HomePojok LirboyoSeni Mengakrabkan Santri

Seni Mengakrabkan Santri

0 11 likes 1.8K views share

LirboyoNet, Kediri – Dalam salah satu rangkaian Haul dan Haflah Akhirussanah, Pondok Pesantren Haji Ya’qub (PPHY) pada Selasa malam (03/05) menggelar Pentas Seni. Santri-santri PPHY lebih senang menyebutnya MAKRAB’S. “Itu singkatan dari Malam Keakraban Santri,” ujar Akil, salah satu santri. Pesantren yang diasuh oleh KH. Nur Muhammad Ya’qub ini melangsungkan Haul dan Haflah Akhirussanah pada esok harinya, Rabu (04/05).

Di kesempatan MAKRAB’S tahun ini, belasan peserta menawarkan diri kepada panitia untuk dapat tampil di panggung aksi. Para peserta itu mewakili kamar masing-masing.

Bermacam rupa tampilan mereka. Bermusik. Melantunkan nadzam. Menggaungkan puisi. Menari. Bahkan mencoba menapaki jalan Sunan Kalijogo dengan memainkan wayang.

Beberapa kamar memilih menyajikan drama. Jangan lupakan, mereka santri semua. Maka tentu drama mereka berbeda dengan drama pada ghalibnya. Salah satunya apa yang ditampilkan kamar HY 17. Awalnya datar saja. Satu orang maju, memegang mikrofon, lalu bershalawat. Akan membosankan, jika satu menit kemudian tidak dengan tiba-tiba beberapa orang mengangkat keranda ke atas panggung. Penonton yang mengangguk-angguk karena kantuk, sontak membelalak. Di antara mereka, ada yang tertawa. Ada yang sampai menahan perut. Ada yang tetap berekspresi datar. Raut muka mereka tidak jelas. Karena maksud pengangkatan keranda itu juga tidak terang. Apakah simbol keprihatinan mereka akan kematian akhlak anak bangsa, kritisnya akidah umat islam, ataukah hanya upaya memancing canda.

MAKRAB’S adalah ajang penyatuan ruhani antar santri PPHY. Sebagaimana yang diketahui, penghuni PPHY adalah santri dengan berbagai latar belakang. Santri yang sekolah di Pondok Induk, santri yang sekolah umum (SMP-SMA) di luar, santri Madrasah Diniyah HY, mahasiswa, hingga pekerja. Maka dengan even ini, muncul harapan agar mereka sebagai sesama santri PPHY merasakan status dan perjuangan yang sama.

MAKRAB’S terbilang even anyar di PPHY. Ia mulai menjadi salah satu agenda baru pada tahun 2008, atau delapan kali even terhitung hingga sekarang.

Memang dirasa belum puas. Namun acara yang berlangsung di halaman PPHY ini tetaplah harus diakhiri. Sekitar pukul 23.00 WIs (Waktu Istiwa’), puluhan nampan dikeluarkan. Masing-masing lima santri mengerubungi satu nampan.

Begitulah santri. Latar belakang yang beragam, bahkan jauh berbeda, bukanlah hambatan untuk berangkulan dan melangsungkan nasib bersama-sama setiap harinya.][