HomePojok LirboyoKi Slamet Gundono Mampir di Lirboyo

Ki Slamet Gundono Mampir di Lirboyo

0 0 likes 997 views share

LirboyoNet, Kediri – Dalang wayang fenomenal dengan media suket sebagai perantaranya, Ki Slamet Gundono, ahad pagi (3/12) mampir di Pondok Pesantren Lirboyo. Dalang Kontemporer asal Tegal Jateng ini didampingi beberapa teman karibnya dari komunitas Wayang Suket dan seorang pengamat kesenian dari Negara Jepang.

Dalam kunjungan silaturohim singkat tersebut. Ki Slamet Gundono di terima para Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo di Kantor Muktamar , diantaranya adalah Ketua Umum Agus Abdul Qodir Ridlwan, Ketua Satu Ust. H. Mukhlas Noer, Ketua Empat Ust. Murtadlo Yasin, Anggota Staf Penerangan Agus Syamsul Muien dan beberapa perwakilan pengurus Pondok Pesantren Lirboyo.

Dari penuturan yang disampaikan Ki Slamet kepada Pengurus Pondok, salah satu tujuan utama dia mampir di Lirboyo adalah mengunjungi salah satu sahabat di jejaring sosial, yang kebetulan adalah Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, “saya dan Ustad Mukhlas ini teman akrab di Facebook, jadi salah satu tujuan utama saya mampir kesini, adalah membuktikan keaslian ustad Mukhlas ini, jangan-jangan dia palsu,” ujar ki slamet di sambut tawa meriah para hadirin.

Dalam forum silaturohim yang dikemas dengan obrolan ringan seputar dunia Pesantren ini, Ki Slamet menjelaskan bahwa, sejatinya dia adalah orang Pesantren yang berdakwah ditengah masyarakat dengan media kesenian sebagai perantaranya, “sebenarnya diantara seni kebudayaan dan pesantren, tidak terdapat sekat sama sekali, namun justru berjalan beriringan,” ujarnya serius, lebih lanjut ki slamet berharap agar budaya dalam dunia Pesantren tetap dilestarikan, bukan malah di kucilkan, agar kedepan bisa berbaur dengan Masyarakat yang heterogen.

Di akhir kunjungan singkat itu, Ki Slamet memberikan hadiah indah kepada pengurus Pondok Lirboyo, dengan menyanyikan sebuah tembang akustik, yang ia ciptakan secara spontan pada saat masuk ke Pondok Pesantren Lirboyo. Suara Ki Slamet yang merdu dan petikan kecapi yang mendayu, menjadikan suasana menjadi hening sarat makna, ditambah dengan syair-syair yang di nyanyikan penuh dengan kritikan sosial.

Sesaat sebelum ki Slamet Gundono meninggalkan Lirboyo dan bertolak menuju Surabaya, Ki Slamet Gundono menyempatkan diri sowan ke ndalem KH. Idris Marzuqi dan meminta Do’a Restu dari pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. riff