Hari raya kurban tahun ini (1446 H. / 2025 M.) tidak kalah meriah dan ramai seperti tahun-tahun sebelumnya. Presiden Republik Indonesia (Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo) turut menyumbangkan kelebihan hartanya berupa hewan kurban kepada santri-santri Pondok Lirboyo.
Pondok Pesantren Lirboyo sudah mempersiapkan beberapa rangkaian prosesi mulai pembelajaran menyembelih hewan kurban sampai mekanisme pembagian daging kurban.
Baca juga: Daurah Ilmiah Bersama Asy-Syaikh Awad Karim Aqli Sudan
Jumlah Santri yang Ikut Berkurban dan Jumlah Hewan Kurban
Pada pelaksanaan ibadah kurban tahun 1446 H, tercatat sebanyak 260 santri ikut serta menunaikan ibadah kurban. Selain itu, 6 pihak dari masyarakat dan instansi juga turut berpartisipasi berkurban melalui Pondok Pesantren Lirboyo. Secara keseluruhan, jumlah total hewan kurban yang tahun ini mencapai 280 ekor, yang terdiri dari 267 kambing dan 13 sapi.
Baca juga: 235 Calon Mahasantri Ikuti Ujian Masuk Marhalah Tsani Ma’had Aly Lirboyo Selama Dua Hari
Rangkaian Persiapan Tiban (Panitia Kurban) Pondok Lirboyo
Seperti di tahun-tahun sebelumnya, Panitia Kurban (Tiban) Pondok Pesantren Lirboyo telah melakukan berbagai persiapan yang matang untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan lancar dan sesuai syariat. Sebelum hari H, panitia menyelenggarakan seminar kurban dan pelatihan khusus penyembelih (jagal). Pelatihan ini, Panitia Kurban (Tiban) mempersiapkan kepada santri dan pengurus yang terpilih, agar memahami tata cara penyembelihan hewan kurban yang baik, benar, dan sesuai ketentuan agama Islam. Pelatihan menyembelih dilaksanakan pada malam Kamis (4 Juni 2025 M).
Selain pelatihan, persiapan juga meliputi penyediaan tempat khusus penyembelihan dan pengulitan, guna menjaga kebersihan dan kenyamanan selama proses berlangsung. Untuk keperluan jagal, panitia memberikan mandat kepada pengurus dan santri yang telah ikut pelatihan secara khusus, sehingga pelaksanaan kurban mereka lakukan yang telah memahami prosedur penyembelihan yang sah dan aman.
Dalam proses penyembelihan hewan kurban, juga didampingi oleh beberapa dokter hewan guna memastikan kesehatan hewan sebelum disembelih serta menjamin proses penyembelihan berjalan sesuai dengan standar kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Terkait pengadaan hewan kurban, panitia bekerjasama dengan penjual hewan kurban yang terpercaya. Hal ini penting mengingat kebutuhan hewan cukup banyak. Sehingga, perlu bagi pihak penyedia yang dapat menjamin kesehatan dan kelayakan hewan kurban. Selain itu oleh Panitia Kurban (Tiban) Pondok Lirboyo menetapkan hewan-hewan yang bakal para santri beli dengan harga murah untuk memudahkan ibadah kurban mereka.
Baca juga: Majelis Sholawat Kubro (MASBRO) Perdana
Mekanisme Penyembelihan Hewan Kurban
Kendati banyaknya para santri yang berkurban, maka Panitia Kurban (Tiban) Pondok Lirboyo membagi waktu penyembelihan hewan kurban menjadi 2 hari. Selepas shalat Id al-Adha merupakan waktu pertama dalam penyembelihan hewan kurban. Selanjutnya beberapa hewan disembelih di keesokan harinya (hari Sabtu).
Baca juga: Pembukaan Pengajian Kamis Legi 1446 H / 2025 M
Mekanisme Pembagian Daging Kurban
Dalam proses pembagian daging, Pondok Pesantren Lirboyo menerapkan mekanisme yang terstruktur dan tertib. Daging kurban akan panitia bagikan langsung kepada para santri. Prioritas utamanya adalah para pengajar dan seluruh santri yang tinggal di dalam pondok. Mekanisme ini tidak hanya memudahkan distribusi, tetapi juga memastikan bahwa daging kurban sampai kepada pihak yang berhak dan membutuhkan di lingkungan pesantren.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





