HomePojok LirboyoMahasiswi di PP An-Nuriyah Surabaya Bedah Fikih Kebangsaan

Mahasiswi di PP An-Nuriyah Surabaya Bedah Fikih Kebangsaan

0 0 likes 69 views share

Meski gerakan organisasi-organisasi radikal anti Pancasila sudah dibatasi, semisal HTI yang telah dibubarkan melalui Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, namun bukan berarti operasinya terhenti. Karenanya internalisasi prinsip-prinsip kebangsaan ke berbagai elemen warga harus terus dilakukan secara berkesinambungan.

Dalam upaya itu, Yayasan Pondok Pesantren Putri An-Nuriyah (YPPP. An-Nuriyah) Wonocolo Surabaya mengagendakan bedah buku Fikih Kebangsaan karya HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Pondok Pesantren Lirboyo) pada Jumat 07 September 2018 jam 20.00 Wib hingga selesai.

“Bedah buku Fikih Kebangsaan menghadirkan ustad muda Ahmad Muntaha AM, S.Pd., sebagai salah satu Tim Penulis yang juga aktifis bahtsul masail di lingkungan PWNU Jawa Timur”, terang Gus Alaika Bagus Muhamma, M.Pd, selaku pengurus pesantren.

Alumnus pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya juga menjelaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di era sekarang:

“Mahasiswi atau Mahasantri (Mahasiswa yang juga study di pesantren-red) perkotaan saat ini sangat perlu diberikan bekal wawasan kebangsaan, sebab masih sangat banyak praktik-praktik  intoleransi di tengah kota khususnya di wilayah Wonocolo Surabaya, baik antarmahasantri dengan masyarakat maupun sebaliknya”.

Menurut Gus Alaik hal ini tidak lepas dari gerakan organisasi-organisasi radikal anti Pancasila yang secara diam-diam terus memengaruhi mahasiswa di lingkungan sekitar.

“Bedah buku Fikih Kebangsaan ini wajib diikuti oleh sekitar 350 Mahasiswi yang mayoritas sedang menempuh study di UIN Sunan Ampel Surabaya demi penguatan wawasan kebangsaan. Selain itu kajian khusus putri ini juga membuka kesempatan peserta sejumlah maksimal 50 orang dari warga masyarakat sekitar” pungkas pengurus GP Ansor Wonocolo Surabaya.

 

Sumber : aswajamuda.com