HomeAngkringAL-DIFA’ ‘ANIL WATHAN: Kitab Cinta Tanah Air Karya Kyai Muda Lirboyo

AL-DIFA’ ‘ANIL WATHAN: Kitab Cinta Tanah Air Karya Kyai Muda Lirboyo

0 17 likes 4.1K views share

Kitab bernama asli AlDifa’ ‘An Al-Wathan Min Ahammi Al-Wâjibâti ‘Alâ Kulli Wâhidin Minnâ (Membela tanah air: Sebagaian diantara kewajiban setiap individu) ini alhamdulillah telah diterbitkan kembali dalam edisi cetak. Kitab karya asli Agus HM. Sa’id Ridhwan, salah satu dzuriyyah Pondok Pesantren Lirboyo ini sebelumnya memang pernah terbit dalam edisi terbatas untuk digunakan mengaji bandongan. Itupun hanya dengan cara difotokopi. Namun sekarang, kitab ini bisa didapatkan kembali di toko-toko dengan format yang lebih bagus.

Kitab ini membahas tentang seberapa pentingnya mencintai tanah air dan seberapa penting artinya bagi kita. Disertai dengan referensi dan beberapa kutipan dari maqolah-maqolah, dan pendapat-pendapat ulama kontemporer, kitab ini semakin menarik. Dalam muqadimahnya, beliau mengutip firman Allah SWT, Surat Al-Taubah: 41. “Berangkatlah (berperang) kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” Beliau menegaskan bahwa hari ini salah satu yang paling kita butuhkan adalah perihal membela tanah air dari segala macam upaya yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Kita juga harus punya upaya untuk menjadikan bangsa kita bangsa yang mandiri dan berkembang tanpa membutuhkan bangsa lain. Banyak dari kita yang telah membuat kesalahan pemahaman, bahwa kewajiban seorang mukmin (baca: muslim) hanyalah memperbaiki dan peduli terhadap aspek keagamaan saja. “Ini adalah keliru pemahaman yang salah dan merugikan” tulis beliau. Kewajiban kita seharusnya adalah, selian tetap memperhatikan aspek keagamaan, kita harus memperhatikan masalah kecintaan dan upaya kita membela tanah air. Beliau menyebut, jika salah faham ini adalah salah satu penyebab kemerosotan kaum muslilim. Beliau mempertegas dengan kutipan hadis nabi, “Barang siapa tidak memperhatikan perkara umat muslim, maka bukan termasuk umat muslim.” Dan karena membela tanah air adalah salah satu upaya mempertahankan kelangsungan umat muslim, maka sejatinya dengan upaya kita membela tanah air juga adalah upaya kita membela agama.

Pentingnya ngaji (kitab) ini, (tentang) perhatian ulama terhadap ancaman perpecahan Indonesia, ancaman radikalisme, mempertahankan perbedaan, mengikis bela negara. Boleh saja benci dengan orang pemerintahan yang korup dan lain sebagainya, tapi jangan benci dengan lembaganya. Bahkan penting untuk mempertahankannya.” Kata beliau pada saat membacakan kitab ini dihadapan santri-santri.

Beliau mengupas habis makna cinta tanah air yang sejati dalam kitabnya. Makna cinta tanah air yang beliau bagi dalam beberapa tingkatan. Bagaimana rakyat biasa mencintai tanah airnya, bagaimana para pebisnis dan pedagang mencintai tanah airnya, dan bagaimana cara setiap insan lain dari berbagai asal usul mencintai tanah airnya dengan benar. Beliau mencontohkan, seorang pedagang bisa dikatakan mencintaitanah airnya jikalau apa yang dia usahakan dalam jual beli bukan hanya untuk kepentingan pribadi belaka. Tapi seorang pedagang bisa dikatakan mencintai tanah airnya apabila dia juga punya tujuan untuk memberikan sumbangsih dengan memperkuat negrinya lewat apa yang ia jual belikan. Sejatinya setiap orang bisa mencintai tanah air dengan caranya masing-masing.

Maka hal terpenting dari membela tanah air untuk masa sekarang ini, bukan diartikan dengan jihad ala mengangkat senjata dan perang. Akan tetapi jihad dengan memerangi kebodohan dan kebobrokan akhlak, jihad menumpas perpecahan dan menolak untuk saling bahu membahu dan bersaudara, jihad memberantas kelaliman, ketidak adilan, sifat ketergantungan terhadap bangsa lain, jihad menghilangkan kemiskinan, lemah, penyakit, dan kemunduran-kemunduran lain guna meraih kebahagiaan dan maslahat dalam kehidupan keduniaan dan keagamaan.” Tulis beliau diakhir kitab sebagai kesimpulan. []