Tag Archives: Bandongan

Jadwal Pengajian Ramadlan Pondok Lirboyo 2016

LirboyoNet, Kediri – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadlan kali ini Pondok Pesantren Lirboyo juga menggelar pengajian kilatan. Tahun ini 63 Qori’ akan membacakan lebih dari 50 judul kitab dengan berbagai disiplin ilmu, mulai tafsir (surat yasin), fikih, akhlak, dll. Diagendakan, pengajian kilatan ini akan selesai sebelum acara Haul Simbah KH Abdul Karim, tanggal 20 Ramadlan / 25 Juli 2016.

Terkait administrasi santri kilatan, para santri atau peserta pengajian kilatan diharuskan menyelesaikannya sebelum tanggal 10 Ramadlan 1437 H./ 14 Juli 2015 M. Administrasi yang dimaksud adalah membayar syahriyah sebesar Rp. 35.000,- dengan perincian Rp 30.000,- untuk syahriyah dan Rp. 5.000,- untuk bantuan listrik.

Untuk jadwal pengajian, silahkan download di sini.

Khataman Pengajian Tafsir Jalalain

LirboyoNet-Kediri. Mengaji, sebagai aktifitas yang seolah tak dapat dipisahkan dari santri. Mengisi waktu dengan mengaji kutubussalaf kepada masyayikh memiliki kenangan tersendiri, apalagi bila dapat mengikutinya dari awal sampai khatam. Tidak hanya sebagai sarana tholabil ‘ilmi, mengaji juga bisa menjadi media tabarruk,ngalap berkah.

Hari ini (05/04) Kitab Tafsir Jalalain yang dibacakan oleh KH. Hasan Syukri Zamzami Mahrus alhamdulillah dapat dikhatamkan. Kitab tersebut beliau khatamkan dalam jangka waktu dua tahun. Antusiasme santri membeludak demi ikut khataman tafsir ini. Mereka duduk beralaskan sajadah atau alas seadanya di sekitar ndalem Kyai Zam (Panggilan KH. Hasan Syukri Zamzami Mahrus).  Karena keterbatasan tempat mereka ada yang sampai rela duduk diatas tumpukan kayu dan jalan aspal yang lokasinya berada di sekitar ndalem.

Surat terakhir yang dibacakan adalah surat Al-Fatihah, yang memang menjadi bagian terakhir dari kitab tafsir Jalalain. Setelah khataman, Kyai Zam memimpin dibacakan tahlil dan doa dalam suasana yang agak gerimis. Beliau juga menyempatkan untuk mushofahah, bersalaman dengan santri-santri yang ikut khataman. Mereka harus rela berdesak-desakan karena saking banyaknya santri yang ingin ikut bersalaman dengan beliau. Dimulai sekitar pukul 13:10 WIS, khataman usai tepat saat adzan ashar dikumandangkan sekitar pukul 15:30 WIS.

Pengajian kitab Tafsir Jalalain di Ponpes Lirboyo dibacakan oleh KH. M. Anwar Manshur di Masjid lawang songo dan ndalem beliau, juga oleh KH. Hasan Syukri Zamzami Mahrus di ndalem beliau di Ponpes unit Al-Baqoroh Lirboyo, namun pengajian tafsir Kyai Anwar sudah lebih dahulu khatam pada sekitar bulan Rabi’ul Awwal kemarin.[]

Khataman Musyawarah Fathal Qorib

Lirboyo.net- Kediri. Musyawaroh sebagai ciri khas pondok pesantren adalah adagium yang tidak bisa dilepaskan. Musyawaroh ala pesantren dengan memakai standar kutubusalaf seperti fathul qorib, fathul wahhab atau al-mahalli memiliki keistimewaan dan keunikannya tersediri. Dengan berbekal hanya kitab matan, referensi-referensi pendukung lain turut dibawa untuk menyemarakkan musyawaroh.

Kamis malam kemarin (30/03), setelah berlanjut secara istiqomah setiap malam kamis sejak dimulai dari muqoddimah selama kurang lebih enam tahun, musyawaroh kitab fathul qorib di Ponpes Lirboyo akhirnya khatam. Khataman musyawaroh ini dihadiri oleh beliau KH. Abdullah Kafabihi Mahrus selaku pengasuh Ponpes Lirboyo. Juga Agus H. Ibrahim Hafidz. Tidak kurang sekitar seribu lebih santri hadir dalam acara ini. Auditorium gedung Lajnah Bahtsul Masailpun penuh sesak untuk menampung para hadirin. Para santri sampai harus rela duduk di tangga dan emperan gedung untuk menyimak khataman ini. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh aktifis musyawaroh yang berada di tingkat Tsanawiyyah dan ‘Aliyyah saja, namun siswa tingkat Ibtida’iyyah juga turut hadir ngalap barokah.

Acara dimulai dengan pembacaan khotimah, penutup kitab dari muallif Syaikh Ibn Qosim Al-Ghazi dengan ma’na gandul ala pesantren oleh Agus H. Ibrahim Hafidz, dilanjutkan dengan pembacaan sanad matan taqrib oleh KH. Abdullah Kafabih, serentak santri yang hadir mengucapkan “Qobilnâ” begitu sanad selesai dibacakan. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan beberapa poin tentang pentingnya bermusyawarah, sperti musyawarah adalah jalan menapak pintu kebenaran. Sebab dengan musyawarah, pintu kebenaran akan mudah didapat. Selain itu, bermusyawarah juga termasuk bagian dari menjalankan perintah-Nya yang tertera dalam alquran, “Wa syawirhum fil amr.”. namun beliau juga mengingatkan kemblai akan etika kita dalam bermusyawarah, memaknainya dengan fitrah sejati untuk mencari kebenaran, bukan mencari kemenangan.