HomePojok LirboyoSemaan Alquran Bersama Kapolda

Semaan Alquran Bersama Kapolda

0 0 likes 630 views share

LirboyoNet, Kediri –  Menurut analisis Prof. Komarudin Hidayat, Indonesia hanya menempati posisi ke-140 sebagai negara yang menerapkan nilai-nilai Islam di dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara negara yang kehidupan masyarakatnya paling sesuai dengan ajaran Rasulullah adalah New Zealand, yang notabene muslim di sana hanya menjadi minoritas.

Irjen Pol (Purn) Untung S Radjab, mantan Kapolda Jawa Timur, mengungkapkan fakta ini di dalam acara “Semaan Alquran Mantab Polda Jatim 2015”, Rabu (25/11) di Surabaya. Menurutnya, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak masih gagal dalam menanamkan nilai-nilai Islam. “Kita masih senang menyibukkan diri dengan ritual-ritual yang tidak bernilai positif. Kita suka sekali meributkan salah-benar,” imbuhnya.

Dengan latar belakang seperti inilah, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berinisiatif menggerakkan kegiatan masyarakat menuju ke arah yang lebih positif. Salah satunya adalah acara ini. Tidak tanggung-tanggung, Irjen Pol Anton Setiadji selaku Kapolda Jatim menginstruksikan kepada seluruh Polres di seantero Jawa Timur untuk mengikuti kegiatan ini. Dari Banyuwangi, Pacitan, hingga Tuban. Telah disediakan panggung luas untuk mengakomodir para hadirin di lapangan kantor yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 166, Wonocolo Surabaya ini.

Selain itu, beberapa pondok pesantren juga diundang. Termasuk diantaranya Pondok Pesantren Lirboyo. Tiga puluh santri dipilih, mereka dijemput dari pondok dan diantar dengan dikawal mobil Patwal.

Acara sebenarnya dimulai sejak subuh, dan berakhir pada petang hari, tepat saat adzan Maghrib. Hujan yang mengguyur deras tidak mengurangi semangat para mustami’in. Setelah jamaah Isya, baru dilantunkan dzikir khas Dzikrul Ghofilin. Pelaksanaan ini, menurut bapak Kapolda, sesungguhnya bertujuan untuk mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif. “Masyarakat cek iso kerjo enak, petani kerjo enak, pedagang yo iso kerjo enak. Inisiatif sudah kita lakukan, kerja keras sudah, bermacam kegiatan kreatif juga sudah. Kita tinggal berdoa. Kalau kok tidak sesuai harapan, ya sudah. Wong usaha kita sudah maksimal kok,” imbuh beliau.][