HomePojok LirboyoPendataan Santri Penderita TBC Pesantren Lirboyo

Pendataan Santri Penderita TBC Pesantren Lirboyo

0 0 likes 1.2K views share

LirboyoNet, Kediri – Ahad pagi tanggal 3 April 2016, pesantren Lirboyo kedatangan tamu dari pengurus CEPAT LKNU (Community Empowerment of People Against Tuberculosis – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama). Tujuan utama dari kunjungan ini tidak lain merupakan tindak lanjut atas pelatihan Kader TBC pada tanggal 22 Januari lalu. (Baca juga: Pelatihan Kader TBC Pesantren Lirboyo).
Sejatinya, kegiatan ini merupakan salah satu program CEPAT-LKNU dalam rangka memperingati TB-Day (Hari TB) Internasional yang jatuh pada tanggal 24 Maret. Kegiatan ini dimulai dengan knocking doors (ketuk pintu) dari satu rumah ke rumah lain, khususnya yang ada di  kecamatan Mojoroto, dan juga penyebaran leaflet edukasi mengenai TBC. Disusul kemudian dengan acara talkshaw di Radio Bonansa FM pada tanggal 15 Maret 2016, dan puncaknya adalah kegiatan senam masal pada acara car free day di jalan Dhoho pada tanggal 27 Maret 2016.

Pada kesempatan ini, kegiatan knocking doors CEPAT-LKNU menyambangi Pesantren Lirboyo. Tim CEPAT LKNU akan membimbing langsung para santri kader TBC Pesantren Lirboyo untuk melakukan screening (penyaringan penderita TB) ke asrama-asrama santri. Namun, tidak semua asrama dijajaki untuk dimintai keterangannya oleh para kader karena sikon dan waktu yang terbatas. Asrama yang di sasar kali ini ada empat, yaitu asrama blok N, S, T dan WS (Wali Songo).

Kegiatan yang dimulai dari pukul 09.00 sampai 11.00 WIB ini diawali dengan tegur sapa sekaligus pengarahan dari Tim CEPAT-LKNU kepada para kader bertempat di belakang gedung Aula Muktamar. Dilanjutkan dengan proses screening ke asrama yang telah ditentukan, dan ditutup dengan pemaparan hasil screening dan tindak lanjutnya. Pada proses screening, tidak semua santri penghuni asrama bisa dimintai keterangannya, karena ada sebagian santri yang mengikuti sekolah/madrasah pagi.

Dari hasil screening di asrama-asrama tersebut, para kader berhasil menemukan 16 santri yang suspected/diduga terkena TBC dengan gejala-gejalnya. 16 santri ini nantinya akan diarahkan untuk memeriksakan diri didampingi para kader ke puskesmas terdekat (Campurejo) untuk penanganan lebih lanjut secara gratis, ujar Ibu Niswatus Syarifah selaku koordinator. Setelah melalui pemeriksaan, dari ke-16 santri ini, bisa saja akan berkembang menjadi 160 santri untuk proses screening selanjutnya.

Pada kesempatan ini, Ibu Niswah juga didampingi oleh para stafnya, Ibu Alfiyati, Ibu Sundari dan Ibu Nurul Himah dari Faskom, Ibu Yesi Sa’diyatul Ula dari Finance, dan ibu Indah Wahyuni dari ME. Adapun pelatihan kader TB untuk yang kedua kalinya, setelah 22 Januari lalu, sejatinya akan dilaksanakan ada bulan April ini. Namun, karena kalender pendidikan di Pesantren Lirboyo sudah mendekati akhir, kemungkinan pelatihan akan diundur ke bulan Juli atau awal Agustus 2016.][