Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلّٰهِ… الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَمَرَ بِالتَّقْوَى، وَوَعَدَ الْمُتَّقِينَ بِجَنَّاتِ الْمَأْوَى، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى جَزِيلِ عَطَايَاهُ، وَنَشْكُرُهُ عَلَى جَمِيلِ هَدَايَاهُ
وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَي محمد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أما بعد، فيا أيها الناس، أوصيكم وإياي بتقوى الله، فهي وصية الله للأولين والآخرين، قال الله تعالى:
وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا ٱللَّهَ ۚ (النساء: 131)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di antara sebesar-besarnya nikmat Allah adalah dibukanya pintu taubat seluas-luasnya, bahkan bagi mereka yang tenggelam dalam maksiat. Betapa pun dosa itu menggunung, selama ruh belum sampai di kerongkongan dan matahari belum terbit dari barat, Allah masih menerima taubat hamba-Nya.
Ada sebuah riwayat tentang dialog Nabi Musa ‘alaihissalam dengan Allah ﷻ. Nabi Musa bertanya,
“Ya Tuhanku, ketika ahli puasa, ahli shalat, dan orang yang berjihad di jalan-Mu berdoa, bagaimana sambutan-Mu?”
Seketika itu Allah menjawab, “Akan Aku katakan: Labbaika.”
Nabi Musa kembali bertanya, “Bagaimana jika ahli maksiat yang berdoa?”
Allah menjawab, “Akan Aku katakan: Labbaika, Labbaika, Labbaika.”
Nabi Musa pun heran, mengapa ahli maksiat justru Allah jawab tiga kali. Allah berfirman:
“Karena ahli maksiat bersandar pada kemurahan dan kasih sayang-Ku, sedangkan selainnya bersandar pada amal perbuatannya sendiri.”
Baca juga: Khutbah: Cinta Tanah Air Bagian dari Iman
Jamaah rahimakumullah,
Inilah yang menyalakan harapan bagi kita semua. Walaupun dosa menghalangi doa, rahmat Allah tak pernah tertutup. Kenikmatan yang Allah berikan kepada pelaku maksiat di dunia adalah tanda kasih sayang-Nya, agar mereka kembali sadar dan bertaubat.
قال رسول الله ﷺ
التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ
Artinya: “Orang yang bertaubat dari dosa, seperti orang yang tidak memiliki dosa sama sekali.” (HR. Ibnu Majah)
Maka jangan tunda taubat, karena menunda berarti memperpanjang jarak dengan Allah.
Baca juga: Khutbah Jumat: Niat, Pondasi Segala Amal
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Taubat adalah pintu yang tidak pernah ditutup. Allah berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ (الزمر: 53)
Artinya: “Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia-lah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)
Marilah kita menyalakan harapan dalam taubat. Tinggalkan segala dosa, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Perbanyak istighfar, perbanyak amal saleh, dan jadikan hari ini awal lembaran baru hidup kita.
Baca juga: Khutbah Jum’at; Bersama Anak Yatim, Kita Menuju Surga
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ
وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





