Ponpes Lirboyo; Turut Ramaikan Hari Sejuta Kiblat

ponpes lirboyo mengadakan Rashdul kiblat

Pada 27 Mei 2024, Kementerian Agama mengadakan pengukuran arah kiblat dalam sebuah kegiatan yang diberi nama “Hari Sejuta Kiblat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arah kiblat dan cara menentukannya, serta untuk memperkuat ikatan dan rasa kebersamaan umat Islam di seluruh Indonesia.

Lebih dari satu juta masyarakat di seluruh wilayah Indonesia diharapkan akan terlibat dalam mengukur arah kiblat secara serentak pada hari tersebut. Kegiatan ini juga akan didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI).

Partisipan termasuk Penyuluh Agama Islam, Pondok Pesantren dan Majelis Taklim, Ormas Islam, Kampus/Universitas, dan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM). Ada ketentuan tertentu yang harus diikuti untuk mengikuti acara Hari Sejuta Kiblat, termasuk instruksi kepada berbagai tingkatan instansi Kementerian Agama dan masyarakat umum.

rashdul kiblat

Kegiatan Rashdul Kiblat di Ponpes Lirboyo

Jam 03.50 WIB sore tujuh puluh lebih santri Ponpes Lirboyo yang mengikuti kegiatan kursus falakiyah berbondong-bondong menuju lapangan aula Al-Muktamar. Mereka mempersiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Mereka meletakkan keramik yang telah dialasi kertas. Kemudian menaruh waterpass agar benar-benar rata. Karena menurut Bapak Muhammad Reza Zakaria, pengajar kursus sejak dari tahun 2009 M. “Yang perlu diperhatikan dalam Rusydul Kiblat dengan metode ini adalah adalah mencari tempat yang datar. Bisa memakai papan atau keramik, kemudian dikasih waterpass untuk melihat apakah sudah benar-benar rata dan sejajar.”

Persiapan yang dilakukan sangatlah sederhana. Yang penting, cari benda yang tegak lurus bisa pakai patok ataupun benang yang dikasih pemberat, seperti lot tukang atau batu. Dan diusahakan jangan sampai bergerak.

Kemudian tepat jam 16.18 WIB garislah bayangan benang ataupun benda lurus tersebut. Maka garis lurus dari bayangan itu menandakan arah kakbah atau kiblat berada.

Rusydul Kiblat pada tahun ini terlaksana sebanya dua kali yaitu tanggal 27-28 Mei.

Sejarah Kursus Falakiyah Lirboyo

Sejarah diadakannya kegiatan kursus Ilmu Falak di Pondok Pesantren Lirboyo. Menurut beliau adalah karena sangat dibutuhkannya ilmu ini bagi masyarakat, entah pencarian kiblat ataupun waktu solat. “Dahulu banyak sekali yang meminta bantuan untuk mencari arah kiblat tidak hanya di luar daerah, banyak juga yang di luar pulau. Bila kita hitung waktu perjalanannya, cuma untuk menghitung arah kiblat eman-eman waktunya. Meskipun difasilitasi tranportasinya. Berangkat dari ini maka diadakanlah kursus. Supaya di daerah-daerah, nanti (pencarian kiblat dan waktu solat) ditangani oleh para alumni.”

baca juga Lajnah Falakiyah

Jangan lupa kunjungi akun media sosial Pondok Lirboyo. FacebookInstagramYoutube.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.