Lirboyo, 4 September 2025 – Ribuan santri tumpah ruah memenuhi Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo pada Kamis malam (4/9) dalam puncak peringatan Ta’dhim Maulid Nabi Muhammad saw 1447 H. Tidak hanya para santri, banyak wali santri turut hadir memeriahkan acara tersebut. Sebagai bentuk tradisi sekaligus mengharap berkah maulid, panitia menyiapkan sebanyak 3.500 nampan hidangan untuk seluruh hadirin.
Baca juga: Pesantren Lirboyo Gelar Maulid Nabi Selama Tiga Hari
Hadirin
Turut hadir dalam perayaan ini segenap dzuriyah Pondok Pesantren Lirboyo, di antaranya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. An’im Falahuddin Mahrus, KH. Athoillah S. Anwar, serta Agus HM. Ya’lu, bersama para dzuriyah lainnya. Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan pondok dan madrasah, para pengajar, dan pengurus dari kedua lembaga besar di Lirboyo.
Baca juga: Lirboyo Resmikan Rumah Pengelolaan Sampah
Suasana pra acara
Sejak ba’da Maghrib, para santri mulai berdatangan hingga meluber ke lapangan barat. Tepat pukul 19.00 WIB, Tim Rebana Lirboyo Selection membuka pra-acara dengan sholawat yang membuat hadirin terpukau dengan syair-syair pujian kepada Baginda Nabi.
Baca juga: Santri Lirboyo Gelar Upacara HUT RI ke-80
Rangkaian acara
Acara resmi mulai pukul 20.00 WIB, dipandu oleh Bapak Yusrul Marom. Setelah pembukaan dengan bacaan Al-Fatihah oleh Agus H. Adibussholeh Anwar dan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Mushonif, Tim Lirboyo Selection kembali tampil dan memulai pembacaan Maulid Ad-Diba’i.
Baca juga: Kang Said Aqil Hadiri Haul KH. Imam Yahya Mahrus ke-14
Dawuh Buya Kafa
Suasana menjadi semakin khidmat ketika Buya Kafa hadir di tengah acara. Pembacaan maulid sejenak berhenti dan berganti dengan mauidzah hasanah beliau. Dalam tausiyahnya, Buya Kafa menjelaskan tentang makna hasanah dzohiroh dan hasanah bathinah.
“Hasanah dzohiroh bisa didapat dengan panca indra dan dapat dicapai oleh siapa pun, baik orang baik maupun buruk. Namun, hasanah bathinah hanya bisa diperoleh dengan nūr al-baṣīrah (cahaya mata hati), dan hanya dapat diraih oleh orang-orang yang baik,” jelasnya.
Beliau juga menekankan pentingnya sifat dermawan, “Seseorang yang tidak mempunyai rasa loman (dermawan), maka la khaira lahu (tidak ada kebaikan sama sekali) dalam hidupnya.”
KH. Abdullah Kafabihi Mahrus dalam mauidzahnya menyampaikan bahwa penyampaian sejarah atau sirah para salihin, apabila diterima dengan penuh mahabbah, akan menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT. Beliau menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi—melalui pembacaan sirah, sedekah, hingga berbagai kegiatan lainnya—merupakan bentuk ungkapan syukur atas kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
“Kita menyampaikan sejarah atau sirah orang-orang solihin bilamana diterima dengan mahabbah, maka yang demikian rohmat Allah diturunkan oleh Allah Swt. maka dari itu maulid merupakan ungkapan syukur kita semua atas dilahirkannya Kanjeng Nabi Muhammad saw.”
Momen istimewa terjadi ketika Buya Kafa mengajak seluruh jamaah membaca Surat Al-Fil bersama-sama, sebuah doa khusus untuk bangsa Israel, sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Baca juga: Lirboyo Gelar Seminar Kebangsaan dan Bedah Kitab Fath al-Maydan
Acara inti
Setelah itu, pembacaan maulid kembali dilanjutkan. Suasana semakin syahdu, terlebih saat maḥallul qiyām dikumandangkan. Banyak hadirin yang tak kuasa menahan air mata karena larut dalam kekhusyukan.
Baca juga: Peresmian Pondok Cabang Lirboyo XXIV di Pacitan Berlangsung Khidmat
Penutup
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin KH. An’im Falahuddin Mahrus. Sebagai penutup penuh keberkahan, panitia membagikan 3.500 eblek (nampan) berisi hidangan khas Maulid kepada seluruh peserta. Tradisi berbagi ini menjadi simbol kebersamaan dan berkah yang telah mengakar kuat dalam peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Lirboyo. Acara Ta’dhim Maulid ini merupakan rangkaian hari kedua dari peringatan Maulid Nabi di Lirboyo. Adapun pungkasnya adalah esok hari (05/09/2025) di masing-masing kamar santri.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





