Lirboyo Kediri – Ribuan santri Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Minggu pagi (17/8). Upacara berlangsung di lapangan barat Aula Al-Muktamar dengan penuh khidmat.
Sekitar dua ribu santri dari tingkatan 1 Aliyah hingga Mahasantri Ma’had Aly semester V tampak memadati lapangan. Hadir pula jajaran pimpinan pondok, di antaranya Agus HM. Adibussholeh Anwar –Pembina Upacara-, Agus HM. Nururrohman Ya’lu, Bapak Muhammad Idris Nawawi, serta pengurus dan para pengajar. Dari jajaran MHM dan Ma’had Aly, tampak Agus Aminulloh Mahin beserta tokoh-tokoh lainnya.
Baca juga: Kang Said Aqil Hadiri Haul KH. Imam Yahya Mahrus ke-14
Suasana Khidmat dan Momen Berkesan
Upacara berlangsung tertib sejak awal hingga akhir. Para santri dengan kompak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan ikrar Pancasila. Salah satu momen khas pesantren adalah pembacaan ikrar santri yang langsung Pembina Upacara sampaikan.
Meski sempat terjadi insiden kecil saat pengibaran bendera—yakni bendera sempat terlilit—namun petugas berhasil menguasai keadaan sehingga prosesi tetap berjalan dengan khidmat.
Baca juga: Santri Kelas II Tsanawiyah MHM Antusias Ikuti Istighotsah Peringatan HUT RI ke-80
Ekspresi Semangat Kebangsaan
Setelah prosesi selesai, para Mahasantri Ma’had Aly semester V menampilkan koreografikreatif sebagai wujud sukacita dan semangat memperingati hari kemerdekaan.
Persiapan dan Harapan
Menurut keterangan panitia, persiapan upacara sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya melalui latihan intensif. Bapak Diki Zulkarnain, selaku panitia Hari Kemerdekaan, menyampaikan harapannya agar semangat kemerdekaan dapat terus terjaga di kalangan santri.
Baca juga: Lirboyo Gelar Seminar Kebangsaan dan Bedah Kitab Fath al-Maydan
“Semoga nilai-nilai yang tertuang dalam UUD bisa benar-benar terwujud dalam kehidupan bangsa kita, yakni bangsa Indonesia,” ujarnya.
Selain upacara, rangkaian peringatan HUT RI di Lirboyo juga diisi dengan istighosah yang digelar sebelumnya, serta berbagai perlombaan santri yang akan dilaksanakan di Aula Al-Muktamar.
Arti Kemerdekaan bagi Santri
Bagi para santri, kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan, melainkan juga tanggung jawab untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Habib Khairul Muzaki, santri yang bertugas sebagai Pemimpin Upacara.
Baca juga: Tasyakuran Kemerdekaan dan Doa untuk Pahlawan
“Arti kemerdekaan adalah ketika kita sudah terbebas dari penjajahan, maka kita harus bisa berlaku adil dan makmur, sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” ungkapnya.






Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





