HomePojok LirboyoKamis Legi, Kirim Fatihah Untuk Korban Longsor Ponorogo

Kamis Legi, Kirim Fatihah Untuk Korban Longsor Ponorogo

0 5 likes 424 views share

LirboyoNet, -Kediri. Sebagai seorang alumni, menyambung tali silaturahmi dengan guru merupakan hal yang wajib. Status alumni tidak lantas membuat title “santri” yang melekat dalam diri menghilang begitu saja. Menyambung silaturahmi dan memperkuat kembali ikatan hubungan keilmuan tidak hanya bisa dilakukan dengan sowan-sowan, bertamu dan minta doa restu. Tapi bisa dilakukan dengan mengaji kembali dengan sang guru. Inilah yang coba dilakukan para alumni Ponpes Lirboyo. Meskipun sudah bermukim di rumah, namun tetap masih “nyambung” dengan pesantrennya berkat mengikuti pengajian rutinan kamis legi.

Setelah selama satu tahun ini dibacakan, terhitung mulai tanggal 1 Dzulqo’dah 1437 H atau bertepatan dengan 4 Agustus 2016 M, pengajian Al-Hikam yang diadakan setiap sebulan sekali ini belum pernah libur. Dan kamis kemarin (06/04), menjadi pengajian Al-Hikam yang terakhir tahun ini. Besok, pengajian Al-Hikam akan dimulai kembali pada tahun ajaran baru Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien, pada kamis legi, 26 Syawal 1437 H, atau bertepatan dengan 20 Juli 2017 M.

Dalam penutupan kemarin, KH. M. Anwar Manshur menyampaikan tentang kondisi saudara muslim kita yang berada di Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Kemarin terjadi tanah longsor, yang mengakibatkan dua puluh delapan orang hilang, hingga kemarin (06/04), baru tiga orang yang ditemukan. “Monggo fatehahi, kangem wong sing kelongsoran, ting Ponorogo.” Kata beliau.

Ada kejadian yang luar biasa dalam tanah longsor kemarin, menurut penuturan Kiai Anwar, tanda-tanda akan terjadinya tanah longsor sudah ada sejak sebulan silam, dan sejak saat itu warga juga sudah mengungsi. Namun, justru tidak terjadi apa-apa. Baru ketika para warga pulang sesaat untuk memanem tanaman jahe yang mereka tanam, tanah longsor justru terjadi. Beliau juga mengatakan, “longsor niku saget mencolot kali, wonten wetane onten kali, longsor saget mencolot kali. Niku kuasane Gusti Allah.” (Tanah longsor tadi bisa melompati sungai. Di sisi timur ada sungai, dan longsor tersebut bisa melompati sungai tersebut. Itu bukti kekuasaan Allah.)