Pembukaan Pengajian Kamis Legi 1446 H / 2025 M

Pagi ini, Kamis Legi, 29 Mei 2025 / 2 Dzulhijjah 1446 H, pukul 09.00 WIB, Pondok Pesantren Lirboyo menggelar pembukaan pengajian rutin. Ini menjadi pengajian perdana pada tahun ajaran baru. Jadi, seharusnya pengajian dimulai sejak bulan Syawal lalu, tetapi karena beberapa kendala, kegiatan baru bisa dimulai bulan ini. Para alumni memanfaatkan momen pembukaan ini untuk mengadakan halal bihalal tiap angkatan.

Baca juga: 1.304 Santri Mengikuti Ujian Tes Masuk MHM dan Ma’had Aly

Bagian dari menjaga tradisi

Sebagai bagian dari tradisi yang telah berjalan lebih dari dua dekade, pengajian Kamis Legi bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk kesinambungan ilmu dan silaturahmi. Sejak tahun 2002, Pondok Pesantren Lirboyo rutin menggelar pengajian kitab al-Hikam setiap Kamis Legi. Pengajian ini muncul dari usulan para alumni (mutakhorijin) yang meminta Romo KH. Ahmad Idris Marzuqi untuk membacakan kitab karya Imam Ibnu Athoillah as-Sakandari tersebut. Setelah beliau wafat pada 10 Sya’ban 1435 H, Romo KH. M. Anwar Manshur melanjutkan pengajian dan menjadi pembacanya hingga saat ini.

Suasana pra acara

Menjelang acara, suasana pesantren mulai ramai. Sejak pukul 08.00 WIB, para alumni telah memadati Aula Al-Muktamar. Sebagian dari mereka datang bersama istri dan anak-anak. Dengan begitu, mereka memperkenalkan pentingnya tradisi mengaji, tanpa batas usia atau latar belakang profesi. Semua membaur di bawah naungan para masyayikh Lirboyo, dengan harapan mendapat keberkahan dan ridha dari mereka.

Suasana acara pengajian kamis legi

Tepat pukul 09.00 WIB, pengajian resmi dimulai. Seperti biasa, kegiatan diawali dengan tahlil, lalu dilanjutkan pembacaan kitab al-Hikam oleh Romo KH. Anwar Manshur. Para alumni menyimak dengan khusyuk, memaknai petikan demi petikan kitab menggunakan metode gandul khas pesantren. Kemudian pengajian berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Sekilas Haul Ummul Ma’had Lirboyo; Ibu Nyai Dlomroh yang Ke-67

Pasca acara

Setelah pengajian selesai, suasana kekeluargaan semakin terasa. Romo KH. Anwar Manshur menutup dengan doa, lalu mempersilakan hadirin bersalam-salaman (mushafahah) dengan para masyayikh. Banyak alumni yang mengajak putra mereka untuk mengikuti pengajian, sowan, mencium tangan para kiai, dan berziarah ke makam Mbah Yai Sepuh. Mereka ingin anak-anak mengenal tradisi pesantren, memahami akhlak ala pesantren, serta tumbuh dengan cinta kepada para kiai.

Kebersamaan berlanjut setelah acara inti usai. Setelah itu, Para alumni berkumpul bersama teman-teman semasa mondok. Mereka berbagi cerita, pengalaman, dan canda tawa. Suasana makan bersama ala eblek-an membuat momen kebersamaan terasa hangat, meluruhkan sekat profesi, dan mempererat ikatan seperti keluarga.

Akhirnya, momen ini menyisakan kesan yang mendalam. Ungkapan salah satu ahli hikmah terbukti benar: Teman yang akan selalu terkenang sepanjang hidup adalah teman saat menuntut ilmu dan teman saat berhaji.

Tonton pengajian kamis legi selengkapnya klik di sini

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses