Penutupan Bahtsul Masail Penutupan (BMP) Pondok Lirboyo

penutupan-bahtsul-masail-penutupan-lirboyo

Dalam Rangka Haul & Haflah Akhirussanah Rabu, 06 Jumadil Tsaniyah 1447 H / 27 November 2025 M Pukul 16.00 WIB – Aula Al-Muktamar Pondok Lirboyo Kegiatan Bahtsul Masail Penutupan (BMP) resmi ditutup dalam suasana hangat dan penuh gelak tawa khas Pondok Pesantren Lirboyo. Acara disiarkan langsung dari Aula Al-Muktamar dengan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sdr. Anas Taufiqurohman.

Sambutan Delegasi Bahtsul Masail Penutupan– Agus Mihyal Manuto Muhammad

Dalam sambutannya, Agus Mihyal menyampaikan kisah jenaka saat pertama kali mengikuti bahtsu. Ia mengenang pesan bapaknya, KH. Atho’illah:

“Alah Mihyal seng penting budal ae gak popo, pupuk bawang. Ngko neng nggon turu, seng penting budal gak neng omah.” Kemudian Agus Mihyal menambahkan “Jadi ketika teman-teman melihat saya tidur itu bapak saya sudah senang.” Yang kemudian disertai gelak tawa oleh para hadirin.

Baca juga: Pembukaan BMP (Bahtsul Masail Penutupan) Pondok Lirboyo

Agus Mihyal juga mengisahkan bagaimana bahtsul masail mempertemukannya dengan banyak teman. Walaupun ia mengaku jarang “main” saat liburan—karena boros sangu—jika pun keluar, ia lebih sering bertandang ke rumah teman-teman aktivis bahtsul masail, yang ternyata banyak tinggal di daerah terpencil.

Pengalaman yang paling berkesan bagi Agus Mihyal adalah: tidur di perpustakaan LBM lantai 2 saat Aliyah, sampai pernah dimarahi karena “membuat kamaran”.

Sambutan Perumus Bahtsul Masail Penutupan– KH. Yazid Fatah

Beliau mengenang masa ketika perpustakaan masih sangat sederhana, bahkan sering tutup saat sidang bahtsu. Namun justru dari kesederhanaan itulah lahir para pionir hebat.

Baca juga: Pembekalan Wajib Khidmah Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo

“Dahulu perpusatakaan masih sangat sederhana sekali bahkan akan tutup ketika ada sidang. Tetapi dari kesederhanaan itu bisa melahirkan pionir-pionir hebat bahtsul masail masa itu. Bahkan ketika ada salah satu kitab yang sudah dipinjam maka harus menunggu dan antri untuk meminjam kitab itu.”

Sambutan Mushohih Bahtsul Masail Penutupan – KH. Safrijal Subadar

Kiai Safrijal memberi suntikan semangat:

“Yang penting semangat dan berani. Mumpung masih ada mushohih dan perumus. Salah sedikit ya gak apa-apa.”

Baca juga: Bedah Buku Kenapa Kita Bermadzhab, Ma’had Aly Lirboyo Kuatkan Pondasi Keilmuan Santri

Beliau sempat kaget melihat forum Bahtsul Masail Pondok Lirboyo kali ini rapi dan tertib—jauh dari “semrawut-nya”. Lalu beliau mengutip petuah:

“اجعل أدبك طعامًا واجعل علمك ملحًا”

Jadikanlah tata kramamu itu bahan pokok dan ilmumu itu nanti di masyarakat kita jadikan garamnya. Kita kalau masak nasi goreng pasti lebih banyak nasinya—daripada garamnya.

Pembacaan Hasil Bahtsu

Disampaikan oleh Ustadz Mubasyarum Bih.

Mauidzah 1 – KH. An’im Falahuddin Mahrus

KH. An’im Falahuddin Mahrus menekankan bahwa hasil bahtsul masail perlu kita publikasikan secara luas agar masyarakat dapat mengambil manfaatnya.

Baca juga: Silaturrohim Khodim Pondok Cabang Lirboyo Bersama Masyayikh

Beberapa masalah dianggap penting untuk disampaikan ke kementerian atau lembaga terkait, seperti:

  • Revisi sejarah nasional
  • Polemik BSI
  • Isu-isu waqi’iyah kekinian seperti Hukum pelaksanaan dam haji yang disembelih dan dibagikan di tanah air

Baca juga: Halaqoh Ilmiah Bersama Syekh Abu Bakar bin Zein Ar Roqi Bafadhol

Beliau mendorong santri untuk selalu mengikuti perkembangan fikih. Contoh menarik ia sampaikan:

Dahulu Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari mengharamkan memakai jas karena tasyabbuh dengan Belanda—fatwa yang sarat konteks sosial-politik pada zamannya.

Mauidzah 2 – KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus

Kiai Kafabihi menegaskan kembali pentingnya meninjau ulang beberapa hukum fikih dalam konteks baru. Beliau menyinggung fatwa Syekh Ali Jum’ah tentang bersentuhan non-mahram di Eropa, yang ternyata diberikan sebagai respons sosial—sementara beliau sendiri tidak bersalaman dengan perempuan.

Baca juga: 733 Santri Lirboyo Siap Berlomba di Festival Ilmiah Haflah Akhirussanah

Doa Penutup – KH. M. Anwar Manshur

Sebelum berdoa, beliau berpesan:

“Kalau ada bahtsu masail jangan sampai tidak datang. Eman-eman.”

Beliau mengapresiasi seluruh pengurus dan peserta yang telah menunaikan amanah dengan baik, seraya memohon agar seluruh jerih payah Allah beri taufik dan rida-Nya.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses