HomePojok LirboyoKunjungan Mufti Damaskus

Kunjungan Mufti Damaskus

0 0 likes 759 views share

Sabtu siang kemarin (23/01/2016), Ponpes Lirboyo kembali kedatangan ulama besar. Kali ini Syaikh ‘Adnan Afyuni, seorang mufti dari Damaskus, Suriah. Kunjungan beliau beserta rombongan ke Indonesia adalah dalam rangka menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang puncaknya digelar Ahad, 17 Januari lalu di Pekalongan, sekaligus menghadiri Konferensi Internasional Ulama Thariqah di Hotel Santika Kota Pekalongan.

Dalam rihlah safari tersebut, Syaikh ‘Adnan Afyuni menyempatkan untuk mengunjungi beberapa pondok pesantren di tanah jawa, seperti di Salatiga, Langitan, Gresik, dan lain-lain.

 

Dalam kunjungan ini, beliau menyempatkan diri menyapa santri-santri di serambi masjid lawan songo, Lirboyo. Disaksikan ribuan santri beliau menyampaikan beberapa petuah. Seperti memberikan motivasi kepada santri-santri, bahwa dimasa mendatang, orang yang akan membawa citra agama Islam, baik atau buruknya adalah generasi hari ini. Juga tentang pentingnya meluruskan kembali pemahaman masyarakat tentang Islam, bahwa Islam bukanlah agama yang identik dengan terorisme dan radikalisme, namun Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamîn, kedatanagnnya sebagai wujud rahmat kepada semesta alam. “Orang yang membuat citra buruk pada Islam ada dua. Pertama, orang yang ‘pecinta’ tapi tidak tahu apa-apa, meski dia mengaku cinta Islam, tapi malah menjauhkan dari agama Islam. Mereka-mereka yang tidak tahu tentang Islam akan menjadikan Islam makin tidak sesuai dengan aslinya. Dan kedua orang yang mengecohkan tentang Islam, (membuat persepsi bahwa) Islam adalah agama terorisme dan radikalisme,” kata beliau.

Beliau juga menyampaikan bahwa tidak cukup seorang santri hanya memiliki kedalaman dan kematangan ilmu saja. Santri juga harus punya kemampuan yang baik dalam menjalin sosialisasi dengan masyarakat agar menunjang dalam penyebaran ilmunya. Sebab, banyak sekali orang yang kapasitas ilmunya mumpuni, namun wawasannya tidak berguna karena tidak ada masyarakat yang tertarik dengannyaIlmu bukan hanya kumpulan informasi saja. Orang yang menguasai ilmu tanpa hikmah, justru akan membuat pergi orang-orang yang dia ajak,” tandas beliau.

Dalam kunjungan siang tersebut Syaikh Mahmud Syahadah dari Suriah yang turut bersama rombongan juga berkenan memberikan sedikit wejangan. “Di belahan dunia banyak orang yang berilmu, tapi tidak mampu memanfaatkannya. Dan menurut saya karena dua hal, dia berani kepada orang tua, atau berani kepada syaikhnya,” kata beliau.

Kunjungan tersebut ditutup dengan pembacaan doa dan mengirim hadiah surat Al-Fatihah kepada segenap masyayikh yang telah wafat. Lalu dilanjutkan salat Dhuhur berjama’ah bersama segenap santri dan tamu.[]