HomePojok LirboyoMensos: Urusan Santri Bukan Cuma Akidah

Mensos: Urusan Santri Bukan Cuma Akidah

0 0 likes 557 views share

LirboyoNet, Kediri — Sabtu kemarin, (22/10/16) terlaksana Pekan Hari Santri Nasional di Aula Al-Muktamar, Ponpes Lirboyo. Yang memiliki hajat adalah Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Putri Kota-Kabupaten Kediri. Di sana, beberapa agenda diwujudkan. Salah satunya, khitan massal.

Dengan didahului oleh barisan drum band, para peserta khitan massal berjalan dari masjid Al-Hasan menuju Aula Al-Muktamar. Di sana, para dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri telah menunggu mereka. Memang, kegiatan ini adalah buah dari kerjasama antara RMI Putri dengan RS Bhayangkara. Tidak kurang dari 57 anak yang mengantri giliran untuk dipanggil ke dalam ruangan dokter. Mereka nampak tenang-tenang saja. Bercanda dengan orangtua, maupun peserta lain di sampingnya.

Di dalam arakan yang sama, berbaris puluhan pasangan suami-istri yang mengikuti agenda lainnya, nikah massal. Jumlah itu didominasi oleh pasangan-pasangan berumur. Memang, mayoritas di antara mereka adalah pasangan yang sudah menikah sejak lama, bahkan telah memiliki cucu. Namun, tidak adanya pengakuan dari negara, entah karena pernikahan mereka lakukan secara siri ataupun tanpa melibatkan penghulu resmi dari negara, membuat mereka melaksanakan nikah untuk yang kedua kalinya.

“Nikah menjadi solusi terbaik untuk meruapkan rizki,” tutur Habib Jamal bin Toha Baagil, Malang. Beliau yang hadir siang itu memang diminta secara khusus untuk memberikan mauidzah kepada para pasangan. Rasulullah saw. sendiri, lanjut beliau, memperingatkan kepada para sahabatnya bahwa dengan menikah, rizki akan melimpah. Mungkin saja kesehariannya dilalui dengan pas-pasan. Tapi itu bukanlah barometer untuk mengukur rizki. Karena, kaya yang sejati adalah kaya hati.

Sebelumnya, Menteri Sosial Khafifah Indar Parawansa mengungkapkan beberapa testimoni dalam sambutannya. Ia menyinggung secara khusus beberapa fakta sejarah terkait santri. “Dari begitu besar jasa pesantren, yang tertera dalam sejarah selama ini hanya dua belas nama. Maka dengan adanya Hari Santri Nasional, fakta sejarah akan terbuka.” Di sisi lain, beliau juga mengemukakan tantangan santri ke depan. “Kita jangan lagi hanya berkutat pada ranah akidah. Bangsa memang menggantungkan urusan akidah kepada kita. (di samping itu) Kita harus juga berperan dalam ruang ekonomi. Kita punya peluang besar untuk ikut menentukan arah kemajuan ekonomi bangsa,” tukas beliau yang juga ketua PP Muslimat NU.

Dalam kesempatan selanjutnya, beliau menyatakan bahwa RMI Putri punya peluang dan kesempatan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan semacam ini di waktu-waktu selanjutnya. Tidak harus menunggu Hari Santri tahun depan. Memang nantinya kegiatan seperti ini perlu wadah khusus. Itu bisa ditentukan nanti, apakah terwadahi dalam kegiatan Maulid, Harlah NU, Muharram, atau wadah yang lain. Dengan memperbanyak kegiatan sosial, RMI Putri telah ikut berperan dalam menyejahterakan kehidupan berbangsa.

Selain kedua kegiatan pokok ini, RMI Putri juga menyelenggarakan bazar produk santri. Belasan pondok pesantren se-Kota-Kabupaten Kediri turut serta memajang produk-produk mereka, yang sempatdipuji oleh Ibu Mensos saat mengunjungi lapal-lapak mereka.][