HomePojok LirboyoStudy Comparative di Pondok Pesantren Lirboyo

Study Comparative di Pondok Pesantren Lirboyo

Pojok Lirboyo 0 1 likes 685 views share

LirboyoNet, Kediri—Sabtu (23/11) Study Comparative dilaksanakan di Gedung Bahtsul Masail. Pondok Pesantren Lirboyo mendapatkan kunjungan dari Pondok Pesantren al-Bidayah. Kegiatan yang diikuti oleh santri-santri al-Bidayah ini berlangsung dengan lancar. Mereka begitu antusias bertanya, menyerap dan memahami tentang konsep pendidikan yang berlangsung di Lirboyo.

Sambutan pertama dari pengasuh Pondok Pesantren al-Bidayah yakni KH. Abdul Haris yang berharap agar pengurus bahtsul masail Pondok Lirboyo memberikan sambutan yang memotivasi anak didik beliau agar semangat dalam berbahtsul masail. Sambutan dan paparan panjang mengenai konsep berbahtsul masail yang baik dan benar dibeberkan oleh Ustadz Mubasyarum Bih, Selaku pengurus LBM Lirboyo.

Beliau berpesan agar semangat santri dalam dunia tulis menulis lebih konsisten ditingkatkan, lebih-lebih persaingan yang terjadi di jagat maya. Beliau memaparkan juga mengenai trik dan tips agar santri itu produktif dalam hal tulis menulis.

Sambutan beliau mendapatkan ruang khusus di mata audien dengan semangat bertanya utamanya menyangkut kepenulisan dan rahasia sukses kenapa produktifitas santri Lirboyo lestari terjaga.

Sebagai penulis freeline di NU.online, dengan mudah beliau memompa semangat audien untuk mulai belajar menulis.

Pondok Pesantren al-Bidayah merupakan salah satu pesantren formal yang mengembangkan teknik baca kitab secara cepat, dengan metode yang diberi nama al-Bidayah juga, metode ini terbilang sukses mencetak generasi pembaca kitab dengan lancar. Bahkan santrinya dengan usia yang masih belia sudah banyak yang menjadi juara lomba membaca kitab skala regional maupun nasional.

Sesi sambutan berikutnya dibawakan oleh Agus H. Sa’id Ridlwan, yang juga tak kalah piawai untuk memompa semangat pendengarnya agar konsisten dalam belajar.

Menjadi mubahits (pebahtsu) yang handal tidak semudah membalikkan tangan, namun butuh keuletan, keistiqamahan dan proses yang panjang. Agus H. Sa’id Ridlwan menyambut bahagia kedatangan rombongan, apalagi semangat mereka mengunjungi Lirboyo agar menumbuhkan benih pebahtsu yang handal dikalangan santri al-Bidayah.

Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan oleh kedua belah pihak, yang diserahkan langsung oleh Pengasuh al-Bidayah, KH. Abdul Haris dan dari Pondok Pesantren Lirboyo diwakili oleh Agus H. Sa’id Ridlwan.

Baca Juga: Hukum Bermain Catur Dalam Islam