Lirboyo—Ma’had Aly Pondok Pesantren Lirboyo kembali menggelar Kuliah Umum yang bertempatkan di Aula Al-Muktamar pada Selasa, 7 Juli 2026. Kuliah Umum kali ini diisi oleh Dr. K.H. Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc., M.A. dengan tema kuliah: Refleksi Pendidikan Karakter bagi Mahasantri.
“Saya merasa harus dan wajib untuk hadir” tutur pertama beliau saat mulai berbicara di hadapan ribuan mahasantri Ma’had Aly Lirboyo.
Kiai kelahiran 1974 itu menjelaskan bahwa beliau amat yakin terhadap barokah dari pondok pesantren.
Terkait pendidikan karakter yang harus santri ketahui, Gus Faiz, sapaan akrab beliau, mengatakan, “Ciri khas santri itu percaya dengan barokah,”.
Baca juga: Mudir Ma’had Aly Sampaikan Pentingnya Menata Akhlak Sebelum Terjun di Masyarakat
Gus Faiz: Santri Harus Berpegang Teguh pada Kitab Kuning
Selain itu, Gus Faiz juga mengingatkan bahwa santri juga harus mampu menghadapi tantangan zaman dengan berpegang teguh terhadap turats (kitab kuning) dan adab yang kuat.
“Karakter santri itu melekat dengan karakter Islam. Dan agama Islam selalu mampu berdialog dengan perubahan zaman ila yaumil qiyamah”, ucap putra dari Prof. Dr. K.H. Syukron Ma’mun itu.
Di tengah penjelasan pendidikan berkarakter itu, beliau menerangkan “Fikih itu luas, yang sempit itu hati kita,”.
Baca juga: Ribuan Mahasantri Lirboyo Padati Gelaran Kuliah Umum Kedua Ma’had Aly
Namun, beliau juga banyak menyebutkan persoalan agama di zaman ini yang membutuhkan keterbukaan paradigma dari para santri yang menjadi calon ulama. Di antaranya seperti masalah miqot dan hadyu tamattu’ dalam haji. Kemudian juga tentang nafaqoh dalam bab nikah. “Syarat terpenting karakter adalah al–Infitah, keterbukaan” ujarnya.
Hingga akhirnya, Gus Faiz pun memberikan kesimpulan, “Karakter seorang santri itu at-tamasuk ala at-turats (berpemahaman kuat terhadap kitab turats), juga memiliki adab dan ruh yang kuat” pungkasnya.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





