Lirboyo— Ribuan mahasantri Ma’had Aly Lirboyo menghadiri acara kuliah umum bersama Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun Lc. M.A. dengan mengangkat tema “Refleksi Pendidikan Karakter Bagi Mahasantri” di Aula Al-Muktamar, Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Selasa 07 Juli 2026.
“Islam adalah satu-satunya agama yang berdialog dengan zaman” ujar Pengasuh Pesantren Daarul Rahman, Jakarta.
Beliau menjelaskan bahwa di pergolakan zaman yang terus berubah, ajaran Islam harus selalu relevan dengan segala bentuk masalah yang ada sehingga mahasantri saat ini juga tertuntut untuk mengupas berbagai problem yang ada di masyarakat.
Menurut beliau, Islam adalah satu-satunya agama yang membicarakan seluruh lapisan kehidupan. Berarti, Islam adalah agama yang syumul (relevan) dan murunah (fleksibel), sehingga untuk mendialogkan Islam kepada masyarakat, mahasantri harus menyertainya dengan akhlak. Sebab, ilmu pesantren yang tidak beriringan dengan akhlak akan sulit masyarakat terima.
Baca juga: Ribuan Mahasantri Lirboyo Padati Gelaran Kuliah Umum Kedua Ma’had Aly
Untuk menyampaikan ilmu tersebut, tidak serta-merta kita bisa sampaikan tanpa melihat keadaan di masyarakat terlebih dahulu.
“Tidak semua yang kita yakini kita (harus) katakan” jelas kiai yang pernah menempuh pendidikan di Madinah ini.
Menurut beliau, meskipun solusi yang kita yakini benar, namun yang perlu kita ingat apakah ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan sebagai bentengnya, santri punya pendidikan karakter (akhlak) yang menjadi ciri khasnya.
Baca juga: Mudir Ma’had Aly Sampaikan Pentingnya Menata Akhlak Sebelum Terjun di Masyarakat
Pentingnya Menerapkan Akhlak Menurut Gus Faiz
Dari itu, akhlak menjadi penting dalam perjalanan seorang santri menuntut ilmu. Contoh kecilnya ketika ingin memberi tahu seseorang tentang kebenaran, namun jika kita mengatakan lontaran yang akan menyakitkan hati orang tersebut, maka solusinya, lebih baik untuk diam.
Gus Faiz memberi pesan kepada audien agar selalu siap ketika terjun di masyarakat.
“Kalau punya ilmu, ketika dibutuhkan masyarakat, maka santri akan siap, dan ketika masyarakat belum membutuhkan maka akan bermanfaat untuk dirinya sendiri,” tegas putra dari Prof. KH. Syukron Makmun.
Dengan demikian, meski zaman terus berubah, keadaan sudah berbeda, namun ajaran Islam selalu hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi yang tetap sesuai dengan kebutuhan.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





