HomeArtikelKhutbah Jum’at: Keutamaan Shalat Berjamaah

Khutbah Jum’at: Keutamaan Shalat Berjamaah

0 3 likes 269 views share

ألسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أَلْحَمْدُ للهِ فَرَضَ عَلَى عِبَادِهِ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ بِأُجُوْرٍ عَظِيْمَةٍ وَأَمَرَهُمْ بِالْجَمَاعَةِ لِحِكَمٍ وَ أَسْرَارٍ جَلِيْلَةٍ وَجَعَلَ هَذِهِ الصَّلَاةَ مُكَفِّرَاتٍ لِمَا بَيْنَهُنَّ مِنْ صَغَائِرِ الذَّنْبِ وَالْخَطِيْئَةِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ وَالْبَرَرَة

أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ وَعَظِّمْ وَتَرَحَّمْ وَ تَحَنَّنْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا وَ مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. 

أَمَّا بَعْدٌ: فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَادَ التَّقْوَى فَقَالَ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah..

Marilah senantiasa kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. yakni dengan menjalankan apa yang diperintahkannya dan menjauhi segala larangannya. Kita laksanakan taqwa sebagai bentuk nyata penghambaan kita kepada Allah swt. yang merajai alam semesta.

Disamping itu kita juga harus mengikuti perilaku Rasulullah saw. manusia sempurna yang menjadi rahmat bagi seru sekalian alam. Diantara kesunnahan yang ditekankan oleh beliau adalah shalat berjamaah. Hukum pelaksanaan jamaah dalam shalat lima waktu adalah sunnah muakkad, yakni merupakan perilaku Rasulullah yang sangat dianjurkan untuk diikuti oleh umatnya. Bahkan, sebagian ulama menyatakan bahwa hukum melaksanakan shalat berjamaah adalah fardlu kifayah, artinya di setiap kampung atau desa wajib diadakan shalat berjamaah sebagai syiar Islam. jika tidak, maka seluruh penduduk kampung tersebut memperoleh dosa.

Jamaah jum’at yang di rahmati Allah…

Shalat berjamaah memiliki manfaat yang sangat besar, baik dalam kaitannya dengan ibadah shalat yang dilakukan, maupun dalam hal hubungan sosial kemasyarakatan. Salah satu keistimewaan shalat berjamaah yang sangat besar adalah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw. :

صَلَاةُ  الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: “Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendiri dengan selisih 27 derajat.” (HR. Bukhari & Muslim)

Shalat yang dilakukan dengan cara berjamaah juga lebih mudah untuk dapat diterima disisi Allah, sebagaimana dijelaskan dalam kitab I’anatuthalibin, dengan berjamaah kekurangan salah seorang peserta dapat disempurnakan dengan yang lain, sehimgga seluruhnya dinilai menjadi shalat yang sempurna. Ibarat menjual buah jeruk, jika dijual satu persatu, tentu pembeli hanya akan memilih jeruk yang benar-benar bagus dan segar saja. Namun jika buah jeruk itu dijual dengan cara borongan maka jeruk yang kurang baguspun akan turut terbeli, demikian pula shalat kita.

Mengenai hal ini Rasulullah saw. dalam sabda beliau mengibaratkan, bahwa harimau hanya akan memangsa kambing yang jauh dari kawanannya, setan akan mudah merasuki orang yang terpisah dari jamaahnya. Rasulullah saw. bersabda:

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِيْ قَرْيَةٍ أَوْ بَدْوٍ لَاتُقَامُ فِيْهِمُ الْجَمَاعَةُ إِلَّا اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

Artinya: “Tidaklah disuatu desa atau sahara, yang tidak didirikan shalat berjamaah di antara mereka kecuali mereka akan dikuasai dan dikalahkan oleh setan. Maka dirikanlah shalat jamaah, karena sesungguhnya harimau akan memangsa kambing yang jauh dari kawanannya.”

Jamaah jum’at yang dirahmati Allah..

Dari sisi lain, dapat kita lihat bagaiman shalat berjamaah mengajarkan persamaan derajat antar sesama. Yang miskin bisa berdampingan dengan yang kaya, yang besar bisa berdampingan dengan yang kecil, yang tua bisa berdampingan dengan yang muda dalam satu barisan shalat. Ini merupakan suatu gambaran nyata bahwa di mata Allah, semua manusia itu sama, derajat maupun pangkat yang mereka peroleh di diunia ini tidak ada artinya di sisi Allah. Hanya ketaqwaan yang membuat manusia bisa mulia dan dekat di sisi Allah. Allah swt, berfiriman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَاللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “sesungguhnya orang yang paling taqwa diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.” (QS. Al-Hujarat: 13)

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته