Lirboyo, 26 November 2025—Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Pondok Pesantren Lirboyo resmi membuka kegiatan Bahtsul Masail Penutupan (BMP) tahun ajaran 1446-1447 H./ 2025-2026 M. di Aula Al-Muktamar. Acara yang membagi peserta dalam tiga komisi ini dihadiri oleh para masyayikh Pondok Lirboyo, jajaran perumus, mushohih, serta para peserta Bahtsul Masail. Hadir pula dalam acara ini rombongan Mufti Malaysia, termasuk Sohibussamahah Dato’ Seri Haji Wan Zahidi bin Wan Teh.
Sambutan Panitia
Sebelum acara mulai, Tim Lirboyo Selection meramaikannya dengan senandung salawat, kemudian acara resmi dibuka oleh MC Ustadz Fuad Amin. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an serta sambutan panitia oleh Ketua LBM P2L, Ustadz Mundzir Zainuddin, yang menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan untuk beristifadah dari masyayikh.
Baca juga: Halaqoh Ilmiah Bersama Syekh Abu Bakar bin Zein Ar Roqi Bafadhol
Mauidzah Hasanah pertama
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Romo KH. M. Anwar Manshur, menyampaikan mauidzah hasanah dalam pembukaan. Beliau mengajak seluruh peserta bersungguh-sungguh dalam bahtsul masail agar memperoleh bekal yang bermanfaat saat terjun ke masyarakat.
“Mari kita bersungguh2 dalam bahtsul Masail ini, agar menjadi bekal di masyarakat.” Ujar beliau.
Selain itu, beliau juga mendoakan agar para peserta diberi kemudahan oleh Allah swt.
“Mudah-mudahan semuanya dimudahkan oleh Allah Swt” Setelah itu, beliau menutup mauidzahnya dengan bacaan doa.
Baca juga: 733 Santri Lirboyo Siap Berlomba di Festival Ilmiah Haflah Akhirussanah
Sambutan atas nama Mufti Malaysia
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mufti Negeri Malaysia, Dato’ Seri Haji Wan Zahidi bin Wan Teh, yang menilai forum bahtsul masail sebagai majelis ilmu yang penuh keberkahan. Beliau mengisahkan hadis tentang dua halaqah—halaqah zikir dan halaqah ilmu—yang pernah dijumpai Nabi, seraya menegaskan bahwa majelis seperti ini merupakan bagian penting dari tradisi keilmuan Islam.
Penasehat LBM (Lajnah Bahtsul Masail) Pondok Lirboyo sekaligus Mudir Am MHM dan Ma’had Aly, KH. Athoillah S. Anwar, menambahkan bahwa BMP merupakan agenda tahunan LBM dan menjadi ruang besar bagi silaturahmi para perumus serta mushohih dengan para peserta. Beliau berpesan agar para peserta membaca kitab dengan teliti sesuai i‘rab, tidak tergesa-gesa, serta menjadikan kitab asli sebagai rujukan utama meski menggunakan PDF. Beliau menegaskan bahwa alumni Lirboyo masih mendominasi forum bahtsul masail tingkat PWNU, sehingga para peserta saat ini diharapkan siap melanjutkan estafet keilmuan tersebut.
Baca juga: Seminar Jam’iyyah Nahdliyyah II: Kiprah Santri di Era Modernisasi
Mauidzah Hasanah kedua
Mauidzah hasanah kedua disampaikan oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, yang menegaskan bahwa bahtsul masail merupakan ciri khas pesantren, terutama di Jawa, dan harus terus dijaga.
“Bahtsul Masail sudah berjalan bertahun-tahun dan kita harus menjaganya” ujar beliau.
Beliau mengingatkan bahwa perbedaan pendapat ulama adalah rahmat, yang kembali pada dua derajat: pendapat yang bersifat tasydid (memberatkan) dan pendapat yang takhfif (meringankan). Setelah itu beliau menutup mauidzah dengan doa penutup.
Acara kemudian berlanjut dengan sesi foto bersama para masyayikh, perumus, mushohih, serta tamu undangan. Usai sesi tersebut, rangkaian kegiatan diteruskan dengan ramah tamah yang berlangsung di lobi Gedung Aula Al-Muktamar.
Baca juga: 1252 Santri Lirboyo Ikuti Pendidikan Dasar PKPNU
Peserta dan Komisi Pembahasan
Kegiatan BMP tahun ini diikuti oleh:
- Perwakilan siswa dan mahasantri MHM hingga Ma’had Aly semester 6,
- Himpunan pelajar se-Nusantara,
- Perwakilan Pondok Unit Lirboyo,
- Serta sejumlah pondok luar, di antaranya PP Tarbiyatunnasiien Pacul Gowang, PP Hidayatus Sholihin Turus, PP Mambaul Ma’arif Denanyar, PP Hidayatut Thulab Petuk, PP Nahdhotut Thalibin, PP Tegal Arum, PP Annajah, dan PP Annur 1 Bululawang.
Pembahasan dibagi ke dalam tiga komisi, masing-masing menjalani tiga jalsah. Jalsah Ula berlangsung pada pukul 19.30–21.30 WIB, Jalsah Tsaniyah pada pukul 06.30–11.30 WIB, dan Jalsah Tsalisah dilaksanakan pukul 12.30–15.30 WIB.
Berikut Adalah pembagian pembahasan di tiga komisi:
Komisi A – Aula Al-Muktamar
- Revisi Sejarah Nasional (HP Madura)
- Spin Mobile Legend (HP Pasuruan)
- Larangan Menikah Saat Iddah (Ma’had Aly Smt VI)
- Kampung Ramadan Jogokariyan (Ma’had Aly Smt IV)
- Topi Payung Ihram (Mutakhorijin 2000)
- Sukuk Wakaf Hijau (Panitia)
Komisi B: Aula An-Nawawi Lantai. 1
- BSI Deposito Rupiah
- Membuang Usus & Jeroan Hewan Kurban
- Tren Kaos Jersey Bergambar Kontroversial
- Program Rumah Sehat BAZNAS
- Fanatik Berujung Polemik
- Perjanjian Ekstradisi
Komisi C – Aula An-Nawawi Lantai 2
- Pencemaran Nama Baik Institusi
- Dilema Kemasan Brand Manhut
- Menyoal Akad Tanwil
- Crowdfunding via Kitabisa.com
- Kritik Pemerintah Lewat Demonstrasi
- Tembelan di Akhir Tahun
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





