HomePojok LirboyoBahtsul Masail Shughro ke-4 PP HMQ

Bahtsul Masail Shughro ke-4 PP HMQ

0 4 likes 1.1K views share

LirboyoNet, Kediri—Pernikahan lintas agama, jika memang terjadi, akan mengundang permasalahan segudang. Karenanya, untuk pernikahan jenis ini, celah di dalam ranah fikih pun demikian sempit, jika enggan mengatakannya tertutup samasekali.

Bahtsul Masa-il Shughro Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-aat Al-Qur’aniyyah (HMQ) yang terlaksana Jumat (04/11) kemarin tertarik untuk mengupas beberapa diantara masalah itu. Akan terjadi dilema, ketika di dalam satu keluarga terdapat beberapa keyakinan yang dianut. Contohnya, ketika sang ayah yang muslim, meninggal, sementara keluarga menghendaki cara pemakaman non-islam, apa yang seharusnya dilakukan? Tentu, mempertahankannya, dan memaksa untuk tetap memakamkannya secara muslim. Tapi, bagaimana jika yang bisa mempertahankan hanya sang bungsu yang lemah, dan memilih mengalah?

Permasalahan ini, dan beberapa permasalahan lainnya, menjadi bahan diskusi bagi 70-an santri putri se-Karesidenan Kediri. Terselenggara di aula pondok, diskusi ini terbagi menjadi dua sesi (jaltsah): jaltsah ula dilaksanakan pagi, dan jaltsah tsaniyah terlaksana sore hari.

Bahtsul masail yang terlaksana ke empat kalinya ini dihadiri oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, sang pengasuh, dan beberapa dzuriyah lain yang berlaku sebagai mushahih (pengesah hasil diskusi).

Hasil bahtsul masail bisa didownload di sini.