Kisah Qanaah yang Berujung Harta Tak Terduga

Qanaah adalah kekayaan yang tidak akan pernah habis terkuras. Dengan qanaah, hati menjadi tenang dan lapang. Seseorang tidak mudah gelisah oleh apa yang dimiliki orang lain, tidak pula sibuk membanding-bandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang di sekitarnya. Ia mampu mensyukuri nikmat yang ada, sembari tetap berikhtiar meraih kebaikan yang lebih besar.

Baca juga: Di Balik Surat al-Kautsar

Penjelasan singkat tentang qanaah

Rasulullah saw. bersabda:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْقَنَاعَةُ كَنْزٌ لَا يَفْنَى

“Dari Jabir bin ‘Abdillah ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: ‘Qanaah adalah perbendaharaan yang tidak akan pernah habis.'” (Abu sl-Qasim Al-Qusyairi, ar-Risalah Al-Qusyairiyyah, [Kairo, Dar as-Salam: 2010 M/1431 H], halaman 90).

Bahkan dalam sebuah maqalah dikatakan:

طَلَبْتُ الْغِنَى فِي الْمَالِ فَأَخْطَأْتُ، وَوَجَدْتُهُ فِي الْقَنَاعَةِ.

“Aku mencari kekayaan pada harta, tetapi aku keliru. Ternyata aku menemukannya dalam sifat qanaah.”

Baca juga: Beginilah Reaksi Rasulullah Saat Melihat Hewan Tersiksa

Kisah lelaki yang qanaah

Ada seorang laki-laki yang memiliki empat orang anak. Ketika ia jatuh sakit, salah seorang anaknya berkata kepada saudara-saudaranya:

“Pilihannya ada dua: kalian yang merawat ayah dan sebagai gantinya kalian tidak mendapatkan bagian warisan sedikit pun (sebab warisan digunakan untuk biaya perawatan), atau aku yang merawatnya dan aku tidak mengambil bagian warisanku.”

Mereka menolak untuk merawat ayah mereka. Akhirnya, anak tersebutlah yang merawat ayahnya hingga wafat, dan ia benar-benar tidak mengambil bagian warisannya.

Menerima satu dinar daripada seratus dinar

Setelah itu, anak itu bermimpi. Dalam mimpinya ada yang berkata kepadanya:

“Pergilah ke tempat anu dan ambillah seratus dinar di sana. Akan tetapi, tidak ada keberkahan di dalamnya.”

Keesokan paginya, ia menceritakan mimpi tersebut kepada istrinya. Istrinya berkata:

“Ambillah uang itu.”

Namun, ia menolak.

Pada malam kedua, mimpi yang sama datang kembali, namun dengan jumlah finansial berbeda:

“Datanglah ke tempat anu dan anu, ambillah sepuluh dinar di sana, namun tiada keberkahan sama sekali”

Ia kemudian berkata kepada istrinya. Sang istri menyuruh suami untuk mengambilnya saja, namun lagi-lagi ia menolak.

Kejadian itu berlangsung sampai malam ketiga namun dengan jumlah nominal hanya satu dinar—tidak seperti hari-hari sebelumnya. Dalam mimpinya ada yang berkata kepadanya:

“Pergilah ke tempat anu, dan ambillah satu dinar di sana, engkau akan mendapat keberkahan”

Lelaki itu akhirnya pergi ke tempat tersebut dan mengambil satu dinar.

Baca juga: Ketika Suami Tak Tampan, Istri Pilih Jalan Surga

Ikan pembawa berkah

Ketika keluar dari tempat tersebut, ia melihat seseorang yang menjual dua ikan. Ia kemudian tertarik untuk membelinya.

“Dengan harga berapa kau menjual dua ikan ini?”

“Satu dinar” jawab penjual itu.

Lelaki itu pun pulang ke rumah dengan membawa dua ikan yang siap untuk dimasak. Setelah sampai di rumah, Tiba-tiba perut ikan tersebut terbelah. Namun, bukanlah kotoran yang ia temukan dalam perut ikan tersebut, matanya mendapati sebuah mutiara yang tersembunyi dalam perut kedua ikan itu.

Baca juga: Ka’bah dan Misteri Awal Penciptaan

Menjual permata ke raja

Kemudian ia membawa salah satu mutiara tersebut kepada raja penguasa negeri. Sang raja pun membayarnya dengan jumlah yang teramat besar.

“Mutiara ini tidak pantas kecuali disandingkan dengan pasangannya. Datangkanlah padaku, aku akan memberikan engkau harta seperti yang pertama” ujar raja.

Lelaki itu pergi menuruti apa yang dikatakan sang raja, dan memberikan mutiara yang satunya kepada raja. Raja pun memenuhi janjinya, raja memberikan harta yang sama seperti kali pemberian pertama. Dengan demikian, lelaki itu memperoleh keberkahan dengan wasilah mengurus ayahnya.

Referensi:

Al-Qulyubi, an-Nawadir, hal. 43-44

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses