Lirboyo, 7 Juni 2026 – Ma’had Aly Lirboyo kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal kualitas intelektual dan spiritual para kadernya. Ruang sinergi keilmuan tersebut kembali tersaji dalam gelaran Kuliah Umum kedua. Bertempat di Aula Muktamar Lirboyo, perhelatan kali ini mengusung tema yang sangat penting bagi mahasantri, yakni Refleksi Pendidikan Karakter bagi Mahasantri.
Hadir sebagai pembicara adalah tokoh asal Jakarta yang karismatik, Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc., M.A.
Jajaran Senat Ma’had Aly Lirboyo, Agus Yasin MK Thoha Khozin, beserta segenap Mudir dan dosen turut hadir menyaksikan langsung jalannya acara yang berlangsung khidmat ini. Kehadiran para beliau menjadi bukti nyata dukungan penuh pesantren terhadap masa depan pembentukan karakter mahasantri. Tak kurang dari 4.000 mahasantri memadati lokasi acara dengan antusiasme tinggi, sementara sebagian mahasantri lainnya berhalangan hadir karena sedang mengemban tugas wajib khidmah.
Baca juga: Jam’iyyah Nahdliyah Membahas Pentingnya Ensiklopedia Karya Ulama Nusantara
Untaian Lagu Kebangsaan dan Semangat Jihadi
Mengawali acara, ribuan mahasantri secara khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathan, serta Mars Ma’had Aly Lirboyo sebagai bentuk perwujudan semangat kebangsaan dan nilai kepesantrenan.
Sambutan Mudir dan Senat Ma’had Aly Lirboyo
Ada dua sambutan di acara Kuliah Umum ini. Sambutan pertama disampaikan oleh Mudir Ma’had Aly Lirboyo, Agus M. Aminulloh Mahin. Dalam untaian kalimatnya, beliau sempat bernostalgia mengenang hubungan erat pembicara dengan bumi Lirboyo.
“Dahulu abah beliau, KH. Syukron Makmun, sering mengisi (acara) di Lirboyo pada tahun 80-an,” kenang beliau, merajut kembali historis dengan pembicara.
Lebih lanjut, Agus M. Aminullah Mahin memberikan wejangan mendalam perihal jati diri seorang pencari ilmu.
“Tidak boleh hilang karakter seorang santri. Sepandai apa pun kita, kalau tidak diiringi oleh akhlak, maka akan sulit diterima oleh masyarakat,” kata beliau di hadapan ribuan santri, Selasa, 7 Juli 2026.
Di akhir sambutannya, beliau menaruh harapan besar agar seluruh mahasantri bisa menyerap mendapatkan wawasan dan inspirasi penguatan karakter sehingga menjadi manusia yang berakhlak, beramal dan berilmu.
Senada dengan hal itu, Senat Ma’had Aly Lirboyo Agus HM. Yasin MK Thoha Khozin, dalam sambutannya turut menitipkan pesan penting. Beliau menggarisbawahi bahwa kecerdasan otak tidak akan berarti tanpa adanya keluhuran budi pekerti. Menurut dawuh beliau, keluasan ilmu yang mahasantri miliki haruslah berjalan beriringan dengan keindahan adab.
Baca juga: Mudir Madrasah Berharap Santri Lirboyo Tak Hanya Kagumi Ulama Nusantara, tetapi Jadi Penerusnya
Romantisme Sejarah dan Paparan Materi Dr. KH. Muhammad Faiz
Memasuki acara inti, Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc., M.A. menyampaikan beberapa kisah kenangan. Di awal pemaparannya, tokoh yang akrab disapa Gus Faiz ini mengaku memiliki ikatan emosional dan rasa takzim yang luar biasa terhadap pondok ini.
“Diundang di Lirboyo, (saya) merasa harus hadir,” ujar beliau.
Bukan tanpa alasan, beliau mengungkapkan rasa utang budi keilmuan karena guru-guru beliau dahulu merupakan para santri utusan KH. Mahrus Aly Lirboyo. Sembari sesekali bernostalgia, beliau mengenang masa-masa indah saat masih kecil sering ikut menemani abahnya, KH. Syukron Makmun, ketika diundang ceramah di Lirboyo.
Dalam refleksi materi pendidikan karakter, beliau menekankan bahwa santri Lirboyo harus menjadi benteng moral di tengah masyarakat dengan tetap menjaga khazanah tradisi, integritas, dan keluhuran akhlak yang menjadi ciri khas ulama salaf.
Baca juga: Jam’iyyah Nahdliyyah l Bersama Dr. KH. Ahmad Ginanjar Sya’ban M. Hum. di Lirboyo
Penutup
Sebagai pamungkas, Agus HM. Dahlan Ridwan memimpin pembacaan doa kemudian dilanjut dengan foto bersama.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





