Pemulangan 2.361 Santri Pondok Pesantren Lirboyo Dimulai, TIMSAR Kerahkan 49 Armada Bus

Panitia TIMSAR Pondok Pesantren Lirboyo berfoto di depan deretan bus pariwisata yang digunakan untuk pemulangan santri. Panitia TIMSAR berfoto bersama di depan armada bus yang disiapkan untuk mengantarkan santri pulang ke berbagai daerah dalam agenda pemulangan santri di Pondok Pesantren Lirboyo.

Sabtu malam, 7 Maret 2026, suasana di area keberangkatan Pondok Pesantren Lirboyo penuh dengan hiruk pikuk rombongan santri putri yang bersiap pulang. Barisan bus berjajar rapi, koper para santri berada di titik keberangkatan, sementara panitia dan pengurus terus mengatur jalannya proses pemulangan.

Hujan sempat mengguyur kawasan pondok selama beberapa saat. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan aktivitas seluruh pihak yang terlibat. Panitia, pengurus, dan para santri tetap menjalankan proses keberangkatan dengan tertib dan terkoordinasi.

Baca juga: Wajib Ramadan 1447 H di Pondok Lirboyo: 2.689 Santri Ikuti Program Intensif 20 Hari

TIMSAR (Tim Mudik Santri) Pondok Pesantren Lirboyo memulai agenda pemulangan santri putri pada Sabtu malam Ahad (7/3/2026) dan menargetkan seluruh rombongan berangkat hingga Ahad siang. Dalam agenda ini, TIMSAR mengerahkan 49 armada bus, yang terdiri dari 46 bus besar dan 3 bus medium.

Armada tersebut mengantarkan 2.361 santri putri Pondok Pesantren Lirboyo menuju daerah asal masing-masing yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Panitia mencatat jumlah santri tersebut berdasarkan pendataan per 7 Maret 2026.

Jadwal Pemulangan Santri Putra Pondok Pesantren Lirboyo

Panitia juga telah menetapkan jadwal pemulangan santri putra Pondok Pesantren Lirboyo pada Selasa malam Rabu, 10 Maret 2026, yang bertepatan dengan malam 21 Ramadan 1447 H.

Agenda tersebut berlangsung setelah berakhirnya rangkaian kegiatan Haul KH. Abdul Karim wa Zaujatihi wa Dzurriyatihima, salah satu kegiatan penting dalam kalender Pondok Pesantren Lirboyo.

Berdasarkan laporan data terbaru per 8 Maret 2026, jumlah santri putra yang mengikuti rombongan berjumlah1.327 dengan mengerahkan armada 20 bus besar dan 2 bus medium. Panitia masih terus memperbarui data rombongan pemulangan santri putra hingga mendekati hari pelaksanaan. Panitia juga memperkirakan jumlah armada yang akan berangkat bisa meningkat seiring bertambahnya rombongan santri yang mendaftar.

Baca juga: Lirboyo Berangkatkan 3.450 Delegasi Safari Ramadan

Teknis Pemulangan Santri

Jauh sebelum agenda pemulangan berlangsung, TIMSAR telah melakukan koordinasi dengan jajaran pengurus di berbagai unit pondok.

Setelah proses koordinasi tersebut, panitia membuka pendaftaran rombongan pemulangan santri pada tanggal 7–12 Ramadan. Melalui mekanisme ini, para santri dapat mendaftarkan diri dalam rombongan perjalanan sesuai daerah tujuan masing-masing.

Sistem rombongan ini membantu panitia mengatur perjalanan santri agar lebih terorganisir, tertib, dan aman.

TIMSAR Pastikan Kualitas Armada Bus

Selain mengatur rombongan perjalanan di lapangan, TIMSAR bersama segenap jajaran kepengurusan dan pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo juga memastikan kualitas armada transportasi yang akan beroperasi.

Panitia menetapkan standar khusus bagi bus yang ikut dalam agenda pemulangan santri. Salah satu panitia TIMSAR, bapak Vicky Maulana, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan kriteria tertentu terhadap armada yang dipesan.

“Dari TIMSAR telah punya grade khusus untuk armada bus yang kami pesan. Di antara kriteria yang kita bidik di sini adalah minimal bus yang akan beroperasi tidak memiliki mesin di bawah tahun 2019. Di bawah itu tidak kami terima,” jelasnya.

Melalui standar tersebut, panitia berupaya menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelayakan perjalanan segenap santri selama proses pemulangan berlangsung.

Baca juga: OJK Gelar Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo

Pesan untuk Para Santri

Panitia juga mengimbau seluruh santri agar senantiasa mendukung mekanisme pemulangan yang telah telah menjadi kebijakan pondok.

Harapannya, para santri senantiasa mengikuti arahan para masyayikh agar para santri pulang bersama rombongan resmi yang disediakan pondok, bukan pulang secara mandiri.

Arahan ini bertujuan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan ketika seorang santri melakukan perjalanan pulang sendirian.

Melalui sistem rombongan yang TIMSAR Pondok Pesantren Lirboyo kelola, panitia berharap proses pemulangan santri berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman, sekaligus tetap menjaga kedisiplinan dan akhlaqul karimah yang menjadi ciri khas santri.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses