HomeArtikelKhotbah Jumat: Berakhlak Mulia Dan Bersikap Wajar

Khotbah Jumat: Berakhlak Mulia Dan Bersikap Wajar

Artikel 0 3 likes 1.3K views share

أَلْحَمْدُ للهِ الْحَمْدُ للهِ اَّلذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ شَهِيْدًا وَ مُبَشِّرًا وَنَذِيْرًا وَ دَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَ سِرَاجًا مُنِيْرًا وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ وَ قَيُّوْمُ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرَضِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المبعوث لأتمم مكارم الأخلاق المخلوقين رحمة للعالمين أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَ الْعَامِلِيْنَ بِسُنَّتِهِ وَ الدَّاعِيْنَ إِلَى شَرِيْعَتِهِ الرُّحَمَاءُ فِيْمَا بَيْنَهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدٌ: فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَادِ التَّقْوَى فَقَالَ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Kaum Muslimin Yang dirahmati Allah..

Marilah kita senantiasa tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt, yakni dengan sekuat mungkin menjalankan perintah-perintah-Nya serta menjauhi tiap-tiap larangan-Nya, dalam kondisi apa pun. Saat sehat, sakit, kaya, miskin bahagia atau pun derita. Karena dengan ketakwaan itulah nilai sesungguhnya kita di sisi Allah Swt. Bukan harta, rupa atau pun tahta yang membuat kita bernilai di sisi Allah Swt. Tidak lain adalah ketakwaan kepada Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya dalam surat al-Hujurat ayat 13:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Artinya: “Sungguh, yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertakwa pada-Nya”

Kaum Muslimin Yang dirahmati Allah..

Hendaknya, di berbagai kesempatan,kita selalu berusah meningkatkan kedekatan kita kepada Allah Swt. Dan juga kepada Rasul-Nya. Cara meningkatkan kedekatan diri pada Rasulullah Saw. Ialah dengan mengingat kembali jasa-jasa beliau bagi kehidupan umat manusia, dan berusaha meneladani akhlak beliau di berbagai kondisi kehidupan. Allah Swt. berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah tauladan yang baik bagi kamu sekalian, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Rasululllah Saw. diutus tujuan utamanya ialah guna menyempurnakan ahklak manusia. Menata dan meningkatkan perilaku hidup umat manusia. Sebagaimana sabda beliau :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَا مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: “Sungguh akau hanay diutus untuk menyempurnakan kemuliaan-kemulaiaan akhlak” (HR. Al-Bukhari)

Kaum Muslimin Yang dirahmati Allah..

Berakhlak mulia bukan berarti selalu merendahkan diri kepada setiap orang, atau memuliakan orang lain dan menghinakan diri sendiri. Berakhlak mulai artinya adalah menempatkan segala sesuatu dengan tepat dan sesuai. Meninggikan yang harus ditingikan, dan merendahkan yang yang semestinya. Sayyidina Ali Kw. Menuturkan:

مَنْ أَنْزَلَ النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ رَفَعَ الْمُؤُوْنَةَ عَنْ نَفْسِهِ وَ مَنْ رَفَعَ أَخَاهُ فَوْقَ قَدْرِهِ فَقَدْ إِجْتَرَّ عَدَاوَتَهُ

Artinya: “Barang siapa yang menempatkan orang lain dengan tepat, maka ia telah mengangkat harga dirinya. Dan barang siapa meninggikan saudaranya melebihi semestinya, maka sungguh ia telah menarik terjadinya permusuhan.”

Kaum Muslimin Yang dirahmati Allah..

Sikap wajar dalam menempatkan sesuatu inilah yang dinamakan akhlak terpuji. Jika kita tilik kembali pribadi Rasulullah adalah manusia yang bersikap proporsional. Selalu menempatkan sesuatu dengan tepat, sesuai situasi dan kondisinya.

Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah Swt. Untuk bisa meneladani Rasulullah Saw. Agar hidup kita bisa tertata dan memberikan ketenteraman pada sekitar, dan tentunya agar menjadi manusia yang diridhai oleh Allah Swt.

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْ لُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ