Menyambut Tahun Baru Islam, Para Ulama, Umara, Masyarakat dan Para Santri, Melangitkan Doa Bersama di Ponpes Lirboyo.

Menyambut Tahun Baru Islam, Para Ulama, Umara, Masyarakat dan Para Santri, Melangitkan Doa Bersama di Ponpes Lirboyo.

Lirboyo.net- Tahun Baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram. Tahun Baru Islam tahun ini jatuh pada hari Selasa (18/07). Tahun Baru Islam merupakan pertanda pergantian tahun dalam kalender Islam atau disebut dengan tahun Hijriah.

Dalam catatan sejarah, Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah pada 622 Masehi. Kemudian, sahabat Nabi Muhammad Saw, Ali bin Abi Thalib menjadikan masa Rasulullah Saw hijrah atau 1 Muharram ini sebagai pedoman menentukan kalender Islam.

Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri menyambut tahun baru Islam dipenuhi kegembiraan dan bersemangat dengan menggelar kegiatan Istighosah dan Doa Bersama.

Istighosah dan Doa Bersama

Istighosah dan doa bersama ini sudah menjadi agenda tahunan. Ribuan para santri Lirboyo mereka tumpah ruah dilapangan Aula Al Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo beserta ribuan jamaah lain yang juga turut hadir dari berbagai wilayah di kota Kediri. Acara yang dihadiri oleh para ulama dan umara (jajaran pemerintah) ini dimulai dengan lantunan khidmat baris demi baris bacaan istighosah. Dipimpin oleh KHR. Abdul Hamid Abdul Qodir, pengasuh Pondok Pesantren Maunah Sari Bandar Kidul, yang juga Rais Syuriyah PCNU Kota Kediri. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa ahir tahun yang dipimpin oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus dan doa awal tahun dipimpin oleh KH. M. Anwar Mansur.

Sambutan dari Para Ulama dan Umara (Jajaran Pemerintahan)

Sambutan dari PC Nahdlotul Ulama’ Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab). Sambutan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, S.E. Sambutan Gubernur Jawa Timur yang diwakilkan oleh Asistennya Bapak. Djazuli. Sebagai penceramah yaitu  KH. Anwar Iskandar dan ditutup oleh pembacaan doa oleh KH. Mahin Thoha, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Lirboyo.

Dalam sambutannya Gus Ab pangilan akrab KH. Abu Bakar Abdul Jalil, selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri. “Berharap dengan doa awal dan ahir tahun ini kita bisa memahami makna yang tersirat didalamnya, mari kita ambil pelajaran bahwa Nabi Muhammad Saw dalam hijrahnya semata mata bentuk loyalitas ketundukan dan ketaatan hamba Allah  Swt kepada dzat yang menciptakannya, maka dari itu kita para santri harus taat dan tunduk dengan peraturan pondok dan warga Nahdlotul Ulama harus taat menjaga norma agama, sosial dan hukum.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa hijrah Nabi yang kedua itu untuk niat ibadah sehinggah muda mudahan niatan kita bersama dalam aktifitas apapun menjadi amal ibadah.”tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali kota Kediri Abdullah Abu Bakar, dalam sambutannya, bertrima kasih kepada Pengurus Cabang Nahdlotul Ulama Kota Kediri yang telah mengundang dalam program program dan kegiatannya.

Lebih lanjut, Mas Abu Sapaan akrab Wali Kota Kediri itu menjelaskan bahwa tahun ini sejumlah proyek strategis di Kota Kediri akan segera selesai dan dapat membuat peningkatan ekonomi warga.

“Insya Alloh di dekat sini akan ada bandar udara. Kemudian tahun 2024 akan ada jalan tol melintas dari Nganjuk hingga Tulungagung. Jembatan Bandar Ngalim akan selesai pada Agustus tahun ini,, semoga semakin bisa meningkatkan kemajuan dan ekonomi warga Kota kediri,” kata Abdullah Abu Bakar, Rabu (19/7/2023). Dalam kesempatan ini, ia juga meminta doa restu karena bertepatan di Bulan Juli ini merupakan Hari Jadi Kota Kediri.

“Saya mohon doanya supaya Kota Kediri bisa menjadi kota yang maju. Generasi penerus menjadi generasi hebat. Kemudian sebentar lagi tahun politik, tidak perlu ada gesekan, biar di atas saja, yang di bawah adem ayem saja,” lanjutnya

Dihadapan ribuan jamaah, kehadiran Bapak Djazuli, Mewakili  Gubernur Jawa Timur Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Melalui sambutannya beliau memberi motivasi tersendiri bagi para santri Lirboyo, beliau juga menyampaikan salam hangat dan permohonan maaf dari Ibu Gubernur yang berhalangan hadir pada kesempatan tersebut.

Mauidhoh Hasanah dan Penutup

Sementara itu acara berlangsung khidmat, dilanjutkan ceramah yang disampaikan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Anwar Iskandar yang juga pengasuh Ponpes Al-Amien, Ngasinan, Kediri.

“Inti dari peringatan ini adalah memaknai hijrah yang dilakukan Rasulullah Saw, untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta mengimplementasikan dengan menebar rahmat bagi semesta alam,” tandasnya.

Di ahir tausiannya, beliau juga mendoakan semoga Nahdlotul Ulama semakin maju dan berkah, para santri Lirboyo mendapat ilmu yang manfaat berkah dan selamat dunia ahirat.

Harapan beliau juga, semoga kota madya Kediri menjadi aman, tentram damai, juga untuk Indonesia mendapatkan pilihan pemimpin yang mampu membawa negara ini menjadi baldatun thoyibatun warobbun ghofur.

Sebelum acara ditutup, Lazisnu (Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlotul Ulama) kota Kediri mengadakan santunan anak yatim yang diserahkan oleh KH. Abu Bakar Abdul Jalil dan KH. An’im Falahuddin Mahrus.

Sebagai penutup acara diahiri dengan melangitkan do’a bersama yang dipimpin oleh KH. Mahin Thoha Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Lirboyo. Wallahu a‘lam bi as-shawab.

 

Jangan lupa untuk dukung youtube dan media sosial Pondok Lirboyo, agar semakin berkembang dan maju. Baca juga khutbah jumat lainnya di lirboyo.net.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.