HomePondok Pesantren Unit LirboyoPondok Pesantren Murottilil Qur’an (PPMQ)

Pondok Pesantren Murottilil Qur’an (PPMQ)

0 18 likes 10.4K views share

Berdirinya pondok pesantren unit Lirboyo yang satu ini, tidak bisa dilepaskan dari Madrasah Murottilil Qur’an (MMQ) yang dirintis oleh Al-Ustadz KH Maftuh Basthul Birri. Madrasah ini berawal sekitar tahun 1397 H./ 1977 M. yang kala itu berupa pengajian dengan sistem sorogan yang diasuh langsung oleh KH Maftuh Basthul Birri. Karena semakin banyaknya santri yang mengaji, maka sekitar tahun 1979/ 1980 M. MMQ berdiri sebagai lembaga pendidikan Pondok Pesantren Lirboyo yang khusus membidangi Alquran.

Kepengrursan MMQ sendiri mulai dibentuk tahun 1990. Dan mengingat kuantitas siswa yang terus bertambah, MMQ merasa perlu untuk memilah siswanya dalam beberapa tingkatan. Maka dibentuklah jenjang pendidikan dengan tingkatan Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah, dan Aliyyah. Kemudian sekitar tahun 1997, dibentuklah sebuah jam’iyyah sebagai media ta’aruf antar santri MMQ dan ajang pendidikan yang bersifat ekstrakurikuler. Diantara kegiatannya adalah mengembangkan bakat santri dalam seni baca Alquran.

Setiap tahun, MMQ terus melakukan perkembangan. Di dalam MMQ terdapat lima tingkatan. Pertama, tingkat I’dadiyah. Waktunya setengah tahun, dengan materi; Buku Turutan A, Ba, Ta.. Jet Tempur, mempelajari dan membaca mulai Surat Al-A’la sampai Surat An-Nas. Kedua, tingkat Ibtidaiyah. Waktunya setengah tahun, dengan materi; Buku Persiapan Membaca Alquran, Buku Bonus Agung Yang Terlupakan, mempelajari dan menghafal mulai Surat Al-A’la-Surat An-Nas. Ketiga, tingkat Tsanawiyah. Waktunya setengah tahun, dengan materi; Buku Standar Tajwid (Fathul Manan), Manaqibul Auliya’il Khomsin, mempelajari dan menghafal mulai Surat Al-A’la-Surat An-Nas, Surat Yasin, Al-Waqi’ah dan Bacaan-bacaan Ghorib. Keempat, tingkat Aliyah. Waktunya kurang lebih satu tahun setengah, dengan materi; Buku Mari Memakai Rosm Utsmany, sorogan Alquran mulai Juz 1-Juz 30 dan menghafal qishoris suwar. Sedangkan tingkatan kelima adalah Sab’atul Qiro-at. Waktunya kurang lebih dua bulan dan diperuntukkan bagi siswa yang sudah selesai setoran Alquran 30 juz, telah sukses menghafalkan surat-surat pendek (antara lain; juz 30, Al Mulk, Al Waqi’ah, Ad Dukhon, Yasin, As Sajdah, Al Kahfi,) dan telah terdaftar sebagai peserta Takhtiman (Khotmil Quran).

Pada tanggal 16 Juni 2002, MMQ meresmikan cabangnya di daerah Batam. Kala itu, meski dengan fasilitas minim (bahkan tempat mengajinya masih meminjam lahan yang terletak di kawasan liar belakang Dormitori Blok R kawasan industri Batamindo, Muka Kuning), MMQ Batam telah diikuti kurang lebih 600 siswa dengan tingkatan yang sama dengan MMQ Pusat, yaitu tingkatan Jet Tempur, Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah, Aliyyah, Tahaffuzh, dan Qiro-ah Sab’ah. Cabang MMQ dengan Akte Notaris Yondri Darto, S.H. No. 196 tanggal 20 Juli 2004 ini, kini telah diikuti oleh lebih dari 4000 santri.

Selain MMQ, di dalam Pondok Pesantren Murottill Qur’an (PPMQ) juga ada Majlis Qiro’ah Wat Tahfidz (MQT). Kegiatannya terbagi dua, harian dan mingguan. Harian meliputi: salat Jamaah lima waktu, qiyamullail, mengaji setor hafalan (Ba’da Jamaah Salat Subuh), murottalan bersama (aktivitas memperbaiki bacaan Alquran, membenahi makhroj, dan menerapkan sifaatul huruf yang dilaksanakan setelah jamaah salat Zhuhur), dan mengaji Takror Hafalan (sebuah kegiatan yang mngumpulkan antara guru dan santri guna mengulang, dan memahirkan hafalan Alquran, disamping penyampaian materi kitab-kitab tajwid setelah jamaah salat Asar). Sedangkan kegiatan mingguannya adalah: musyawarah kitab-kitab tajwid (Kamis sore), Jam’iyyah Maulidiyyah (kegiatan yang di dalamnya juga berisikan pembacaan manaqib Syaikh Abdul Qodir al-Jailani, latihan khitobah, dan praktek ubudiyyah, digelar malam Jumat), serta semaan Alquran (hari Jum’at selepas jamaah salat Subuh).

MQT juga membagi tingkatan-tingkatan anggotanya. Tingkat Marhalah I’dadiyyah (waktunya setengah tahun, dengan materi; hafalan surat-surat penting dan buku Persiapan Membaca Alquran), Tingkat Marhalah Ula, (waktunya satu tahun, dengan materi; hafalan juz 1-10 dan buku Standar Tajwid), Tingkat Marhalah Tsaniyyah, (waktunya satu tahun, dengan materi; hafalan juz 11-20 dan buku Tajwid Jazariyyah), Tingkat Marhalah Tsalitsah, (selama satu tahun, dengan materi; hafaln juz 21- 30 dan buku Tajwid Jazariyyah), dan Tingkat Sab’atul Qiro-at (ditempuh kurang lebih tiga tahun dan diperuntukkan bagi santri yang telah mengkhatamkan al-Quran dihadapan KH. Maftuh Basthul Birri).

PPMQ kian hari makin berkembang. Saat ini, untuk menampung para santrinya, sejak tahun 2005 dibangunlah kompleks baru di Dusun Sidomulyo Desa Klodran Kecamatan Semen Kediri, yang berjarak kurang lebih 3 km dari Pondok Pesantren Lirboyo. Dan meskipun PPMQ adalah pesantren yang fokus pada pengkajian Alquran, di dalamnya juga diajarkan ilmu tauhid, fikih, akhlak, hadis, nahwu dan shorof, yang digelar setiap hari mulai pukul 08.00 WIS.