat dan seluru tamu undangan.




Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
