HomePojok LirboyoBijak Bermedia Sosial dalam ASWAJA

Bijak Bermedia Sosial dalam ASWAJA

Pojok Lirboyo 0 6 likes 580 views share

Ini adalah era globalisasi. Arus informasi mengalir deras tanpa batas. Menembus ruang-ruang kehidupan tanpa memandang keadaan lingkungan. Tatanan kehidupan mudah dipengaruhi oleh media sosial yang menyampaikan berita secara terus menerus.

Santri adalah orang yang mempunyai tugas untuk memberikan pengaruh baik kepada masyarakat. Tepatnya pada Kamis malam Jumat (22/08) santri Pondok Pesantren Lirboyo memadati Aula Al-Muktamar untuk menyimak seminar yang digelar oleh Jam’iyah Nahdliyah Majelis Musyawaroh Madrasah Hidayatul Mubtadiin (M3HM) dengan tema Bijak Bermedia Sosial dalam ASWAJA. Tutor dalam acara tahunan dari M3HM itu sendiri adalah KH. A Shampton Masduqi dan al-Habib Abdul Rasyid.

Sebelum acara seminar dimulai, para santri yang sudah memadati Aula Al-Muktamar disuguhi video dokumenter, tentang awal mula penyebaran Islam di Nusantara yang dilakukan oleh Wali Songo dengan cara yang ramah, tidak mudah marah-marah yang menyebabkan pecah belah seperti yang dilakukan oleh beberapa akun media sosial saat ini.

Benih-benih perpecahan itu, sumbernya adalah berita-berita bohong yang bersifat bombastis dan mengadu domba yang disebarkan oleh akun-akun, yang sebenarnya hanya ingin mendapatkan banyak uang dan tidak menyadari kerusakan yang ditimbulkan, yaitu perpecahan dan dicurinya Sumber Daya Alam Indonesia. Dengan dua tutor yang sangat kredibel dalam bidang itu, para santri dibekali pengetahuan tentang cara mengidentifikasi berita dan menangkal hoax.

Selain itu, kedua tutor membeberkan dampak dakwah instan yang membentuk pemahaman sempit tentang agama, sehingga menjadikan masyarakat mudah menyalahkan hingga mengkafir-kafirkan sesama muslim. Dari keresahan itu, tutor memberi petunjuk kepada para santri akan peluang-peluang strategis dakwah di media sosial.

Dengan semakin banyaknya para santri yang berdakwah di media sosial, diharapkan akan bisa memberikan pencerahan tentang agama Islam yang mendalam kepada masyarakat, sehingga akan membentuk tatanan kehidupan yang tentram, damai dan sejahtera.

Acara ditutup pukul 1.10 Wib dengan bacaan doa yang dipimpin oleh KH. A. Shampton Masduqie.[]