HomePojok LirboyoNgaji Millenial Islam Kaffah

Ngaji Millenial Islam Kaffah

Pojok Lirboyo 0 1 likes 635 views share

LirboyoNet, Malang—Agama dan budaya, pada dasarnya saling mempengaruhi. Sehingga dalam beberapa keadaan memberikan dampak hukum. Poin penting ini disampaikan oleh KH. Azizi Hasbulloh dalam Ngaji Milenial Islam Kaffah, Ahad kemarin (17/11).

“Dalam mengamalkan ajaran syariat Islam, tidak cukup hanya dengan berlandaskan tekstual syar’i saja, namun juga harus berlandaskan nalar,” imbuhnya. Dan akhir-akhir ini, masyarakat muslim seperti tidak mengindahkan unsur penting ini. Banyak dari mereka yang cenderung menutup nalar dalam menggali ajaran Islam. Menurut mereka, inilah yang disebut “Islam Kaffah”, Islam yang sempurna itu. Padahal, dalam sejarah intelektual Islam, nalar justru kerapkali menjadi penopang bagi syariat islam yang tidak digambarkan secara jelas.

Di dalam even yang diselenggarakan oleh Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Cabang Malang Utara ini ia juga menyinggung aktivitas masyarakat muslim saat ini yang gemar memamerkan atribut syar’i. Padahal, menurut salah satu tim ahli Lajnah Bahtsul Masail (LBM) NU ini, pamer atribut bukanlah tujuan yang dikehendaki oleh syariat sendiri. “Atribut syar’i (hanya) diperlukan oleh orang yang bodoh (pengetahuan agamanya dangkal). (Tujuannya) untuk menjaga eksistensi.

Even ini juga menghadirkan Rektor UNIRA (Universitas Islam Raden Rahmat) Malang Dr. Hasan Abadi M.ap. Ia sempat menyinggung kerancuan jargon “Islam Kaffah” era kini. Menurutnya, jargon ini telah disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Mereka ini justru orang-orang yang tidak mengenal agama secara baik. Bahkan, penyalahgunaan jargon ini hanyalah untuk mendapat keuntungan-keuntungan profan belaka. “(jargon) Islam Kaffah telah diambil alih oleh (organisasi) HTI sebagai gerakan global. Dan di Indonesia, HTI gencar mendakwahkan (ajaran keliru mereka),” tuturnya.

HTI tidak tanggung-tanggung dalam menggapai tujuan mereka. Mereka bergerak hampir di semua lini sosial. Seperti akidah, jaringan, dan ekonomi./-