Pembukaan Aktivitas Lembaga Bahtsul Masail

Pembukaan BM Pembukaan BM

Kamis, 01/05/2025 M — Lembaga Bahtsul Masail (LBM) menggelar acara pembukaan aktivitas Bahtsul Masail.

Pembukaan musyawarah Fathul Qarib

Tadi malam, tepat pukul 12, lembaga tersebut kembali memulai Musyawarah Fathul Qarib. Biasanya peserta membahas kitab dari pertengahan, tetapi kali ini mereka memulainya ulang dari bab awal, yaitu bab thaharah. Momen langka ini menarik banyak santri yang aktif dalam kegiatan bahtsul masail untuk menyaksikan langsung mulainya kembali kajian yang sebelumnya hampir memakan waktu 10 tahun untuk mengkhatamkannya.

  1. Aula LBM lantai II
  2. Aula LBM sebelah Selatan lantai IV
  3. Aula LBM sebelah utara lantai IV
  4. Gedung al-Ikhwan lantai II

Baca Juga: Kedatangan Santri Pondok Pesantren Lirboyo

Sekilas acara pembukaan aktivitas Bahtsul Masail

Adapun acara pembukaan aktivitas Bahtsul Masail ini terlaksana pada sore tadi (01/05 2025) pukul 04.00 Wis. Adapun peserta yang hadir pada acara tersebut adalah para aktivis bahtsul masail dari tingkat Tsanawi sampai Ma’had Aly, pengurus, perumus, dewan rois LBM dan juga segenap masyayikh Lirboyo.

Bpk. Kholilurrahman sebagai MC membuka acara itu dengan bacaan Al-Fatihah, kemudian sambutan atas nama Ketua Umum LBM oleh Bpk. Khozinatul Asror.

Beliau menyampaikan terkait hasil sidang harian para pengurus LBM yang salah satunya pembagian musyawarah baik dari skala kecil (Musyawarah Kubro dan pra FQ) maupun skala besar (Musyawarah Gabungan dan BM Angkatan).

Di tengah-tengah beliau sambutan, Romo Yai Anwar Manshur sebagai pengasuh utama menyempatkan untuk rawuh. Panitia langsung mengganti acara dengan Mauidzah Hasanah dan doa oleh Romo Yai Anwar.

Beliau menyemangati agar para santri untuk senantiasa mempeng (bersungguh-sungguh) dalam mencari ilmu di Lirboyo, dan beliau mendoakan para pengurus dan santri:

“Semoga diberi kelancaran khidmahe lan belajare..”

Setelah itu beliau berdoa dan kemudian kundur dari acara tersebut.

Bpk. Khozinatul Asror menaiki podium kembali untuk memberi sambutan yang sempat tertunda.

Baca Juga: Kunjungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jatim di Pondok Pesantren Lirboyo

Sambutan oleh Masyayikh dan dzuriyah Lirboyo

Setelah itu, Agus Sa’id Ridwan selaku dewan rais LBM memberi sambutan. Beliau menjelaskan mengenai madharat atau bahayanya orang yang bodoh:

 “أصل كل شر ااجاهل artinya pokok dari setiap kejelekan adalah kebodohan”

Kemudian beliau juga menjelaskan keutamaan santri yang ikut bahstul masail.

“Orang yang ingin memiliki akal brilian itu butuh waktu, dengan sarana bahtsul masail ini akan mengasah kemampuan dalam berfikir, mengasah kemampuan dalam memahami”

Beliau juga menegaskan bahwa salah satu cara agar bisa menjawab tantangan dan problematika masa kini adalah dengan bahtsul masail.

“Kitab-kitab kuning sekarang-sekarang ini banyak yg menganggapnya tidak relevan, dan hanya orang-orang yang ahli bahtsul masail saja yang bisa menjawab bahwa kitab kuning ini masih relevan untuk dipakai pada zaman sekarang. Memang secara tekstual ada kitab kuning yg tidak relevan, namun secara kontekstual banyak juga yang masih relevan”

Kemudian beliau melanjutkan jangan sampai menyia-nyiakan fasilitas LBM. Salah satunya adalah meminta arahan kepada para perumus jika ingin mendalami permasalahan tertentu.

“Jumlah perumus ada 70 orang ini merupakan kesempatan emas bagi teman-teman untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya dari beliau-beliau semua”

Setelah itu, acara terakhir adalah Mauidzah Hasanah dan doa oleh Romo Yai Kafabihi Mahrus.

Beliau menjelaskan betapa pentingnya menjaga tradisi ulama terdahulu yang salah satunya adalah ber-bahtsul masail.

“Dalam organisasi kita harus mengadopsi المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح  (Menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik) Kita mengadopsi perkara yg baik yg menyempurnakan”

Beliau juga melanjutkan:

“Kebijakan-kebijakan yang sudah berlaku harus kita rawat dan kita jaga. Kebaikan yang disudahi itu tidak ada kebaikan, maka dari itu kebaikan harus kita jaga. Dan ini dilakukan oleh ulama2 dahulu”

Kemudian beliau menutup acara tersebut dengan doa.

Baca juga: Ketua MK Sowan Mbah Yai Idris Marzuki

Terakhir

Organisasi otonom di bawah naungan Madrasah Hidayatul Mubtadiin ini telah mencetak banyak kader aktivis yang mampu menjawab berbagai persoalan hukum, baik di ranah masyarakat maupun negara. Wadah ini melahirkan para santri dan alumni yang berkomitmen menjaga hukum-hukum sesuai syariat, sebagaimana yang para ulama terdahulu perjuangkan.

Terakhir, mengutip dawuhnya Al-Maghfurlah KH. Idris Marzuki:

“Diantara meneruskan perjuangan ulama setelah mengusir penjajah adalah dengan ber-bahtsul masail”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses