HomePojok LirboyoSantri Putri Al Baqoroh Ziarahi Wali

Santri Putri Al Baqoroh Ziarahi Wali

0 0 likes 790 views share

LirboyoNet, Kediri — Ziarah adalah sesuatu yang terlarang, sebelum kemudian Rasulullah berbalik menyuruhnya. Kenapa terlarang (kuntu nahaitukum)? Karena iman muslimin diawal perjumpaannya dengan dakwah Rasulullah masih dinilai rapuh. Belum menjadi sebuah keputusan yang tepat jika ziarah—sesuatu yang sebenarnya telah menjadi adat kuno bagi masyarakat Makkah—diperbolehkan begitu saja. Saat itu, ziarah di makam begitu negatif: sebuah tempat untuk meratap, meluapkan kekesalan, meragukan—lebih-lebih mencaci kehendak yang telah dituliskan Tuhan.

Lalu mengapa kemudian larangan itu berbalik (fazūruhā)? Bahwa indikasi negatif itu dinilai telah hilang, benar. Namun yang tertulis di hadits berikutnya, li annahā tudzakkirukum al-maut, memberi pengertian bahwa ziarah adalah peristiwa yang begitu penting. Penting karena ia mengingatkan kita kepada kematian, yang dalam etos selanjutnya, mengingat mati berarti sadar bahwa apa yang bisa dilakukan manusia hanyalah menghamba pada tuhannya (QS 51: 56).

Itulah mengapa Pondok Pesantren Lirboyo begitu kental dengan kebiasaan berziarah. Salah satunya adalah yang terlaksana Senin kemarin, (24/10/16). Salah satu unitnya, Pondok Pesantren Al-Baqoroh, mengantar sekitar 200 santrinya berziarah Wali Lima (Jawa Timur). Berangkat sejak subuh, mereka memulai perjalanannya dengan berziarah di makam muassisul ma’had (pendiri pesantren), almaghfurlah KH. Abdul Karim.

Rombongan itu dipimpin langsung oleh sang pengasuh, KH. Hasan Syukri Zamzami Mahrus, dengan menggunakan dua armada bus. “Ziarah ini adalah agenda tiap tahunnya dari pondok Al-Baqarah. Tahun-tahun kemarin cuma satu bus. Karena santri sekarang bertambah banyak, otomatis kendaraan juga bertambah. Tapi, ziarah ini khusus untuk santri putri. Panitia juga dari putri,” tukas Luthfil Hakim, salah seorang pengurus PP Al-Baqarah.

Selain Lima Wali (Sunan Gresik, Sunan Ampel Surabaya, Sunan Giri Gresik, Sunan Bonang Tuban, dan Sunan Drajat Lamongan), rombongan juga berziarah ke makam wali Madura.][