HomePojok LirboyoMenristekdikti: Santri jangan jadi PNS

Menristekdikti: Santri jangan jadi PNS

0 3 likes 1.1K views share

LirboyoNet, Kediri – Pengukuhan wisuda mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) pada Sabtu, (29/10) lalu berjalan dengan khidmat. Tahun ini, IAIT meluluskan wisudawan Fakultas Tarbiyah program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 189 mahasiswa, prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI) 290 peserta, Fakultas Syari’ah Program studi Ahwal Al-Syakhsiyyah (AS) 21 peserta, serta prodi Perbankan Syari’ah (PS) sebanyak 15 peserta. Adapun Fakultas Dakwah prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Psikologi Islam masing-masing meluluskan 9 dan 11 mahasiswa. Sedangkan wisuda Pascasarjana S2 konsentrasi Pendidikan Agama Islam diikuti 102 mahasiswa.

KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus selaku rektor IAIT berharap, para wisudawan, baik putra maupun putri dapat mematuhi amirul mukminin, yang dalam hal ini bisa didefinisikan sebagai umara (pemerintah) atau ulama. “Sehingga lulusan Tribakti (IAIT, red) bisa mengamalkan ilmunya dan berkontribusi untuk agama dan negara,” dawuh beliau dalam sambutannya.

“Tribakti itu punya poin plus. Diantaranya diasuh langsung oleh pengasuh pondok pesantren Lirboyo, antara ilmu umum dan agama seimbang, dan tentunya barokah,” tukas Ibu Lilik Muhibbah S.Sos I.M.Pd.I, Wakil Walikota Kediri, saat memberikan sambutan atas nama Walikota Kediri. “Saya itu lulusan Tribakti. Dulu saya termasuk mahasiswa yang biasa-biasa saja, bahkan di bawah biasa. Tapi karena barokah Tribakti sekarang jadi Wakil Walikota,” lanjutnya kemudian diiringi tepuk tangan hadirin.

Hadir pula Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Menteri yang juga alumnus santri Pondok Pesantren Al-Islah, Kediri ini berpesan agar para wisudawan tidak bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Santri itu jangan bercita-cita jadi PNS. Tapi harus bercita-cita menjadi wiraswasta yang membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya”. Sebelumnya, beliau memaparkan berbagai perkembangan dunia kerja dan teknologi, yang harus dihadapi oleh kaum akademik maupun santri dewasa ini. “Kalau saya ini kesasar (tersesat) saja. Padahal tidak pernah punya cita-cita jadi PNS,” kenang beliau seraya tertawa.][