Lirboyo – Majelis Sholawat Kubro atau yang akrab disebut Masbro kembali digelar pada Kamis malam Jumat, 29 Mei 2025, Masbro ini adalah Masbro perdana yang dilaksanakan pada tahun ajaran ini. Kegiatan ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan setiap Kamis Legi, bersamaan dengan acara Kamis Legian di siang harinya.
Baca juga: Pembukaan Pengajian Kamis Legi 1446 H / 2025 M
Kamis Legian sendiri merupakan salah satu kegiatan rutinan para alumni Pondok Pesantren Lirboyo, yang diisi dengan kajian Kitab al-Hikam yang dibacakan oleh Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi para alumni dengan para guru dan teman seperjuangan mereka dulu.
Wadah Ekspresi dan Kegiatan Positif
Majelis ini bukan hanya sekadar lantunan sholawat, tetapi juga menjadi wadah bagi para santri untuk menyalurkan kreativitas, khususnya dalam seni hadrah dan rebana. Hal ini Agus Ibrahim Ahmad Hafidz tegaskan ketika dalam penyampaian mauidlotul hasanah pada Masbro edisi ke-4 tahun lalu. Beliau menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan positif di hari libur santri, agar para santri tetap terarahkan kepada hal-hal yang positif.
Baca juga: 235 Calon Mahasantri Ikuti Ujian Masuk Marhalah Tsani Ma’had Aly Lirboyo Selama Dua Hari
Pesan Agus Nururohman Ya’lu
Menjelang pembacaan tawassul, Agus Nururohman Ya’lu salah satu pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo memberikan pengingat penting kepada para santri agar memulai kegiatan Majelis Sholawat Kubro (Masbro) ini dengan kekhusyukan dan penuh tatakrama. Dalam pengantarnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk bersikap khāshi‘an muta’addiban—khusyuk dan beradab.
Beliau juga mengingatkan betapa pentingnya bagi kita untuk mendengarkan dawuh-dawuh para masyayikh yang akan hadir dengan seksama. Karena hal ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita mendapatkan barokah dari para masyayikh yang hadir pada malam itu.
Baca juga: Sekilas Haul ke-51 KH. Marzuqi Dahlan
Mauidlotul Hasanah Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus
Dalam Mau’idlotul Hasanah kegiatan Majelis Sholawat Kubro, Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menyampaikan sejumlah pesan bagi para santri. Beliau membuka Mauidloth dengan doa:
اللهم اجعلنا من العائدين والفائزين
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang kembali (kepada-Mu) dan meraih kemenangan.”
Salah satu poin yang beliau sampaikan adalah pentingnya menjaga hubungan kasih sayang. Syaikh Yasin al-Fadani, beliau menyampaikan sebuah hadis:
“Orang-orang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman. Sayangilah makhluk di bumi, maka kalian akan disayangi oleh yang di langit.”
Baca juga: Sekilas Haul Ummul Ma’had Lirboyo; Ibu Nyai Dlomroh yang Ke-67
Beliau menekankan pula bahwa doa malaikat itu mandi (manjur) untuk orang-orang penyayang dan doa tersebut itu tidak dapat setan ganggu dan goda.
Tiga Golongan Selamat
KH. Abdullah Kafabihi Mahrus juga mengingatkan bahwa seluruh manusia dalam kerusakan, kecuali tiga golongan:
- Orang-orang yang berilmu
- Yang mengamalkan ilmunya
- Yang ikhlas
Namun, bahkan mereka pun masih berada dalam kekhawatiran besar akan nasib akhir mereka. Beliau berdoa:
اللهم ارزقنا بحسن الخاتمة
“Ya Allah, anugerahkanlah kami husnul khatimah.”
Baca juga: 1.304 Santri Mengikuti Ujian Tes Masuk MHM dan Ma’had Aly
Kemudian beliau juga menjelaskan bahawasannya orang yang Allah takdirkan menjadi orang alim, maka dia akan bersungguh-sungguh dalam mondok. Kemudian menunjukkan betapa muliannya orang yang alim dan mengamalkan ilmunya, beliau menjelasakan bahwasannya derajat orang tersebut berada di bawah para nabi.
Istiqamah dan Doa
Dalam pesannya, KH. Abdullah mengutip Imam Ghazali yang menyatakan bahwa kebaikan yang tidak kita lakukan secara continue (terus-menerus) tidak bisa kita sebut sebagai kebaikan.
Beliau juga menyampaikan bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang oleh Allah lama dikabulkannya:
أفضل الدعاء انتظار الإجابة
“Sebaik-baik doa adalah yang diiringi harapan akan dikabulkan.”
Ijazahan dan Amalan Santri
Di akhir, Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus pada kegiatan Majelis Sholawat Kubro memberikan ijazahan bagi para santri. Beliau memberikan tiga ijazahan:
- Na’un (tidak pulang selama 3 tahun)
- Botak
- Ngerowot (makan selain dari yang berbahan beras)
Baca juga: Haul KH. Mahrus Aly ke-41
Beliau menegaskan bahwa santri yang melaksanakan tirakan ngrowot maka belian tidak memperkenankannya untuk tetap merokok. Barang siapa yang melakukan tirakat tersebut, namun tetap merokok, maka tirakatnya beliau anggap tidak sah.
Amalan Harian
Abuya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus juga memberikan amalan harian bagi para santri yakni:
- Membaca sholawat sebanyak 10.000 kali
- Membaca Al-Fatihah sebanyak 11 kali
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





