Lirboyo 23 Oktober 2025– Suasana haru dan khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Lirboyo saat kegiatan spiritual puncak, Haul Mbah Kiai Lirboyo & Takhtiman Al-Qur’an ke-45. Sebanyak 163 santri, sebagai Khotimin, tampil dengan penuh semangat membacakan surat-surat pendek Al-Qur’an dan memanjatkan doa, menandai rampungnya proses menghafal dan mengkaji Al-Qur’an.
Acara agung ini dihadiri oleh para pengasuh Ma’had Murottilil Qur’an (MMQ), di antaranya K. M. Khotibul Umam Maftuh, K. Mu’tashim Ata Billah Maftuh, dan K. Husein Syafi’i. Turut juga memperkuat barokah acara adalah kehadiran para dzuriyah dan masyaikh Lirboyo, termasuk KH. Nurul Huda Ahmad, KH. Atho’illah S. Anwar, Agus HM. Dahlan Ridlwan, dan Gus Adibussholeh Anwar.
Sambutan Pengasuh MMQ
K. Husein Syafi’i, salah satu pengasuh MMQ, dalam sambutannya menyampaikan pesan harapan yang mendalam.
“Mudah-mudahan semua khotimin bisa bermanfaat. Khususnya yang Bil Ghoib, bisa menjaga hafalannya. Sebab, menjaga jauh lebih berat daripada memperoleh,” jelas beliau, menekankan pentingnya istiqomah para santri.
Baca juga: Hari Santri Nasional: Santri Lirboyo Gelar Praktik Rukyatul Hilal di Pantai Molang Tulungagung
Sambutan Atas Nama Wali Santri Khotimin
Rasa bangga yang sama juga diungkapkan oleh perwakilan wali khotimin, K. Khasan Alfarauq. Beliau mengungkapkan kebahagiaannya melihat putranya Allah muliakan sebagai ahli Al-Qur’an.
“Estu bingah sanget bileh dalu meniko kulo ningali putro kulo dipun mulyoaken Allah (Sungguh bahagia sekali malam ini saya melihat putra saya dimuliakan Allah),” tuturnya haru.
“Akhirnya sekian lama sebagai wali santri hati ini campur aduk dengan segala giringan opini perihal anak-anak kami, tapi malam ini kita melihat sendiri betapa putra kita bisa tampil sebagai khotimin. Ahli Al-Qur’an.” Tuturnya dengan bangga.
Ceramah KH. M. Yusuf Chudlori: Takdir Terindah dan Barokah Masyaikh
Puncak acara diisi dengan Mauidzatul Hasanah yang disampaikan oleh KH. M. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Pondok Pesantren Api Tegalrejo, Jawa Tengah. Setelah pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Gus Yusuf selanjutnya menegaskan bahwa menjadi santri Lirboyo adalah takdir istimewa.
“Menjadi santri adalah takdir terindah. Khususnya santri Pondok Pesantren Lirboyo,” tegas Gus Yusuf. Beliau menyoroti betapa luar biasanya takdir Allah yang mempertemukan ribuan santri, mulai dari yang berasal dari Sumatera, Jakarta, hingga anak ibu penjual di pasar dan bapak yang macul di sawah, bisa menimba ilmu dan menjadi khotimin di Lirboyo.
Lebih lanjut, Gus Yusuf mengingatkan bahwa tugas pesantren bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan adab. Beliau memberikan nasihat penting:
“Ilmu itu seperti air. Selalu mencari tempat yang rendah. Maka tidak bisa mencari ilmu tanpa adanya menunduk.”
Di akhir tausiyahnya, Gus Yusuf juga memberikan ijazah doa penting kepada para wali santri, yang merupakan kunci keberhasilan anak. “Untuk para ibu-ibu doakanlah anak-anaknya. Bacakan Al-Fatihah 41 kali. Ini ijazah dari KH. Mahrus Aly dan Bah Yai Dalhar Magelang. Karena doa ibu adalah salah satu peran kunci dalam keberhasilan anak,” pungkasnya, beliau menutup dengan harapan agar ilmu yang khotimin dapat bisa bermanfaat luas di tengah-tengah masyarakat.
Baca juga: Ribuan Santri Lirboyo Khusyuk dalam Istighotsah Hari Santri 2025
Kesaksian dan Kebahagiaan Salah Satu Wali Santri Khotimin
Rangkaian kebahagiaan malam itu semakin lengkap dengan adanya kesaksian langsung dari perwakilan wali santri. H. Husein Zainal Abidin, salah satu wali dari khotimin bernama Khoirul Anam, menyampaikan rasa syukurnya yang tak terhingga.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah karena anak saya bisa menyelesaikan Al-Qur’annya. Alhamdulillah juga, saya bersyukur kepada Allah karena anak saya selalu Allah berikan kesehatan dan keselamatan dalam menimba ilmu,” tutur H. Husein.
Beliau juga memanjatkan doa tulus agar ilmu yang diperoleh putranya menjadi bermanfaat bagi umat.
“Mudah-mudahan anak saya bisa memanfaatkan ilmunya dan menebar manfaat kepada masyarakat,” harapnya.
Lebih lanjut, H. Husein menceritakan antusiasme keluarga besar dalam menyambut momen mulia ini. “Alhamdulillah acara (takhtiman ini) sangat meriah dan sangat membahagiakan keluarga saya. Saya datang ke sini bersama keluarga sekitar 20 orang. Namun yang ke (Aula Muktamar) ini hanya 6 orang,” tutupnya, menggambarkan betapa acara Takhtiman menjadi berkah dan kegembiraan bagi seluruh keluarga.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

MasyaAllah Tabarakallah Mugi tansah angsal barokahipun,lan saget sowan ten Masyayikh Lirboyo 🤲🤲
Saya bangga dan bersyukur selama di Lirboyo tahun 1990 SD 1996 bisa menyelesaikan 30 Juz , 15 juz dg Ustadz Muhaimin Cirebon, 15 juz langsung dengan KH Maftuh Basthul Birri.
Waktu itu dari 10.000 santri peserta khotimin yang bareng dengan alfaqier hanya 24 santri yakni pada tahun 1995.
بارك الله لنا بعلوم شيخ مفتوح بسط البر