Seminar Kepenulisan SIBER Lirboyo Bersama Redaktur NU Online

Seminar Kepenulisan bersama Redaktur NU Online, Syakir NF Seminar Kepenulisan bersama Redaktur NU Online, Syakir NF

Kediri, 29 Juni 2026 – Seksi Sumber Berita & Informasi (SIBER) Lirboyo mengadakan Seminar Kepenulisan Keislaman bersama Bapak M. Syakir Ni’amillah Fiza selaku redaktur NU Online. Bertempat di gedung Rusunawa Baru ponpes Lirboyo, turut hadir tiga belas peserta yang terdiri dari kru website SIBER Lirboyo, Creative Producer LIM Production, redaktur MADING Al-Hidayah, dan beberapa peserta kursus Jurnalistik.

Dalam sesi seminar yang bersuasana santai tersebut ia memaparkan beberapa kaidah kejurnalistikan dasar. Seperti bagaimana mengidentifikasi poin 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, dan How) dalam struktur tulisan berita.

Selain itu, Bapak Syakir juga menjelaskan bahwa dalam menulis warta atau berita perlu sekali memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam kaidah jurnalistik. Hanya saja, apabila sudah ada kesepakatan bersama mengenai aturan tulisan tertentu, maka kaidah yang sudah ada boleh diabaikan.

“Inilah yang namanya selingkung,” tukasnya.

Baca juga: Istighotsah Akhir dan Awal Tahun 1448 H oleh Ribuan Santri Lirboyo

Sesi Interaktif

Setelah pemaparan seputar kepenulisan, Bapak Syakir mempersilakan hadirin untuk bertanya. Antusiasme para peserta nampak ketika satu persatu pertanyaan terjawab dengan memuaskan.

Selama sesi interaktif tersebut Bapak Syakir yang notabene adalah redaktur NU Online tersebut juga menampilkan beberapa tulisan hasil reportasenya, berikut mengupas perbedaan gaya tulis antara satu dengan yang lain.

Tak lupa, ia pun menekankan bahwa agar bisa menghasilkan tulisan-tulisan dengan struktur yang terbentuk maka harus dengan memperbanyak konsumsi bacaan.

“Penulis tidak boleh lepas dari baca.” Demikian ungkapnya.

Baca juga: Hukum Adegannya Aktor

Menulis Adalah Keterampilan Praktis

Setelah mendapatkan cukup materi kepenulisan, selanjutnya adalah saatnya praktek. Hal ini menjadi penting sebab kemampuan menulis tidak cukup hanya mengandalkan teori, namun ia butuh praktek langsung. Akhirnya, para peserta terbagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok mendapat tugas untuk meliput berita apapun yang ada di sekitar mereka saat itu juga selama kurang lebih satu jam. Sesi ini berlangsung bersamaan dengan istirahat para peserta.

Ketika jam istirahat telah usai, para peserta mengumpulkan hasil reportase yang sudah mereka susun. Di sinilah bagian paling menariknya. Tulisan yang sudah selesai tidak hanya dikoreksi dan diedit oleh Bapak Syakir saja. Justru ia menunjuk kelompok lain untuk praktek membenahi tulisan tersebut. Alhasil, seluruh peserta bisa saling mengoreksi dan mengomentari tulisan satu sama lain.

Bimbingan Menulis Keberlanjutan

Bimbingan kepenulisan tersebut nampaknya tidak hanya akan berakhir di lokasi kegiatan. Sebab, Bapak Syakir sendiri menghimbau seluruh peserta agar terus mengasah minat kepenulisan mereka. Bahkan ia mempersilakan mereka untuk mengirimkan tulisan kepadanya secara berkala untuk koreksi dan pembenahan via surel.

Nantinya, tulisan tersebut akan ia baca dan koreksi terkait bagaimana menyusun kerangka yang pas, pemilihan diksi yang efektif, dan hal-hal editorial lainnya.

Baca juga: Dauroh Ilmiah Ma’had Aly Lirboyo Bahas Urgensi Ilmu Mantik dalam Kajian Syariat

Harapan Untuk Kepenulisan di Pesantren

Di penghujung acara, Bapak Syakir berpesan kepada semua hadirin agar sungguh-sungguh dalam mengelola minat mereka terhadap dunia kepenulisan. Hal ini tidak lain agar orang-orang pesantren ke depannya bisa memasuki kancah media nasional. Dengan demikian, mereka bisa mencegah munculnya narasi-narasi miring yang acapkali terkesan ingin memojokkan pesantren. Sampai kemudian, yang diharapkan bukan hanya soal produktivitas kepenulisan saja, tapi juga kualitas dari setiap tulisan yang mereka, orang-orang pesantren, hasilkan.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses